Loading...

Fermentasi Kotoran (Feses) Puyuh Untuk Pakan Ternak

Fermentasi Kotoran (Feses) Puyuh Untuk Pakan Ternak
Burung puyuh (coturnix-coturnix japonica) merupakan unggas daratan berukuran kecil serta gemuk, dengan makanan utama biji-bijian, serangga serta mangsa berukuran kecil lainnya. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar untuk diambil telur atau dagingnya dan kotorannya untuk pakan ternak dan pupuk organik. Sebelum adanya peternakan, puyuh hidup dialam bebas dengan habitat utama semak belukar atau sawah –sawah yang biasa disebut Gemak oleh orang jawa. Burung ini sering diburu untuk dimasak dagingnya, sehingga membuat keberadaan puyuh dialam bebas semakin langka. Dalam usaha memenuhi kebutuhan daging dan telur maka diadakan penangkaran atau ternak puyuh. Saat ini usaha ternak burung puyuh mulai diminati oleh masyarakat, hal ini dikarenakan burung puyuh (coturnix-coturnix japonica) merupakan salah satu komoditi unggas yang mempunyai peran prosfek yang cukup cerah sebagai penghasil telur. Burung puyuh juga mempunyai keuntungan dari daging sebagai salah satu alternatif untuk mendukung ketersediaan protein hewani yang murah dan mudah didapat, di samping itu bulu dan bahkan kotoran puyuh belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga masih berdampak kepada pencemaran lingkungan. Beberapa hal keuntungan beternak burung puyuh sebagai berikut : 1) Pada saat ini minat untuk ternak burung puyuh masih sedikit, sehingga peluang pasar masih terbuka lebar; 2) memanfaatkan daging dan telur, tujuan utama membudidayakan puyuh yaitu diambil telurnya selain itu ketika tidak mampu bertelur lagi dapat dimafaatkan dagingnya; 3) Tidak membutuhkan tempat terlalu luas, berbeda dengan budidaya ayam yang sangat membutuhkan tempat sangat luas. Budidaya puyuh bisa dilakukan di dekat rumah karena tidak memerlukan tempat luas; 4) Pemanfaatan kotoran burung puyuh sebagai pupuk kandang, selain itu juga dapat dijadikan sebagai pakan ternak karena burung satu ini mengandung protein tinggi. Pemanfaatan kotoran (feses) burung puyuh dijadikan pakan ternak melalui proses fermentasi sangat membantu sekali untuk menekan kebutuhan pakan ternak. Karena ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha pemeliharaan ternak. Seiring dengan meningkatnya harga pakan komersial akibat tingginya peternakan semakin meningkat karena 60% - 80% biaya produksi berasal dari pakan. Sehingga untuk menurunkan biaya produksi dari pakan perlu dicarikan bahan alternatif yang digunakan sebagai pakan. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah kotoran (feses) puyuh sebagai pakan ternak. Feses puyuh dapat ditingkatkan kualitasnya sampai 22,9%. EM4 merupakan kultur campuran mikroorganisme yang terdiri dari bakteri dotositensi, lactobacillus sp, Streptomyces sp; jamur pengurai sellolusa, bakteri pelarut fospat serta ragi yang dapat meningkatkan dekomposisi limbah. Feses puyuh mengandung protein, unsur N (nitrogen), P (fosfor), K (kalium) dan masih banyak unsur lainnya, sehingga kotoran puyuh dapat dimanfaatkan daripada terbuang begitu saja. kotoran puyuh mengandung kadar protein tinggi serta banyak mengandung unsur hara makro. Unsur posfor dalam pupuk kandang sebagian besar berasal dari kotoran padat, sedangkan nitrogen dan kalium berasal dari kotoran cair. Pemanfaatan limbah dari ternak puyuh tidak hanya pada kotoran saja tetapi sisa pakan juga dapat dimanfaatkan bersama kotorannya. Sehingga kotoran puyuh memiliki prosfek yang baik untuk dijadikan pakan alternatif untuk ternak lainnya. Kotoran (Feses) puyuh ini dapat digunakan untuk pakan ternak dengan cara difermentasi terlebih dahulu. Feses puyuh fermentasi merupakan hasil pengolahan dari kotoran puyuh dengan metode fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus yang dapat dijadikan sebagai bahan pakan konsentrat ternak seperti sapi, kambing atau domba. Namun karena kotoran atau feses mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat membahayakan kesehatan ternak selanjutnya berakibat pada penurunan produksi sehingga perlu penanganan sebelum dimanfaatkan sebagai pakan. Teknologi Effective Microorganisme (EM) mempunyai potensi untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme pathogen yang terdapat dalam feses dan meningkatkan pertumbuhan mikroorgnaisme yang menguntungkan. Berikut ini ada 2 cara untuk fermentasi kotoran puyuh : Cara fermentasi feses puyuh untuk pakan ayam adalah sebagai berikut : 1) Larutkan 2 cc EM stok dan 2 cc molasses atau 1 sendok makan gula ke dalam 2000 cc air sumur. Diamkan selama 24 jam; 2) 1000 gram feses (ayam atau puyuh) dan 1000 garam dedak dicampur secrara merata; 3) Siram larutan EM secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata dan aduk-aduk sampai kandungan air adonan mencapai 30% (bila adonan dikepal maka adonan akan megar); 4) Adonan digundukkan di atas ubin yang kering dengan ketinggian 15-20°C, kemudian tutup dengan karung goni selama 3-4 hari; 5) Pertahankan suhu gundukan adonan 40-50°C. Jika suhu lebih dari 50°C, karung penutup dibuka dan gundukan adonan dibolak-balik, kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokhasi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Setelah 4 hari di fermentasi dan feses puyuh fermentasi siap digunakan sebagai pakan ayam. Cara Fermentasi fese puyuh untuk pakan sapi adalah sebagai berikut : Pengolahan feses puyuh segar yang baru dikeluarkan dari kandang ditakar dan disesuiakan kadar airnya menjadi 30-40% (diangin-anginkan agar kadar airnya turun. 1) Feses puyuh kemudian dicampur dengan jagung perbandingan 4:1 diaduk dengan merata dan seterusnya campuran tersebut dimasukan kedalam kantong plastik ukuran 5 kg yang kedap udara dan diinokulasi dengan bakteri lactobacillus sp; 2) Setelah diinkubasi selama 15 hari pada suhu ruang, kemudian feses puyuh siap digunakan sebagai pakan konsentrat sapi. Kandungan protein feses puyuh fermentasi berasal dari ransum puyuh yang terbuang dan tercampur dengan feses, protein yang tidak tercerna, dan amina serta amida dalam bentuk non protein nitrogen. Disamping itu selama proses fermentasi akan bekerja bakteri fermentor yang nantinya menambah nilai protein sebagai massa mikroba. Pengolahan Kotoran Burung Puyuh untuk pupuk organik Sebelum dimanfaatkan atau digunakan sebagai pupuk organik, kotoran burung puyuh harus diolah terlebih dahulu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pengolahan kotoran burung puyuh diantaranya : Memperhatikan lokasi pengolahan kotoran burung puyuh. Lokasi pengolahan seperti pengeringan lebih baik jauh dari kandang burung puyuh dan pemukinan warga agar tidak menimbulkan bau dan tidak menimbulkan penyakit pada burung puyuh. Tempat pengolahan harus luas dan memiliki sirkulasi udara yang lancar serta terkena sinar matahari langsung. Ketika sedang melakukan pengolahan, perlu diperhatikan pembagian jenis kotoran burung puyuh, antara yang masih basah, setengah kering dan kotoran yang sudah kering. Tempat pengolahan kotoran burung puyuh harus lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi adanya genangan air yang dapat membasahi kotoran burung puyuh. Agar cahaya matahari dapat masuk, atap menggunakan fiber atau plasik roll yang bening. Lantai tempat pengolahan kotoran burung puyuh sebaiknya tetap berasan dari tanah. Sehingga air dari kotoran dapat langsung meresap ke tanah. Beberapa hal tersebut perlu diperhatikan ketika melakukan pengolahan kotoran burung puyuh. Kotoran burung puyuh harus selalu dibersihkan dari kandang burung puyuh, agar tidak menimbulkan penyakit pada burung puyuh dan tidak menimbulkan polusi terhadap lingkungan sekitarnya. Kotoran yang tidak sering di bersihkan akan menyebabkan zat amonia membusuk dan menimbulkan perkembangan penyakit baik bagi burung puyuh maupun lingkungan sekitar. Untuk itu, kotoran burung puyuh harus segera dibersihkan dari kandang burung puyuh dan diolah agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. (Suwarna- Pusluhtan) Sumber : https://www.ilmuternak.com/2016/07/cara-fermentasi-kotoran-feses-puyuh-dengan-mudah.html Diakses pada tanggal 01 April 2019 jam 10.05 Wib https://manfaat.co.id/manfaat-kotoran-puyuh Diakse pada tanggal 02 April 2019 Jam 10.10 Wib https://www.fauna.id/keuntungan-beternak-burung-puyuh/ Diakses pada tanggal 03 April 2019 Jam 11.00 WIB http://www.peksigunaraharja.com/artikel/ada-manfaat-pada-kotoran-puyuh Dikases tanggal 04 03 April 2019