Loading...

DORONG PENCAPAIAN P2BN, DENGAN PELATIHAN DAN BIMTEK KEDELE

DORONG PENCAPAIAN P2BN, DENGAN PELATIHAN DAN BIMTEK KEDELE
Sebagai upaya menuju swasembada pangan, BP2KP Kabupaten Cilacap pada Bulan Maret 2014 melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) serta Kegiatan Bimbingan Teknis Bagi Petani. Pelatihan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) untuk komoditas padi dilaksanakan di Balai Penyuluhan Kecamatan Maos dan Majenang, serta di Balai Penyuluhan Kecamatan Cimanggu dan Kawunganten. Sedangkan Bimbingan Teknis Bagi Petani Berbasis Tanaman Pangan (komoditas kedelai) dilaksanakan di Balai Penyuluhan Kecamatan Jeruklegi. Dalam kesempatan pembukaan Pelatihan PTT di Maos dan Kawunganten, Ir.Susilan selaku Plt.Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap menyampaikan beberapa arahan diantaranya; petani harus lebih waspada terhadap ancaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terutama saat ini berupa ancaman Wereng Batang Coklat (WBC). Petani secara bersama-sama dengan didampingi penyuluh dan POPT agar lebih aktif melakukan upaya pengendalian terpadu terhadap OPT. Dalam Pelatihan PTT selain diberi teori di kelas, pada hari kedua pelatihan peserta juga diajak ke lapangan. Pada Pelatihan PTT di Balai Penyuluhan Kecamatan Maos, hari kedua peserta diajak ke lapangan untuk mengenali OPT padi serta upaya-upaya pengendalian. Didampingi Penyuluh Lapangan dan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) setempat, peserta sangat antusias mempelajari OPT Wereng Batang Coklat khususnya yang saat ini sedang meledak serangannya. Sementara pada kesempatan Bimbingan Teknis (Bintek) Berbasis Tanaman Pangan (Kedelai), Dr.Ir.Ponendi Hidaryat dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto selaku nara sumber memberikan beberapa teknologi terapan dalam budidaya kedelai. Budidaya kedelai sangat mudah, bahkan hanya dengan dilempar ataupun ditendang saja kedelai dapat tumbuh. Namun demikian diperlukan sentuhan teknologi terapan, agar produksi kedelai dapat meningkat dan berkualitas. Penggunaan bioteknologi Rhizobium serta bibit unggul berkualitas merupakan beberapa upaya yang diharapkan dapat meingkatkan produksi. Pada sisi lain, keengganan petani untuk menanam kedelai juga menjadi permasalahan tersendiri yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan steakholder lain. Insentif harga dan subsidi pembelian diharapkan diberlakukan dalam hal ini. Kehadiran nara sumber Dr.Ir.Ponendi Hidayat dari Fakultas Pertanian Unsoed dalam Bintek ini menjadikan peserta sangat antusias mengikutinya. Banyak pertanyaan diajukan oleh peserta. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan SDM Ir.Betty Kusumaningrum, MM berpesan, agar Penyuluh dapat menyerap sebanyak-banyaknya ilmu dan informasi yang disampaikan nara sumber serta menyebarluaskan kepada pelaku utama/usaha lainnya.(andyan)