Loading...

FFD SLPHT Kelompok Tani Budi Utomo Desa Prampelan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

FFD SLPHT Kelompok Tani Budi Utomo Desa Prampelan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak
Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi dalam mendukung target nasional surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014, dilaksanakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit yang dilaksanakan di Kelompok Tani Budi Utomo Desa Prampelan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Laboratorium PHP Semarang Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura bekerja sama dengan Kelompok Tani Budi Utomo serta PPL BPK Sayung . Pada Tanggal 12 Agustus 2013 dilaksanakan FFD/Hari Lapang Petani di Balai Desa Prampelan dalam rangka memaparkan hasil kegiatan Kaji Terap dengan berbagai perlakuan, dalam kegiatan ini beberapa hal yang menjadi obyek pengamatan yang diantaranya : 1. Membandingkan antara tanaman dengan PHT dengan Non PHT. 2. Studi tentang perlakuan penyiangan menggunakan gosrok pada jarak tanam jajar legowo 2. 3. Studi tentang pemotongan daun. 4. Studi dosis penggunaan pupuk. 5. Perlakuan penggunaan PGPR (Plant Grow Promotion Rhizobacterium) terhadap pertumbuhan tanaman. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Koordinator PHP Kabupaten Demak ( Mujiyanto, SP), Bappeluh KP Kabupaten Demak (Budi Sulistyawan, SP), PHP Kecamatan Sayung (Budhi Santoso, SP), PPL BPK Sayung (Supriyanto, SP dkk)dan Kades Desa Prampelan (Ahmad Muklis). Adapun hasil kegiatan ini ditemukan bahwa berbagai perlakuan yang telah dilaksanakan memberikan informasi bahwa : 1. Perbedaan produktifitas terlihat antara lahan PHT dengan Non PHT dimana serangan penyakit xhantomonas di lahan PHT hanya 2,5 % sedangkan dilahan non PHT 3,5 % demikian juga produktifitasnya di lahan PHT sebesar 8,1 ton/ha sedangkan di non lahan PHT hanya sebesar 4,8 ton/ha . 2. Perbedaan pada studi perlakuan penyiangan dimana tanaman padi dengan penyiangan 2 kali diperoleh hasil ubinan 3,7 kg sedangkan perlakuan penyiangan 1 kali diperoleh 3,1 kg. 3. Perbedaan pada studi perlakuan pemotongan daun sebagai modifikasi serangan hama putih palsu dengan pemotongan 20 %, 40% dan 60 % ternyata hasil yang diperoleh tidak ada bedanya. Sehingga disimpulkan bahwa serangan hama putih palsu sampai 60 % sebenarnya tidak menyebabkan penurunan hasil produksi. 4. Perbedaan pada dosis penggunaan pupuk memberikan perbedaan hasil dimana pengurangan penggunaan Urea dan penambahan pupuk organic dapat meningkatkan prosuktifitas. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan urea yang berlebihan tidak memberikan peningkatan produksi justru dapat mengurangi. 5. Perbedaan perlakuan penggunaan PGPR memberikan peningkatan produktifitas pada lahan PHT dimana pengaruh perbaikan pada perakaran dapat memberikan sumbangan terhadap peningkatan produksi . Diharapkan dengan hasil kajian/studi ini yang dilaksanakan oleh Kelompok tani menjadi acuan/patokan dalam upaya bagaimana meningkatkan produksi bagi anggotanya. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari anggota dimana peserta FFD cukup banyak dan antusias mengikuti pelaksanaan FFD dari awal sampai akhir. Kelompok tani Budi Utomo juga telah mengembangkan PGPR sendiri sehingga diharapkan dapat dikembangkan oleh anggota kelompok (ed. Budi S, SP).