Loading...

Farmer Field Day (FFD) Demplot Perbanyakan Benih Padi Program IPDMIP Provinsi Sulsel di BPP Panca Lautang Kab. Sidrap

Farmer Field Day (FFD) Demplot Perbanyakan Benih Padi Program IPDMIP Provinsi Sulsel di BPP Panca Lautang Kab. Sidrap
Penyuluhan dengan metode demplot perlu dilakukan jika informasi teknologi yang akan disampaikan terkait inovasi teknologi baru yang mengutamakan ketercapaian kemampuan keterampilan petani, karena dengan pelaksanaan demplot ini, petani mendapatkan pembelajaran secara aktif/langsung sehingga dapat melakukan pembuktian atas manfaat inovasi teknologi tersebut. Kecamatan Panca Lautang, khususnya wilayah DI Bilokka Kewenangan Provinsi, rehabilitasi tahun 2020 dengan luas cakupan 1.005 ha, mendapat kegiatan demonstrasi plot (demplot) untuk perbanyakan benih padi seluas 1,0 ha. Penanaman di lahan demplot dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2022 oleh petani penggarap di BPP. Saprodi yang dialokasikan terdiri dari benih varietas inpari 32 (25 kg), pupuk urea (100 kg), pupuk NPK phonska (150 kg), ZA (100 kg) serta herbisida, fungisida dan insektisida. Salah satu rangkaian dari kegiatan demplot perbanyakan benih padi program IPDMIP Provinsi Sulawesi Selatan yakni Hari Temu Lapang Tani atau Farmer Field Day (FFD) yang dilaksanakan pada Hari Senin 5 September 2022 di BPP Panca Lautang. Acara dihadiri oleh Kepala UPT PSDMP Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel sekaligus sebagai Manager dari kegiatan IPDMIP PPIU Provinsi Sulawesi Selatan (Hj. Asninda, SP., MP) dan Kepala Dinas TPHPKP Kab. Sidrap (Ibrahim, SP), serta Koordinator Fungsional Kabupaten merangkap Plt.Koordinator BPP Panca Lautang (H.A.Rauf, SP). Kepala UPT PSDMP dalam FFD menyampaikan bahwa demplot ini merupakan salah satu metode penyuluhan yang dapat digunakan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna membuktikan dan memperlihatkan secara nyata kepada petani hasil dari penerapan teknologi di bidang pertanian. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa demplot benih padi pokok sebagai proses pembelajaran bagi petani melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) agar menggunakan benih unggul dan berlabel sehingga dapat menjamin ketersediaan benih sebar untuk Musim Tanam berikutnya. Selanjutnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap (Ibrahim, SP) dalam arahannya mengatakan bahwa masalah yang sering terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang khususnya Kecamatan Panca Lautang yaitu ketersediaan air, olehnya itu melalui Program IPDMIP maka permasalahan ini bisa teratasi untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten. Kabupaten Sidenreng Rappang dalam kurun waktu 3 tahun ini mengalami kemajuan yang begitu pesat, khususnya sektor pertanian, yang mana produksi padi saat ini berada pada kisaran 7 ton/ha, dibandingkan dari tahun sebelumnya hanya pada angka 5,6 ton/ha. Hal ini menjadikan Kabupaten Sidrap saat ini berada pada peringkat ketiga di Provinsi Sulawesi Selatan setelah sebelumnya hanya berada pada peringkat ketujuh. Papar Kepala Dinas TPHPKP Kab. Sidrap yang aktif berkomunikasi langsung dengan petani di lapangan untuk mengetahui dan memecahkan permasalahan di bidang pertanian. Andi Untung, SP (Penyuluh Pertanian Madya, UPT. PSDMP Dinas TPHBUN Sulsel)