Organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tembakau (Nicotiana tabacum L) cukup banyak jenisnya baik yang menyerang di lapangan maupun di gudang pengolahan dan penyimpanan. Ada beberapa jenis OPT yang menyerang di lapangan yaitu: 1. Puru akarGejala tanaman yang terserang, tanaman muda yang terserang tampak layu dan lama-lama mati. Pada saat tanaman dicabut, tampak ada benjolan (puru) pada akarnya. Penyebab dari puru akar adalah Meloidogyne sp yaitu nematode berbentuk cacing kecil yang mampu bertelur sebanyak 800-3.000 butir dan mempunyai kemampuan beradaptasi secaracepat. Nematoda ini bersifat polifag sehingga banyak tanaman dapat dijadikan sebagai inangnya diantaranya semua solanaceae. Cara pengendaliannya dilakukan secara biologis dengan menanam varietas yang resisten, melakukan sterilisasi pada bedengan dan dapat dilakukan pula dengan mengadakan rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup nematode, Pengendalian secara kimia menggunakan Furadan 3G, Vydate 10G dan Temik 10G, 2. Ulat tanah (Agrotis ipsilon H) Gejala yang nampak tanaman muda rusak akar, batang dan daunnya Jika serangan berat batangbisa terpotong. Penyebab rusaknya tanaman adalah ulat tanah. Ulat ini mempunyai tanaman inang banyak seperti warga solanaceae, kapas, tebu, jeruk, kopi,bawang, kacang tanah dan rumput-rumputan. Ulat betina mampu menghasilkan telur sebanyak 500-2.500 butir. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan Azodrin 15 WSC, Gardona 24 EC. 3. Ulat grayak (Spodoptera litura Fabricius)Gejala serangan adalah daun yang masih muda rusak dan berlubang-lubang. Penyebab serangan adalah ulat grayak yang mampu bertelur 2.000-3.000 butir, hama ini termasuk polifag dan suka menyerang inangnya pada malam hari. Pengendaliannya dapat dilakukan secara mekanik yaitu dengan mengambil telurnya kemudian dimusnahkan, ulat dewasa dibasmi dengan caramemasang perangkap cahaya. Secara kimiawi dapat dilakukan dengan Tamaron 200LC dan Thiodan 35 EC.. 4. Semut api (Solenopsis geminate Fabr)Gejala yang tampak batang dan akar rusak terlihat seperti bekas gigitan. Penyebabnya adalah semut api yang bersarang didalam tanah dan bila menggigit rasanya panas. Pengendalian dilakukan dengan mengecambahkan benih sebelum disemaikan. 5. Gangsir (Brachytrypes portentosus)Gejala tanaman rusak pada bagian akar, batang dan daun. Penyebab serangan adalah gangsir. Pengendalian dilakukan dengan cara mekanik yaitu menangkap gangsir kemudian dimusnahkan atau diumpankan pada ternak ayam. Sedang secara kimiawi dilakukan dengan memasukkan Diazinon keliang gangsir. 6. Ulat daun (Prodenia litura)Gejala pada daun yang tua pecah/robek sehingga jika dibawa ke gudang pemeraman menjadi rusak. Penyebab serangan adalah ulat daun mampu bertelur 2.000-3.000 butir. Tanaman inang yaitu kedelai, kacang tanah, cabai, bawang merah, kangkung genjer, jarak, murbei dan bayam. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis yaitu mengambil ulatnya lalu dibuang, pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menyemprotkan insktisida (Thiodan) dua kali semingg sejak bibit berumur 12-40 hari. 7. Ulat kilan (Plusia signata) Gejala yang terlihat daun tampak rusak dan dapat menakibatkan kerugian sekitar 20%. Penyebab kerusakan ini adalah ulat kilan yang berwarna hijau. Kupu-kupunya mampu bertelur sebanyak 1.000 butir. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis yaitu mengambil ulatnya lalu dibuang, pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menyemprotkan insktisida (Thiodan) dua kali seminggu sejak bibit berumur 12-40 hari 8. Kutu tembakau (Myzus percisae)Gejala daun kering sebagian dan akhirnya sobek. Sebelum kering, daun tampak berwarna kuning tidak tidak merata dan pertumbuhan tanaman tidak sempurna. Penyebab nya adalah kutu tembakau. Kutu ini menyerang ketika cuaca kering. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti Anthio 25,01 formulasi.9. Kepik hijau Gejala daun layu setempat akhirnya menjadi kering karena cairan daunnya diisap predator. Penyebabnya adalah kepik hijau. Pengendalian dilakukan dengan menangkap dan memusnahkannya 10. Hama meteng (Genorimoschema heliopa)Gejala tulang daun tembakau di pesemaian dan dilapangan membengkak sehingga pertumbuhannya terhambat. Penyebabnya adalah hama meteng yang kupunyamampu bertelur sebanyak 200-300 butir. Tanaman inang selain tembakau adalah bayamduri. Pengendalian dilakukan dengan menanam varietasyang resistenatau dapat dilakukan dengan memotong bagian yang terserang dan memnakarnya. Adapun hama yang menyerang tembakau di tempat pemeraman/gudang antara lain: 1. Lasioderma serricorne dengan .gejala tembakau krosok tampak berlubang-lubang kecil dan kotor, kadang terlihat larva hama penyerang. Penyebab serangan adalah larva kumbang Lasioderma serricorne. Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan gudang tempat pemeraman, menangkap hama dengan bantuan cahaya lampu. Yang dipasang setiap pukul 18.00 – 06.00 atau dengan menyemprot dengan CS2. 2. Ngengat tembakau (Setomorpha margalaes triata Gejala Nampak bagian pinggir daun tembakau didalam bal tampak rusak. Penyebab kerusakan adalah ngengat yangber warna coklat kehitaman dengan panjang4,5-6 mm. Ngengat betina mampu bertelur sebanyak 140 butir . Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan gudang tempat pemeraman, menangkap hama dengan bantuan cahaya lampu. Yang dipasang setiap pukul 18.00 – 06.00 atau dengan menyemprot dengan CS2. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : Dari Berbagai Sumber