Loading...

Genjot Produktivitas Inpago 9 di Lahan Kering

Genjot Produktivitas Inpago 9 di Lahan Kering
Untuk menggenjot produksi padi adalah mengembangkan varietas padi dengan produktivitas tinggi. Varietas unggulan yang turut dikedepankan saat ini adalah varietas Inpago 9. Inpago 9 merupakan salah satu varietas inbrida padi gogo yang dikhususkan untuk lahan kering. Selama ini untuk meningkatkan produksi padi 90 persen masih berkonsentrasi pada lahan sawah irigasi. Padahal pemanfaatan lahan kering untuk budidaya padi memiliki potensi yang masih sangat besar mencapai 148 juta ha.Padi gogo bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan lain, seperti singkong dan jagung, ataupun dengan tanaman tahunan seperti jati, kelapa dan karet.Berdasarkan hasil uji lapangan yang ditanam pada lahan sawah produktivitas Inpago 9 mencapai 8 s/d 9 ton/ha. Potensi yang dimiliki varietas tersebut sangat menjanjikan karena varietas padi gogo lainnya hanya memiliki produktivitas rata-rata di bawah 6 s/d 7 ton/ha (Bbpadi). Selain produktivitasnya yang tinggi, Inpago 9 juga tahan terhadap kekeringan. Varietas ini merupakan hasil persilangan yang dilakukan oleh pemulia tanaman di BB Padi dengan menggunakan salah satu induk padi gogo asal Afrika yang tahan kekeringan. Varietas Inpago 9 dianjurkan untuk ditanam di lahan subur wilayah Jawa dan lahan kering masam Podsolik Merah Kuning (PMK) yang banyak tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan pengalaman petani bahwa Inpago 9 memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit blas yang selama ini menjadi momok bagi petani. Petani harus mengeluarkan banyak biaya membeli obat-obatan untuk menanggulangi penyakit blas, namun dengan penggunaan varietas Inpago 9 dapat mengurangi biaya penyemprotan pestisida.Upaya untuk meningkatkan produktivitas Inpago 9 di lahan kering dapat memanfaatkan sumberdaya air hujan dan teknologi konservasi.1. Curah hujanPertumbuhan tanaman di lahan kering secara langsung dipengaruhi oleh faktor iklim terutama curah hujan yang langka terjadi. Lahan kering juga seringkali mendapat berbagai tekanan karena kekeringan, keracunan dan kekahatan berbagai unsur-unsur hara, serta gangguan berbagai penyakit dan gulma. Curah hujan dapat dimanfaatkan secara seksama di lahan-lahan kering, lebih baik lagi jika dimanfaatkan secara efisien sehingga dapat mendukung proses produksi tanaman. 2. Pengendalian erosi tanahPengendalian erosi tanah pada lahan kering dapat dilakukan dengan usahatani konservasi. Penerapan teknik konservasi tanah berperan penting dalam meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki sifat lahan yang rusak, dan upaya- upaya pencegahan kerusakan tanah akibat erosi. Teknik konservasi tanah secara vegetatif adalah penggunaan tanaman maupun sisa-sisa tanaman sebagai media pelindung tanah dari erosi, penghambat laju aliran limpas permukaan, peningkatan kadar lengas tanah, serta perbaikan sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Teknik konservasi tanah secara kimiawi adalah penggunaan bahan kimia, baik organik maupun anorganik, yang bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dalam menekan laju erosi. Upaya unutk meningkatkan produktivitas padi Inpago 9 maupun padi gogo lainnya yaitu dengan menggunakan paket teknologi Larikan Gogo (LARGO) super. Melalui paket teknologi ini, yaitu dengan mengatur jarak tanam yang memungkinkan proses fotosintesis lebih optimal. Selain itu penanaman benih juga bisa dengan penggunaan alat tanam tebar benih langsung dan pemberian pupuk hayati berupa pupuk berbasis mikroba non patogenik yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Dalam paket ini pula, petani dianjurkan untuk menggunakan bioprotektor untuk mengendalikan hama pada pertanaman padi. Produksi padi di lahan kering harus diupayakan menjadi pertanian yang modern dan ramah lingkungan.Ruslia AtmajaSumber : Bbpadi Badan Litbang Pertanian