Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosialyang diluncurkan pada bulan Februari 2004. Hingga September 2017, Facebook memiliki lebih dari satu miliarpengguna aktif, lebih dari separuhnya menggunakan telepon genggam. Pengguna harus mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu, pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan yang sama, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau ciri khas lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti "Rekan Kerja" atau "Teman Dekat".Di dunia penyuluhan facebook sudah tidak asing lagi bagi para penyuluh. Dengan kondisi yang dihadapi dilapangan seperti keterbatasan dana, ruang dan waktu menjadi faktor pembatas bagi obsesi para penyuluh untuk berbagi ilmu dan informasi, suatu permasalahan yang seharusnya mendapatkan solusi secepatnya, harus terkendala oleh berbagai keterbatasan tersebut, sehingga solusi yang didapatkan oleh para penyuluh seringkali terlambat. Namun, dengan adanya layanan jejaring sosial Facebook ini, secara tidak langsung dapat dijadikan ajang bagi para penyuluh pertanian untuk berbagi dan bertukar informasi mengenai materi-materi penyuluhan menjadi lebih mudah dan cepat. Memanfaatkan facebook sebagai media penyuluhan membuat penyuluh dapat menyampaikan informasi, laporan kegiatan, programa dan sebagainya tanpa harus mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra dengan menempuh perjalanan puluhan kilometer, karena semua laporan dan informasi tersebut dapat diunggah dari lokasi dimana para penyuluh itu bertugas. Demikian juga informasi, instruksi, permintaan data diakses langsung oleh para penyuluh secara cepat tanpa harus melalui jalur distribusi yang panjang dan sulit. Penyampaian informasi itu juga nyaris tidak membutuhkan anggaran secara khusus, karena para penyuluh dapat menggunakan fasilitas Wifi di lokasi-lokasi tertentu yang menyediakan fasilitas wifi secara gratis, begitu juga para penyuluh di lapangan, mereka hanya membutuhkan beberapa rupiah saja untuk mengakses informasi ini, system paket internet murah yang banyak ditawarkan oleh operator seluler, sangat membantu para penyuluh untuk "berhemat".Beberapa informasi tentang penerapan teknologi tepat guna yang di unggah oleh para penyuluh, dapat memberikan pembelajaran bagi para penyuluh lainya, bahkan dapat menjadi contoh atau acuan yang kemudian diterapkan oleh para penyuluh kepada petani dan kelompok tani di wilayah binaannya masing-masing. Selain itu dengan adanya facebook ini para penyuluh semakin terpacu untuk menunjukkan eksistensi mereka dengan mengunggah aktifitas mereka di lapangan melalui, hal ini kemudian melahirkan "iklim kompetisi" positif di kalangan penyuluh, keberhasilan seorang penyuluh dalam membina petani di suatu tempat akan memacu penyuluh lainnya untuk melakukan hal yang sama di tempat tugasnya. Iklim kompetisi seperti ini yang kemudian memotivasi setiap penyuluh untuk terus meningkatkan kinerja mereka.( inne)