Loading...

Farmer Field Day : CSA Tingkatkan Produktivitas Padi dan Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Farmer Field Day : CSA Tingkatkan Produktivitas Padi dan  Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca
Demplot Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim (PCI) dilakukan di empat kabupaten pelaksana Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yakni Kab. Pangkep, Bone, Takalar dan Pinrang. Upaya ini dilakukan untuk mensosialisasikan adopsi teknologi yang ramah lingkungan, mengurangi emisi gas rumah dan tetap mendorong peningkatan produksi padi. Emisi gas rumah kaca dihasilkan dari proses budidaya padi di lahan sawah melalui genangan air dan pemupukan nitrogen. Melalui adopsi teknologi CSA ini diharapkan emisi gas rumah kaca dapat ditekan dan produksi tetap meningkat. Gas rumah kaca merupakan penyebab pemanasan global di bumi dan menyebabkan perubahan iklim global seperti bencana kekeringan, banjir, meningkatnya serangan OPT, perubahan waktu musim hujan dan kemarau. Sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang emisi dan sektor yang menerima dampak paling besar akibat pemanasan global. Kegiatan Farmer Field Day (FFD)/panen raya demplot CSA digelar di Kel. Mangallekana, Kec. Labakkang, Kab. Pangkep. Acara ini dihadiri oleh Bupati Pangkep, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Pangkep, Kepala Bappeda Kab. Pangkep, Sekretaris Dinas Pertanian dan jajarannya, Camat Labakkang beserta jajaran, Forkopimca Labakkang, para Penyuluh serta Petani setempat. Hasil ubinan untuk demplot CSA sebesar 7,2 ton/ha, sedangkan untuk pertanaman konvensional (nonCSA) sebesar 5,5 ton/ha. Hal ini membuktikan bahwa adopsi teknologi CSA tetap mendukung upaya peningkatan produksi dan menahan laju emisi gas rumah kaca. Adaptasi teknologi yang disarankan pada teknologi CSA diantaranya : penggunaan varietas unggul rendah emisi, penggunaan PUTS, uji benih, jajar legowo, penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati, pengairan berselang dan alternate wetting and drying (AWD), serta pemupukan berimbang. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa adopsi teknologi pertanian cerdas iklim mendesak untuk dilaksanakan karena terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini mendukung pertanian berkelanjutan dan memotivasi para penyuluh untuk mensosialisasikan kegiatan ini di wilayah binaannya. Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari 24 kabupaten/kota, hanya empat kabupaten pelaksana SIMURP dan khusus Kec. Labbakkang sebanyak 56 kelompoktani pelaksana yang mendapatkan fasilitas penerapan CSA. Kegiatan demplot ini dapat mengedukasi petani untuk melaksanakan kegiatan budidaya yang ramah lingkungan. Dwi Arnir Wanayenti, SP Penyuluh Pertanian DTPH-BUN Prov. Sulsel