Loading...

DUA KELEBIHAN PERBANYAKAN BENIH JENGKOL SECARA GENERATIF

DUA KELEBIHAN PERBANYAKAN BENIH JENGKOL SECARA GENERATIF
Tanaman jengkol merupakan tanaman khas Indonesia. Aromanya yang khas serta rasanya yang bagi sebagian orang adalah nikmat menjadikan jengkol sebagai salah satu makanan populer. Jengkol sudah banyak diketahui memiliki beragam khasiat yang baik untuk kesehatan kita. Buah jengkol mengandung unsur Kalium yang tinggi dan berguna dalam menjaga fungsi jantung. Daunnya dapat digunakan untuk obat diabetes setelah direbus dengan air dan kemudian diminum Tanaman Jengkol Secara geografis, tanaman jengkol terdistribusi secara luas di daerah Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam. Tanaman tropis ini memiliki buah yang sebenarnya adalah biji atau polong dari buah yang sebenarnya. Tiap polong terdapat kurang lebih 5-7 buah. Pohon jengkol sendiri mampu tumbuh hingga mencapai 10-27 meter. Selain itu, pohon jengkol juga memiliki akar yang dalam sehingga mampu menyerap air tanah. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan berubahnya pola konsumsi pangan. Bahan pangan yang mengandung nilai gizi tinggi dan bermanfaat bagi pencegahan terhadap suatu penyakit menjadi prioritas konsumsi. Jengkol kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Kandungan vitamin C pada 100 gram biji jengkol adalah 80 mg. Biji, cangkang dan kulit batang jengkol memiliki kandungan zat anti diabetes, karena beraktifitas secara hipoglikemia. Penelitian terhadap ekstrak biji dan kulit batang jengkol berdampak positif dalam menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga mengurangi resiko terkena DM. Tingginya permintaan masyarakat akan biji jengkol sebagai bahan konsumsi pangan mengakibatkan ketersediaanya di pasar sangat terbatas. Harga jengkol naik drastis sampai Rp 60.000 per kg, bahkan di beberapa tempat terjadi kelangkaan jengkol. Hal ini membuktikan bahwa komoditas ini mempunyai nilai tambah yang tinggi. Keterbatasan ketersediaan biji jengkol di pasaran disebabkan karena belum adanya penanaman jengkol berskala kebun. Ketika akan melakukan budidaya jengkol, hal pertama yang perlu disiapkan adalah bibit tanaman jengkol. Pembibitan pohon jengkol dapat dilakukan dengan cara generatif (dari biji) atau dengan cara vegetatif (okulasi). Apabila ingin mendapatkan tanaman yang cepat berbuah, pilihlah cara okulasi. Perbanyakan benih jengkol secara generatif (dari biji) kelebihanya antara lain ; Benih jengkol yang sudah tumbuh dapat dijadikan batang bawah, karena benih jengkol dari generative sebagai batang bawah mempunyai perakaran yang yang cukup baik. Memilih benih jengkol yang berkualitas unggul akan sangat mempengaruhi pertumbuhan bibit kedepannya. Bibit yang unggul ialah bibit yang sehat, tidak terserang hama dan penyakit, daunnya berwarna hijau (tidak layu dan tidak kering), batangnya kokoh dan tidak kurus serta memiliki percabangan yang cukup rindang. Teknik Perbanyakan Benih Jengkol Secara Generatif (Dari Biji); a. Penyediaan media persemaian/media tanam Pada perbanyakan benih sebar jengkol dari biji, media persemaian sekaligus merupakan media penanaman. Penyemaian / penanaman dilakukan langsung pada polibag dengan media tanah dan pupuk kandang (1:1). Persyaratan? Tanah yang digunakan merupakan tanah lapisan atas (top soil)? Polibag yang digunakan berukuran 20x30 cm.? Pupukkandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah masak Prosedur kerja? Tanah dan pupuk kandang diaduk rata dengan perbandingan 1 : 1.? Polibag diisidengan media yang telahdiaduk.? Polibag yang telahdiisi media disusundi tempat pembimbitan dan lokasi pembibitan dinaungidenganmenggunakanparanet 55%.? Mediadiusahakan dalam keadaan lembab yaitu dengan melakukan penyiraman secara berkala. ? Media siapdigunakan. b. Pemilihan biji jengkol (calon benih sebar) ? Pemilihan biji menjadi biji jengkol terseleksi didasarkan pada keunggulan sifat utama jengkol, seperti: panjang polong, jumlah biji per polong, diameter biji dan bobot biji. c. Prosesing dan penanaman biji? Biji terseleksi dikupas, dicuci dengan air yang mengalir, kemudian direndam dalam larutan fungisida dengan dosis 2-3 g/ liter air selama 5-10 menit.? Biji siap ditanam pada media tanah : pupuk kandang (1 : 1).? Penyiraman dilakukan secara berkala dengan volume disesuikan dengan kondisi kelembaban media.? Pada kondisi optimal, benih akan berkecambah pada 10 – 20 hari setelah tanam. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : Agro Bibit