Loading...

GERAKAN MASSAL PENGENDALIAN HAMA WERENG DI KELOMPOK TANI EKO KAPTI ,KEL. SURODIKRAMAN KECAMATAN PONOROGO KABUPATEN PONOROGO

GERAKAN MASSAL PENGENDALIAN HAMA WERENG DI KELOMPOK TANI EKO KAPTI ,KEL. SURODIKRAMAN KECAMATAN PONOROGO  KABUPATEN PONOROGO
Gerakan Pengendalian Hama wereng pada tanaman padi ada 4 jenis ,yaitu Wereng coklat ( Nila parvata lugens stal ),wereng punggung putih ( Sogatella furcifera horvath ),wereng hijau ( Nephotetik SPP ),dan werenmg loreng ( Recilia dorsatis motsch ). Dua jenis yang disebut pertama dikenal sebagai wereng batang ( plant hopper ),sedang dua yang terakhir dikenal sebagai wereng daun ( Leaf hopper ). Diantara keempat jenis wereng tersebut yang sering menimbulkan kerugian adalah wereng coklat dan wereng hijau. Timbulnya Hama Wereng coklat dengan adanya curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan tanaman padi mati kekeringan dan nampak seperti terbakar ( hopper burn ) atau puso, serta dapat menularkan beberapa jenis penyakit virus. Sedangkan wereng hijau walaupun kerusakan langsung yang ditimbulkanya tidak begitu nyata, tetapi dapat menularkan virus Tungro. Wereng coklat merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi, karena pada serangan yang berat dapat menyebabkan puso (gagal panen). Hama wereng menyukai tanaman yg dipupuk N dosis tinggi dengan jarak tanam rapat, dengan siklus hidup 21-33 hari. Sedangkan stadia rentan adalah sejak pembibitan hingga fase masak susu. Hama ini menghisap cairan tanaman pada sistem vaskuler (pembuluh). Tanaman padi yang terserang hama wereng coklat menunjukkan gejala menguning dan mengering dengan cepat. Umumnya gejala terlihat mengumpul pada satu lokasi dan melingkar (hopperburn). Selain sebagai hama, wereng coklat juga merupakan vektor (penular) penyakit virus kerdil rumput pada tanaman padi. Pada tanggal 4 Maret 2021 bertempat di lahan sawah Kelompok Tani Eko Kapti Kelurahan Surodikraman Kec Ponorogo Kab Ponorogo diadakan gerakan massal pengendalian hama wereng yang dihadiri oleh POPT PHP Bpk Paino,SP, PPL Wilbin Indah Bangun, dan 15 anggota kelompok tani. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya laporan petani dan poktan tentang adanya serangan hama wereng coklat yang menyerang pertanaman padi di Kelurahan Pakunden yang terdiri dari Varietas Ir 64 dan Ciherang. Umur tanaman padi bervariasi yaitu 10 – 25 HST dengan luas hamparan yang terserang yaitu 2 Ha. Rekomendasi dari POPT PHP dan PPL Wilbin yaitu : 1. Pengaturan pola tanam dan penanaman serempak 2. Pergiliran Tanaman. 3. Menanam varietas tahan wereng secara bergiliran. 4. Eradikasi Tanaman Terserang. 5. Dilakukan pengamatan secara intensif karena padi yang terserang masih dalam masa pertumbuhan vegetatif 6. Perlu pemberian kapur pertanian/kapur dolomit 7. Pengairan berselang pada tanaman padi 8. Pengendalian hayati. Sesungguhnya dilapangan terjadi pengendalian secara hayati yang dilakukan oleh musuh alami wereng coklat,diantara musuh alami wereng coklat tersebut yang paling efektif adalah : Laba –laba predator Lycosa pseudua anhsata.Laba – laba ini dapat memangsa 10-20 ekor imago atau 15- 20 nimfa setiap hari.Predator lain yang tercatat adalah kepik Microvalia douglasi dan Cyrtorhinus lividipennis,kumbang Paederus Puscipues 9. Pengendalian Kimiawi. Pengendalian kimiawi dilakukan apabila cara cara lain tidak mungkin lagi dan populasi wereng sudah berada diatas ambang ekonomi. Ambang ekonomi yang telah ditetapkan adalah rata rata 5 ekor per rumpun untuk tanaman padi berumur kurang dari 40 hari atau rata rata 20 ekor per rumpun untuk tanaman padi berumur lebih dari 40 hari setelah tanam. Penggunaan Insektisida diusahakan sedemikian rupa sehingga efektif, efisien dan aman bagi lingkungan. admin-Ponorogo/Joesoef Soegiarto,SP