Loading...

FFD Demplot Perbanyakan Benih Padi di BPP Ganra

FFD Demplot Perbanyakan Benih Padi di BPP Ganra
Farm Field Day atau Hari Temu Lapang Petani merupakan salah satu metode pemberdayaan yang dilakukan untuk petani yang mana telah dirancang sedemikian rupa melalui pertemuan antara petani, penyuluh, dan pemerintah dengan tujuan untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan diharapkan adanya umpan balik dari petani itu sendiri mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam berusahatani. Bertempat di BPP Ganra Kabupaten Soppeng, pada hari rabu tanggal 7 September 2022 telah dilaksanakan kegiatan Farm Field Day (FFD) Demplot Perbanyakan Benih Padi Program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management Of Irrigation Project) Tahun 2022. FFD ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari para PPL dan Petani dari wilayah Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 wita sampai pukul 14.00 wita. Mengawali kegiatan hari itu, dilaksanakan pengambilan ubinan di lokasi demplot oleh petugas Koordinator Statistik Kecamatan Ganra (Badan Pusat Statistik) dibantu oleh penyuluh pertanian setempat. Hasil ubinan yang diambil dari 3 titik pengambilan sampel menunjukkan produktifitas rata-rata sekitar 7,10 ton/ha (Varietas Mekongga). Pada kesempatan tersebut turut hadir Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng, Koordinator Statistik Kecamatan Badan Pusat Statistik (KSKBPS) Kabupaten Soppeng, Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kabupaten Soppeng dan Koordinator BPP Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng serta Fungsional Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan Demplot Perbanyakan Benih Padi Program IPDMIP Tahun 2022 ini dilaksanakan di lahan garapan BPP Ganra seluas 1 (satu) ha. Adapun bantuan sarana produksi yang dialokasikan pada kegiatan ini berupa benih pokok padi (Varietas Mekongga), Pupuk Urea non subsidi, Pupuk NPK non subsidi, Pupuk ZA nonsubsidi, Insektisida, Fungisida dan Herbisida. Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UPT PSDMP Dinas TPHBUN Sul Sel yang telah mengalokasikan kegiatan Demplot Perbanyakan Benih Padi Program IPDMIP Tahun 2022. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan tersedianya benih padi yang berkualitas dengan kemurnian genetik yang baik secara mencukupi dan berkelanjutan bagi petani di lokasi sasaran kegiatan IPDMIP. Lebih lanjut beliau menyampaikan sedikitnya ada 6 (enam) hambatan dan tantangan yang dihadapi selama ini di Kabupaten Soppeng antara lain (1)ketersediaan pupuk, benih dan serangan hama/penyakit, (2) anomali dampak perubahan iklim, (3) rantai distribusi pangan yang Panjang, (4) E-RDKK, KUR, koorporasi petani, (5) Kondisi infrastruktur pertanian , (6) kelembagaan petani. Fasilitator dari Pengawas Benih Tanaman (Colli, SP) menyampaikan bahwa seleksi benih padi melalui tiga fase yakni (1) fase vegetatif yang fokus terhadap tipe petumbuhan, warna daun, dan lebar daun, (2) fase berbunga yang fokus pada tinggi tanaman, daun bendera, dan keadaan tanaman, dan (3) fase generatif yang fokus pada bentuk tipe malai, leher malai, dan warna gabah. selaku fasilitator juga menyampaikan bahwa ada 4 (empat) faktor penting yang harus dihitung dalam pengambilan ubinan yakni jarak tanam, jumlah anakan per rumpun, jumlah bulir per malai dan jumlah bobot atau gram per 1.000 bulir. Terakhir Farm Field Day diharapkan dapat menjadi forum berbagi informasi, menggali potensi, masalah dan hambatan yang ditemui oleh para petani dalam melaksanakan kegiatan usahataninya. Ir. Syamsuriah, MM (Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas TPHBUN SulSel)