Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Merupakan Manajemen Gerakan Pembangunan Pertanian Di Tingkat Kecamatan. Kostratani Merupakan Optimalisasi Tugas, Fungsi Dan Peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Menerapkan Paradigma 4.0 Dalam Mengelola Pertanian Nasional Melalui Pendekatan Teknologi Informasi (IT) Dan Mekanisasi Pertanian. Balai Penyuluhan pertanian sebagai lembaga penyuluhan tingkat kecamatan mempunyai mandat melaksanakan pengawalan dan pendampingan penyuluhan di tingkat kecamatan Setidaknya ada lima peran BPP sebagai Kostratani Pertama, sebagai pusat data dan informasi. Kedua, pusat gerakan pembangunan pertanian. Ketiga, pusat pembelajaran. Keempat, pusat konsultasi agribisnis. Kelima, pengembangan jejaring kemitraan. Dalam rangka gerakan pembangunan pertanian berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah agar produksi pertanian, pendapatan dan kesejahtraan para petani meningkat upaya-upaya tersebut diantaranya bantuan benih padi, palawija dan hortikulutra baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah . Untuk tahun 2020 di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kuta Utara mendapat alokasi bantuan benih padi pusat sebanyak 320 ha yang tersebar di tujuh subak diantaranya : Subak Dawas, Bernasi, Sebuah, patitenget, Umaalas, Basangkasa dan subak Bantan . Sehubungan dengan kegiatan diatas hari Jumat, 6 Nopember 2020 dilaksanakan kegiatan Evaluasi bantuan benih padi tersebut oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali adapun lokasi yang menjadi sampel evaluasi yaitu Subak Dawas Dan Subak Bernasi yang kebetulan saat ini sedang panen , dari hasil evaluasi bahwa secara keseluruhan bantuan benih padi pusat ( varietas Ciherang ) sudat diterima dan ditanam oleh subak penerima bantuan benih tahun 2020 . beberapa hambatan yang dihadapi oleh para petani dalam usahatani padinya diantaranya , ketersediaan air kurang optimal mengingat masih banyak jaringan irigasi yang rusak , adanya serangan OPT seperti Tikus, Penggerek Batang dan hama Burung , walaupun demikian para petani masih mampu panen secara optimal dengan produktifitas untuk subak Dawas, 66 kw/ha sedangkan untuk subak bernasi 67 kw/ha . pada intinya bantuan benih padi oleh pemerintah sangat mendukung keberhasilan peningkatan produksi padi mudah-mudahan program ini terus berlanjut ditahun selanjutnya . I Nyoman Suasa, S.ST Koordinator BPP Kuta Utara