FFD SL PTT Komoditas Kedelai Hari Rabu tanggal 11 September 2013 bertempat di rumah Ketua Kelompoktani Karya Tani I, Desa Karang Melok Kecamatan Tamanan diadakan acara FFD ( Farm Field Day ) SL PTT ( Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu ) dengan Komoditas Kedelai. Kegiatan SL PTT yang dilakukan oleh Kelompoktani Karya Tani I, menggunakan anggaran dari APBD II. Hadir dalam kegiatan FFD tersebut antara lain Kepala Dinas Pertanian Ir. Wahjudi Triatmadji, Kepala Kantor Kecamatan Tamanan Dwi Wahyudi, S Sos, MM, Kepala Bidang Tanaman Pangan Ir. Didik Hadiono, MSi, Kepala Desa Tamanan Abdul Hamid serta beberapa petugas lapang dari Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso. Pada pelaksanaan FFD tersebut selain dihadiri oleh anggota kelompoktani Karya Tani I, juga dihadiri oleh para anggota kelompoktani yang juga melaksanakan kegiatan SL PTT Komoditas Kedelai yaitu kelompoktani dari Kecamatan Tenggarang dan Kelompoktani dari Kecamatan Grujugan. Pada pelaksanaan FFD komoditas kedelai kali ini varietas kedelai yang digunakan adalah Baluran, dengan menggunakan pupuk Urea 25 kg, pupuk NPK 40 kg, pupuk KCl 75 kg, pupuk SP 36 100 kg, pupuk organik 1000 kg dan pupuk organik cair 40 ltr. Dari hasil ubinan ( 2,5 X 2,5 mtr ) didapat biji kedelai (ose ) seberat 1,65 kg, sehingga apabila dikonversi akan menghasilkan 2,64 ton / ha kedelai. Pelaksanaan FFD juga diadakan game atau permainan berupa menebak hasil ubinan kedelai yang dilakukan. Bagi 5 orang yang penebak yang tepat atau mendekati hasil ubinan akan mendapat bonus Rp. 100.000,- dari Kepala Dinas Pertanian, selain hadiah yang memang sudah disediakan oleh pihak panitia. Kepala Dinas Pertanian Ir. Wahjudi Triatmadji pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada para kelompoktani yang telah melaksanakan kegiatan SL PTT Kedelai kali ini, dimana pada saat ini negara kita sedang mengalami kelangkaan kedelai di beberapa tempat. Ditekankan pula agar para petani khususnya yang ada di Kecamatan Tamanan untuk terus melakukan budidaya kedelai, karena seperti kita ketahui bersama Kecamatan Tamanan adalah sentra industri tahu. Menurut Kepala Dinas Pertanian akan menjadi kontradiktif apabila Kecamatan Tamanan yang terkenal dengan industri tanu, tetapi kedelai yang digunakan diperoleh dari luar wilayah ( import ). Para petani yang akan melaksanakan budidaya kedelai akan terus mendapat pendampingan dan bimbingan oleh para petugas lapang yang ada di wilayah masing-masing kelompoktani. Bagi para petani yang mau menanam kedelai Kepala Dinas Pertanian juga berjanji akan mengusahakan bantuan alsintan berupa mesin pompa dan hand traktor. Acara FFD SL PTT Komoditas Kedelai ditutup dengan ramah tamah antara para petani dengan Kepala Dinas Pertanian beserta jajarannya. Sigit Zulkarnain Penyuluh Pertanian Madya Diperta Bondowoso.