Pada hari Rabu, 02 Oktober 2013, bertempat di lahan persawahan kelompok tani Tunas Muda yang beralamat di jorong Talang, Nagari Sungai Lansek, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat dilaksanakan kegiatan Hari Temu Lapang (Farmer Field Day) Tingkat Kecamatan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan Kamang Baru tahun 2013. Acara ini dihadiri oleh Bapak Ir. Ronaldi selaku Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sijunjung, Bapak Anwar dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sukarami Provinsi Sumatera Barat, Camat Kamang Baru, Wali Nagari Sungai Lansek, Kepala UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru dan Penyuluh Pertanian se Kecamatan Kamang Baru. Peserta yang hadir berjumlah sekitar 100 orang yang berasal dari anggota kelompok tani Tunas Muda dan kelompok-kelompok tani yang berada di Kenagarian Sungai Lansek. Dalam pelaksanaan Farmer Field Day dilakukan demonstrasi/peragaan Tresher Lipat (mesin perontok padi) dan mesin Padi Mawar (modifikasi dari mesin rumput menjadi mesin penyabit padi). Mesin Padi Mawar langsung didemonstrasikan oleh Bapak Anwar selaku Peneliti dari BPTP Sukarami pada sebidang tanaman padi yang telah siap untuk dipanen/disabit. Peserta yang hadir turut antusias memperhatikan dan ikut memperagakan secara langsung cara penggunaan mesin ini. Menurut Bapak Anwar, dengan menggunakan mesin padi mawar akan mengurangi biaya tenaga kerja karena mesin ini mampu menyelesaikan panen padi seluas satu hektar selama lebih kurang 10 jam. Sementara kalau panen padi dilakukan secara konvensional akan membutuhkan 30 - 35 orang untuk menuntaskan panen padi seluas satu hektar. Kemudian dilakukan juga demonstrasi Tresher Lipat yang merupakan teknologi yang diciptakan oleh Peneliti dari BPTP Sukarami untuk mempercepat proses perontokan padi. Mesin ini sangat ringan dan mudah untuk diangkut karena dapat dilipat. Kemampuan mesin ini dapat merontokkan padi sebanyak 200 kg/jam, sehingga dalam 8 jam kerja akan dihasilkan sekitar 1,6 ton gabah padi. Bapak Ir. Ronaldi menghimbau kepada anggota kelompok tani agar selalu melaksanakan budidaya padi sawah dengan menggunakan teknologi yang sesuai untuk peningkatan produksi. Teknologi tersebut dapat berupa penggunaan varietas unggul, Padi Tanam Sebatang (PTS), pola tanam Jajar Legowo, penggunaan jerami padi sebagai kompos, dan penggunaan alsintan baik pada saat pengolahan tanah maupun pada saat panen dan pasca panen. Selain itu, beliau berpesan agar petani mau melaksanakan pertanaman padi sebanyak 2 kali dalam setahun untuk memenuhi tingkat kebutuhan beras yang cukup tinggi di Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Sijunjung yang semakin hari pertambahan penduduk semakin meningkat, sementara lahan persawahan yang luasnya berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi pertokoan, tambang maupun lahan perkebunan. Beliau juga menghimbau agar petani bekerja 8 jam dalam sehari dengan cara melaksanakan beberapa usaha yang memiliki potensi selain menanam padi seperti beternak sapi atau unggas, memiliki kolam ikan, dan memiliki kebun karet, kakao maupun kelapa sawit. Dengan begitu diharapkan kedepannya petani dapat hidup lebih sejahtera. Kelompok tani Tunas Muda yang beranggotakan 35 orang merupakan kelompok yang mendapatkan kegiatan SRI (System of Rice Intensification) untuk tahun 2013 dari Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung. Kelompok ini menanam padi varietas IR-42 seluas 20 ha. Hasil yang diperoleh dari kegiatan SRI ini yaitu meningkatnya produktivitas padi mencapai 7 ton/ha yang sebelumnya secara konvensional hanya 3,5 ton/ha. (M. Iwan K., SP - Penyuluh Pertanian Kabupaten Sijunjung)