BPP Kotim: Untuk meningkatkan nilai jual manggis Tanggamus, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura atau yang disingkat DKPTPH Kabupaten Tanggamus akan fokus pada penanganan pasca panen. “Awal bulan Maret ini kita akan adakan bimbingan teknis kepada seluruh pedagang besar buah manggis di Tanggamus tentang penanganan buah manggis yang memenuhi kualitas ekspor,” tegas Fahruddin Efendi, S.PKp, Kabid Hortikultura DKPTPH saat mewakili Kepala Dinas DKPTPH pada acara Reses Tahap I Anggota DPR-RI tahun 2021, Sudin S.E, sekaligus acara Bimbingan Teknis Penanganan Pasca Panen Manggis oleh Balai Pelatihan Pertanian Lampung (Bapeltan) di pelataran rumah dinas Ketua DPRD Tanggamus (28/02). Manggis, lanjut Ujang sapaan akrab Kabid Hortikultura ini memiliki nilai jual tinggi dan Tanggamus merupakan salah satu daerah penghasil ratu buah ini. “Kami berterimakasih kepada Bapak Sudin dan Balai Pelatihan Pertanian Lampung yang telah banyak membantu petani di Tanggamus terutama petani manggis,” ujar pria berperawakan besar ini. Sebelum pelaksanaan Bimtek, Sudin SE secara simbolis memberikan bantuan berupa alat pasca panen cold strorage, fasilitas Agro Edu Wisata (AEW), dan paket sayuran hidroponik. Selanjutnya, pihak Bapeltan yang diwakili Widyaswaranya (WI) yaitu Lely Suryati, SP, M.Si dan Mika Margareta, STP, M.Sc memandu Bimtek Penanganan Pasca Panen Buah Manggis. Di hadapan 30 peserta dari ketua ketua kelompok tani yang memiliki potensi manggis dan PPL pendamping, duet dua WI memadu dengan semangat. “Berdasarkan data BPS nilai ekspor manggis di Indonesia mengalami peningkatan tajam dari 130,01 persen menjadi 206,41 persen dan ini wajib diimbangi dengan kesiapan kualitas buah, kita hasilkan buah manggis yang memang memilki kualitas ekspor,” ujar Lely. Lanjut pemateri, Mika Margareta, memaparkan penanganan pasca panen manggis secara terperinci. Masih masa pandemik Covid 19, Bimtek ini menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yaitu cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak tempat duduk. *** Satu minggu sebelumnya, keseriusan stakeholder tentang ekspor buah manggis sangat besar, tepatnya Selasa,( 23/02) Balai Karantina Pertanian Lampung melakukan kunjungan langsung ke salah satu pedagang besar buah manggis di Desa atau Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus. Balai Karantina Pertanian Lampung yang diwakili Irsan Nuhantoro, SP, M.Si, MP. Sub Koordinator Karantina Tumbuhan, Heri Widodo, SP, M.Sc Analis Karantina Tumbuhan Ahli Muda melakukan kunjungan dalam rangka mendukung Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS). Sekaligus melakukan survey rencana Bimtek registrasi packing house dalam rangka ekspor manggis dari kabupaten Tanggamus dengan pemateri Balai Karantina Pertanian Lampung, Bea Cukai Lampung dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Lampung. Penerapan sistem jaminan mutu dari hulu ke hilir (on farm hingga off farm) diharapkan dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional. Salah satu persyaratan negara pengimpor di antaranya packing house yang telah teregistrasi karena dianggap telah memenuhi aspek minimal yang dipersyaratkan dalam Good Agricultural Practices (GAP).Menurut Kabid Hortikultura DKPTPH Tanggamus, Fahrudin Efendi. Potensi Manggis dari Kabupaten Tanggamus sangat besar, dan diperkirakan pada bulan Juli merupakan puncak panen raya manggis. Ujang berharap semoga saja di tahun ini pembangunan packing house untuk ekspor manggis bisa diwujudkan sehingga dapat memutus mata rantai pemasaran ekspor yg begitu panjang dan bisa meningkatkan mutu serta nilai jual manggis Saburai Tanggamus. Acara kunjungan ini juga dihadiri Kasi Binus Novan Septadoly, S.Hut, M.M.P, Kasi Buah dan Tanaman Hias Fitriana Ahyan, S.P, , serta PPL Kota Agung Timur. Laporan Tim BPP Kotim