Dalam rangka pelaksanaan Farmer Field Day (FFD) kegiatan demplot Climate Smart Agriculture (CSA) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) dilakukan panen raya di lokasi demplot dan pertemuan petani, penyuluh serta pemangku kebijakan terkait bidang pertanian. Acara dilaksanakan di kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Polongbangkeng Utara, Kab. Takalar pada hari Senin, 8 Agustus 2022. Hadir dalam acara tersebut Kepala Seksi Penyuluhan, UPT PSDMP Dinas TPHBUN Prov. Sulsel, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Takalar, Kepala BPS Kab. Takalar, Camat Polongbangkeng Utara, perwakilan Koramil dan Polsek setempat, Lurah, Penyuluh dan anggota kelompoktani memenuhi aula BPP Polongbangkeng Utara. Panen raya dilakukan secara simbolis dan diperoleh hasil ubinan sebanyak 8,1 ton/ha pada demplot CSA dan 5,8 ton/ha pada demplot nonCSA. Hal ini membuktikan bahwa adopsi teknologi CSA dapat menghasilkan produktivitas padi yang lebih tinggi dibanding nonCSA. Dengan hasil yang tinggi, diharapkan adopsi teknologi ini dapat disebarluaskan kepada para petani hingga di luar lokasi demplot. Teknologi CSA juga berperan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan suhu bumi semakin meningkat. Peningkatan suhu bumi menimbulkan dampak seperti bencana kekeringan, banjir, meningkatnya serangan OPT dan bergesernya musim hujan dan kemarau. Hal ini dapat menurunkan produksi pertanian dan mempengaruhi ketahanan pangan. ”Indonesia bisa bertahan di masa pandemi karena aktivitas pertanian, saya berharap seluruh unsur terkait untuk bersama-sama membantu petani untuk bisa mewujudkan ketahanan pangan. Tugas pemerintah adalah menjaga perut rakyat, jika perut aman, hati senang, pikiran pun tenang,” ujar Camat Polongbangkeng Utara yang baru sebulan bertugas memimpin kecamatan ini. Kepala Seksi Penyuluhan Pertanian, UPT PSDMP Dinas TPHBUN Prov. Sulsel, Hartati, SP, MM dalam sambutannya menyampaikan selisih produktivitas antara demplot CSA dan nonCSA di Polongbangkeng Utara cukup signifikan yakni 2,3 ton/ha. Para penyuluh mengedukasi petani untuk mengadopsi teknologi CSA diantaranya adalah penggunaan varietas unggul benih rendah emisi, sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati, dan pengairan berselang. Kalau ada kegiatan pertanian agar disampaikan kepada Pak Camat supaya disebarluaskan kepada warganya khususnya petani. Kepala BPS Kab. Takalar, Ir. Ari Prihandini, M.Si., yang turut memberikan sambutan dalam kesempatan ini meminta bantuan informasi panen untuk mendukung pengambilan data ubinan dari BPS, karena sekarang panen sangat cepat menggunakan mesin combine, kalau tertinggal maka tidak ada lagi ubinan yang bisa diambil. Ari Prihandini juga meminta kesediaan segenap hadirin untuk mendukung sensus pertanian yang akan dilaksanakan pada tahun 2023. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Takalar, menyampaikan dalam sambutannya bahwa 76% mata pencaharian dari pertanian, sehingga jika hasil padi bagus, tidak ada lahan tidur, maka produksi meningkat, angkutan meningkat, perdagangan meningkat. Kalau produksi padi tidak bagus, maka orang akan keluar untuk mencari penghidupan di tempat lain. Mari kita berkolaborasi untuk pertanian yang lebih baik, mari kita bantu sensus pertanian tahun depan. Sambutan ditutup dengan penuturan selayang pandang kegiatan CSA oleh Alumni Trainer of Manager (TOM), Jufri T., SP dan diakhiri tanya jawab serta diskusi dengan petani dan penyuluh yang melaksanakan kegiatan demplot CSA SIMURP. Dwi Arnir Wanayenti, SP Penyuluh Pertanian DTPH-BUN Prov, Sulsel