Jerami padi merupakan limbah pertanian yang sangat potensial sebagai pakan ternak di musim kemarau, sedangkan di musim penghujan diberikan dalam jumlah sedikit karena banyaknya hijauan. Jerami padi mengandung sedikit protein, lemak, pati serat kasar relative tinggi karena kandungan lignin dan selulosanya tinggi. Untuk meningkatkan kecernaan dan jumlah konsumsi jerami, perlu adanya perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik. Probiotik merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikroorganisme, lignolitik, proteolitik, amilolitik, selulitik,m lipotik dan nitrogen non simbiotik yang dapat memfermentasi jerami sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai kecernaannya. Bahan lain yang dibutuhkan dalam fermentasi adalah tetes tebu. Tetes berfungsi sebagai bahan makanan probiotik. Adapun ciri-ciri dan cara fermentasi jerami sebagai berikut : Ciri-ciri Jerami Yang Siap Untuk Difermentasi Jerami tidak terkena hujan Jerami dipisah-pisahkan sesuai dengan jenisnya Jerami dipisah-pisahkan berdasarkan kondisinya (kering, layu atau segar) Jerami tidak terlalu basah Cara Fermentasi Jerami ( Cara Pertama ) Bahan yang diperlukan : Bahan baku jerami kering 1 ton 25 liter gula pasir atau molases yang dilarutkan EM4 atau Probiotik 300 liter air bersih (untuk melarutkan gula dan probiotik) Peralatan yang digunakan : Plastik atau terpal Mesin pencacah jerami atau sabit Ember besar dan karung plastik atau terpal plastic Proses Pembuatan Fermentasi Jerami Pertama kita cacah semua bahan bakunya yaitu jerami padi yang telah dikeringkan hingga kira-kira berukuran 25 cm. Kemudian kita larutkan semua bahan seperti probiotik dan gula menjadi satu dalam satu wadah secara merata, Lalu kita siapkan gelaran atau terpal untuk alas proses pencampuran antara bahan-bahan tadi dengan cacahan jerami padi. Selanjutnya untuk proses pencampuran kita ambil padi sedikit demi sedikit, lalu disiram dengan campuran probiotik dan molase hingga merata sembari di bolak-balik. Adapun indikasi jika jerami dan bahan-bahan telah tercampur sempurna maka jerami tersebut sudah nampak basah. Jika semua telah tercampur, berikutnya bisa langsung kita tutup jerami tersebut dengan terpal plastik sedikit demi sedikit sambil di injak-ijak agar padat dan bisa tertutup dengan rapat. Kita tunggu proses fermentasi tersebut selama 7 hari barulah pakan tersebut bisa digunakan. Cara Menggunakan Fermentasi Pakan Jerami Jadi setelah kita mendiamkan fermentasi jerami padi yang telah kita buat, barulah hasil dari proses tersebut bisa mulai kita gunakan untuk pakan hewan ternak yang kita miliki. Adapun membuat pakan hewan ternak dengan cara ini terbukti lebih ekonomis dan juga bisa terhindar dari kelangkaan pakan tumbuhan hijau saat musim kemarau. Selain itu hasil fermentasi padi yang telah di olah sedemikian rupa tersebut juga lebih banyak mengandung nutrisi yang baik untuk perkembangbiakan hewan ternak. Cara Fermentasi Jerami ( Cara Kedua ) Untuk cara yang kedua ini proses fermentasi akan dilakukan di tempat yang tidak terkena sinar matahari dan terlindung dari hujan. Jika misal kita mempunyai stok jerami padi 10 ton, maka untuk mengolah padi tersebut diperlukan sebuah tempat atau ruangan tertutup sekitar 4 x 5 meter dengan tinggi atap 4 meter. Sebaiknya lantai ruangan yang akan digunakan dibuat dari semen atau tanah liat yang dipadatkan untuk menunjang proses fermentasi. Proses Fermentasi Jerami Padi Tahap Pertama Jadi pada tahap ini kita menggunakan jerami padi yang masih memiliki kadar air sekitar 65%, kemudian kita cacah-cacah menjadi bagian lebih kecil berukuran 15 cm. Lalu kita tumpuk bahan baku jerami tersebut dalam tempat yang telah kita sediakan dan kita susun dengan ketinggian 20 cm, jadi jangan terlalu tinggi dalam menumpuknya. Tahap selanjutnya kita taburi dengan 5 kg urea dan 5 kg probiotik untuk tiap 1 ton jerami padi. Jika sudah ditaburi secara merata, kita tumpuk lagi dengan jerami sisa setebal 20 cm dan bisa ditaburi lagi dengan probiotik dan urea dengan takaran seperti di atas. Langkah ini terus di ulang-ulang hingga tumpukan jerami mencapai ketinggian 2 meter. Terakhir kita diamkan proses tersebut selama 20 hari agar semua bahan bisa terfermentasi secara sempurna. Tahap Kedua Jadi pada tahapan kedua ini padi yang telah berhasil di fermentasi akan di jemur atau dikeringkan di bawah sinar matahari langsung dan jangan lupa juga untuk diangin-anginkan pada malam harinya. Apabila telah melalui tahapan d atas dan jerami cukup kering barulah fermentasi jerami tersebut bisa diberikan sebagai pakan ternak. Cara Penggunaan Fermentasi Jerami Pakan fermentasi jerami ini bisa dijadikan makanan utama hewan ternak yang kita miliki karena kandungan seratnya yang tinggi. Adapun pemberian pakan bisa diberikan sebanyak 7 kg per 1 ekor sapi atau 4 kg per 1 ekor kambing. Sementara untuk pakan konsentratnya bisa diberikan hanya 1% dari berat badan hewan ternak yang kita miliki sudah cukup. Biasanya pakan konsentrat yang diberikan untuk ternak terdiri atas dedak, jagung, bungkil kelapa dan juga tambahan vitamin mineral. Metode Penyimpanan Fermentasi Pakan Jerami Cara penyimpanan pakan ternak dari fermentasi jerami bisa dilakukan dengan cara terbuka yaitu dengan mengangin-anginkan terlebih dahulu agar selalu kering dan tidak tumbuh jamur ataupun terjadi pembusukan serta merusak kualitas dari pakan jerami yang kita fermentasi. Jadi model penyimpanan dengan cara ini bisa membuat pakan bertahan hingga 2 tahun serta bisa digunakan sesuai kondisi. Ciri-Ciri Hasil Fermentasi Jerami Padi Yang Bagus Memiliki bau yang cukup harum Warnanya cenderung kuning kecokelatan, namun warna alami jeraminya tetap terlihat. Memiliki tekstur yang tidak kaku Tidak berjamur dan tidak mudah busuk Jadi itu tadi ada beberapa cara fermentasi jerami yang bisa dicoba terapkan untuk mengatasi kelangkaan pakan hewan ternak saat musim kemarau karena hasil olahan fermentasi padi ini bisa disimpan dan bisa bertahan hingga 2 tahun. Sehingga pakan tersebut bisa digunakan sesuai dengan kondisi, semoga bermanfaat. Penulis: AGNES DYAN PARAMITA, Admin Cybex BPP Jogorogo