Loading...

FERMENTASI JERAMI UNTUK PAKAN TERNAK

FERMENTASI JERAMI UNTUK PAKAN TERNAK
Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-1 5 ton per hektar satu kali panen, atau 4-5 ton bahan kering tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan. Pemanfaatan jerami yang telah difermentasi untuk menjadi pakan ternak lebih menguntungkan, terutama bagi petani yang juga memiliki ternak, karena mudah didapat dan kandungan nutrisinya sama dengan rumput segar. Jerami yang sudah difermentasikan kandungan proteinnya sama dengan rumput segar sekitar 7%. Bahannya juga mudah didapat karena biasanya petani hanya membakar atau membuang jerami tersebut.Fermentasi jerami adalah suatu proses anaerob (tanpa membutuhkan udara) dengan memanfaatkan campuran beberapa bakteri seperti: Mikroba proteolitik, lignolitik, selulolitik dan lipolitik. Alat yang digunakan dalam pembuatan jerami fermentasi adalah: ember, timbangan, tali, plastik, garpu, cangkul, golok, karung dll Bahan :- Jerami 1 ton- Urea 6 kg- Probiotik 6 kg- Air secukupnya CARA PEMBUATANJerami kering panen dilayukan selama ±1hari untuk mendapatkan kadar air ±60% dengan tanda-tanda jerami kita remas, apabila air tidak menetes tetapi tangan kita basah berarti kadar air mendekati 60%.1. Jerami yang sudah dilayukan tersebut dipindahkan ke tempat pembuatan dengan cara ditumpuk setebal 20-30 cm (boleh diinjak-injak) kemudian ditaburkan urea, bahan pemacu mikroorganisme dan air secukupnya kemudian ditumpuk lagi jerami seperti cara di atas sehingga mencapai ketinggian ± 1,5 m.2. Tumpukan jerami dibiarkan selama 21 hari (tidak perlu dibolak-balik).3. Setelah 21 hari tumpukan jerami dibongkar lalu diangin-anginkan atau dikeringkan.4. Jerami siap diberikan pada ternak atau kita stok dengan digulung, dibok dan disimpan dalam gudang. Tahan disimpan selama ± 1 tahun Hasil Fermentasi Jerami1. Kadar nutrisi jerami segar dari 6,75% naik menjadi 9,975%2. Kadar protein naik dari 4,002% naik menjadi 9,089%3. Kadar lemak naik dari 1,12% menjadi 2,46% 4. Kadar abu menurun dari 19,75% menjadi 1,95%5. Serat kasar menurun dari 27,30% menjadi 9,70%6. BETN (bahan extrat tanpa nitrogen) naik dari 40,19% menjadi 66,65 % Penyimpanan jerami fermentasi dapat dilakukan dengan cara tertutup dan cara terbuka. a. Cara TertutupSebelum disimpan Jerami fermentasi harus kering anginkan terlebih dahulu agar selama penyimpanan tidak tumbuh jamur yang dapat merusak kualitas jerami yang sudah dihasilkan.Lama penyimpanan hampir sama yaitu dapat mencapai 2 tahun atau dapat disesuaikan dengan kondisi fisiknya. b. Cara terbuka.Cara ini dapat dilakukan di ruangan terbuka sesuai dengan persyaratan diatas dengan cara ;Buat satu tonggak bambu setinggi lebih kurang 6 meter, sebagai tonggak penguat tumpukan jerami. Buatlah alas yang terbuat dari tepas bambu yang diberi jarak sedikit dari permukaan tanah. Susun Jerami di atas alas secara melingkari tiang tonggak sampai terbentuk suatu lapisan melingkar. Kemudian menyusun lapisan berikutnya dengan arah yang berlawanan. Tebal lapisan masing-masing lebih kurang 0 cm, demikian selanjutnya sehingga diperoleh ketinggian lebih kurang 6 meter. Lama penyimpanan yang ideal 1 tahun. MANFAAT FERMENTASI JERAMIBeberapa keuntungan penggunaan jerami fermentasi sebagai pakan adalah sebagai berikut 1. Mengurangi biaya pakan2. Meningkatkan produksi ternak karena kualitas nutrisi meningkat 3. Penggunaan pakan dan tenaga kerja lebih efisien 4. Lingkungan kandang lebih sehat dan nyaman, karena kotoran ternak yang dihasilkan lebih sedikit, kering dan tidak berbau. Penulis : Sarmidi Daftar Pustaka : Lydia Syafriana, R. Fermentasi Jerami. Badan Ketahanan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4). Sampang Madura.