Loading...

FERMENTASI URINE SAPI

FERMENTASI URINE SAPI
Teknologi fermentasiFermentasi merupakan aktivitas mikroorganisme baik aerob maupun anaerob yang mampu mengubah atau mentranspormasikan senyawa kimia ke subtrat organik (Rahman,1989). Selanjutnya Winarno (1990) mengemukan bahwa fermentasi dapat terjadi karena ada aktivitas mikroorganisme penyebab fermentasi pada subtrat organik yang sesuai, proses ini dapat menyebabkan perubahan sifat bahan tersebut.Joo. Y.H (1990). Melaporkan bahwa teknologi fermentasi anaerob untuk skala petani telah banyak dikembangkan, dimana hasilnya pupuk kandang dikonversikan tidak hanya dalam bentuk pupuk organik cair yang bagus tetapi juga dalam bentuk biogas yang berenergi tinggi.Prinsip dari fermentasi anaerob ini adalah bahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba dalam kisaran temperatur dan kondisi tertentu yaitu fermentasi anaerob.Studi tentang jenis bakteri yang respon untuk fermentasi anaerob telah dimulai sejak tahun 1892 sampai sekarang. Ada dua tipe bakteri yang terlibat yaitu bakteri fakultatif yang mengkonversi sellulola menjadi glukosa selama proses dekomposisi awal dan bakteri obligate yang respon dalam proses dekomposisi akhir dari bahan organik yang menghasilkan bahan yang sangat berguna dan alternatif energi pedesaaan.( Joo, 1990). Dampak LingkunganAda beberapa dampak lingkungan dari penggunaan pupuk organik cair. Dampak tersebutsangat berhubungan dengan kandungan dari pupuk organik cair yang terbuat dari Hijauan tersebuta. Tanah menjadi gemburb. Daun tanaman tidak kakuc. Daya tahan tanaman meningkat Pupuk CairSelama ini masih jarang penggunakan urine sapi sebagai pupuk padahal urine sapi memiliki prospek yang bagus untuk diolah menjadi pupuk cair karena mengandung unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman secara lengkap seperti N, P, K, Ca, Mg yang terikat dalam bentuk senyawa organik. Urine sapi yang paling baik untuk diolah menjadi pupuk cair adalah urine sapi murni segar (kurang dari 24 jam) yang belum bercampur dengan cemaran lain yang ada dalam kandang. A. BAHAN :1. Urine : 50 liter2. Susu Segar : 2,5 liter3. Tetes/ Larutan Gula Merah : 2,5 liter4. Trasi : 6 Ons5. Dekomposer/ Starter : 1 Liter6. Empon-empon :- Kunyit : 1 Kg- Temu Ireng : 1 Kg- Jahe : 1 Kg- Laos : 1 Kg4 kg B. ALAT :? Drum Plastik? Plastik? Tali Karet? Pengaduk? Penumbuk / Blender? Ember? Timbangan dan Alat Pengukur Air C. CARA :? Haluskan semua bahan yang kasar;? Campur jadi satu semua bahan yang telah di haluskan;? Aduk searah sampai rata / bercampur;? Bacem / fermentasi ramuan tersebut selama + 14 hari;? Tutup rapat Drum plastik dengan plastk lalu tuangkan air 1-2 gelas diatasnya;? Setiap 24 jam sekali diaduk searah secara pelan-pelan. D. APLIKASI :- Semprot atau dikocor ketanaman : 250 ml ramuan / fermentasi urine campur dengan air 15 ltr.