Kegiatan pelatihan (training of farmers) berupa penerapan teknologi budidaya tanaman cabe bagi petani, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman cabe. Untuk mendukung kegiatan training of farmers peran Balai Penyuluh Pertanian tentunya menjalankan fungsinya sebagai tempat interaksi para penyuluh pertanian, pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, terkhusus peran BPP sebagai Pusat Pelatihan bagi petani. Balai Penyuluhan Pertanian Mego Kabupaten Sikka yang bermitra dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) Cabang Sikka mengadakan pelatihan (training of farmer) berupa penerapan budidaya tanaman cabe. Dengan ToF ini, tentunya petani diharapkan mampu mengembangkan budidaya tanaman cabe dengan baik serta mampu meningkatkan produksi maksimal. Kegiatan ToF budidaya cabe dilaksanakan pada Kelompok Tani Nirang Sikka Desa Dobo Nua Puu Kecamatan Mego Kabupaten Sikka, dengan pesertanya sebanyak 15 orang petani. Kegiatan ToF ini direncananakan selama 14 kali yang disesuaikan dengan umur tanaman cabe, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan benih dan persemaian, penanaman, pemupukan, penanganan hama dan penyakit serta panen dan pasca panen. Fransiskus Adritrianto selaku Koordinator BPP Mego menjelaskan bahwa, kegiatan ToF bagi petani sejatinya bukan hanya melatih kemampuan dan ketrampilan petani cabe, melainkan upaya untuk meningkatkan produksi cabe, mengingat permintaan pasar akan komoditas cabe sangat tinggi, disamping itu pasokan cabe dalam wilayah Kabupaten Sikka masih sangat terbatas dan berharap dari pasokan luar wilayah seperti dari Surabaya dan Makasar. Sejalan dengan hal tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Mego bersama Yayasan Bina Tani Sejahtera Cabang Sikka melaksanakan kegiatan ToF budidaya cabe bagi petani. Dalam pelatihan, selain pembekalan materi dilakukan juga dalam praktik lapang. Diskusi selama pembelajaran menunjukkan bahwa peserta bersemangat terhadap pelatihan yang diberikan. Koordinator Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) Cabang Sikka “Febrian Mado mengharapkan agar kegiatan ini memberikan dampak dan manfaat bagi petani. “Khususnya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani akan teknologi budidaya tanaman cabe serta upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas yang berorientasi pasar. Menurut Febri sekaligus Fasilitator” bahwa Kegiatan ToF budidaya tanaman ini tidak hanya untuk tanam cabe, tetapi juga berlaku untuk beberapa tanaman hortikultura lainnya seperti tomat, buncis, paria, timun, semangka dan melon. Sesuai dengan rencana program Yayasaan Tahun 2021, training of farmers (ToF) budidaya hortikultura akan dilaksanakan pada 36 kelas yang tersebar di Kabupaten Sikka, yang tentunya akan bermitra dengan penyuluh dan Balai Penyuluhan Pertanian, agar bersama-sama dan bersinergi memberikan pelatihan dan praktek bagi petani cabe. Sehingga diharapkan, selain pengetahuan dan ketrampilan, tetapi tujuan yang lebih besar ialah peningkatan produksi komoditas cabe dalam wilayah Kabupaten Sikka. Serta berupaya untuk meningkatkan animo dan semangat petani untuk terus mengembangkan usahatani cabe secara luas. (Ka.BPP Mego-adritriyanto)