Loading...

GERAKAN MASSAL PENGENDLAIAN WERENG DI PUCUNG KIDUL KROYA

GERAKAN MASSAL PENGENDLAIAN WERENG DI PUCUNG KIDUL KROYA
Petani yang tergabung dalam kelompoktani Tani Sejahtera Desa Pucung Kidul Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, Jumat 7 Maret 2014 melakukan Gerakan Penyemprotan Pengendalian Hama dan Penyakit pada hamparan tanaman padi sawah seluas 17 hektar. Gerakan pengendalian secara masal yang difasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan Kroya dan Labiratorium Pengendalian Hama dan Penyakit Banyumas tersebut untuk yang pertama kalinya dilakukan, setelah sebelumnya hanya dilakukan perbagian-bagian oleh para petani. Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Kecamatan Kroya, Nasir, SP., disela-sela kesibukannya memimpin gerakan pengendalian hama dan penyakit mengakui, tingkat serangan hama dan penyakit kali ini cukup serius dan telah merusak sedikitnya 20 persen hamparan padi milik petani yang tergabung dalam kelompoktani Tani Sejahtera Desa Pucung Kidul ini. Ancaman serangan hama dan penyakit didominasi oleh hama wereng dan penggerek batang patah leher serta serangan hama tikus yang dirasakan semakin parah dan anonali cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini.” Wereng sekarang ini seakan semakin kebal dan resisten terhadap pengendalian dengan obat-obatan kimiawi.” Aku Nasir. Hal senada diakui, Ketua kelompoktani Tani Sejahtera Desa Pucung Kidul, Diman yang menyatakan, para petani yang tergabung bersama Kelompoktani Tani Sejahtera sebenarnya sudah menerapkan pergiliran tanam Padi, Padi, dan Palawija. Hanya saja diakui Diman, para petani masih menanam varietas padi yang beragam yaitu Ciherang, Ir, 64 dan ada sebagian yang menanam beras ketan, dengan jadwal tanam yang tidak serempak. Diperkirakan, kerugin akibat serangan hama wereng, penggerek batang patah leher dan tikus ini, kerugian dapat mencapai 7 sampai 8 kwintal dari sekitar 5,6 ton rata-rata produksi perhektar pada musim tanam sebelumnya. “Karenanya melalui gerakan ini kami sangat berharap tingkat serangan dapat diturunkan dan hasil panen kami nantinya dapat diselamatkan.” Harap Diman. Hamparan tanaman padi seluas 17 hektar milik Kelompoktani Tani Sejahtera merupakan salah satu hamparan areal pertanaman padi tadah hujan yang dinilai cukup potensial dan menjadi sumber pendapatan utama bagi petani di Desa Pucung Kidul Kecamatan Kroya. Hal tersebut diakui, Kepala Desa Pucung Kidul Sutrisno yang menegaskan, sektor pertanian terutama tanaman pangan padi sawah menjadi sektor pendorong utama pembangunan di Desa Pucung Kidul. Sektor pertanian diakuinya mampu memberikan pengaruh ganda atau multiflier effeck bagi pengembangan struktur perekonomian lainnya di wilayah desanya. “Saya sangat prihatin, perekonomian desa saat ini terancam sakit, petani tak berproduksi dan sektor usaha perdaganganpun dapat kolap.” Aku Kepala Desa Pucung Kidung, Sutrisno. Karenanya sebagai bentuk keperdulian bersama antara aparatur desa bersama para penyuluh, secara bersama dilaksanakan gerakan pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan insektisida dengan bahan aktif Dimehipo 450 G sebanyak 10 liter. Sementara itu Kepala Sub Bagian Perencanaan, Edy Margono, SP., ketika hadir di lokasi kegiatan mewakili Plt. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap menyatakan, selain faktor iklim dan resistensi terhadap pengendalian, serangan hama penyakit pada hamparan lahan sawah tadah hujan milik kelompoktani Tani Sejahtera disebabkan karena adanya kelebihan unsur N pada kegiatan pemupukan dan jarak tanam yang terlalu rapat. Karenanya ke depan, kepada para petani diminta agar dapat menanam varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW), pola tanam jajar legowo dan pengendalian dengan 4 Tepat ( Waktu, Dosis, Tempat dan Cara) seperti yang disuluhkan oleh penyuluh serta Petugas pengamat dan pengendali hama penyakit tanaman di lapangan. Sedangkan untuk mendukung kegiatan penyuluhan di lapangan, menurut Edi Margono, keberadaan Pamong Tani Desa sangat diperlukan, mengingat keberadaan penyuluh PNS dan THL-TBPP yang belum mampu mencukupi kebutuhan 1 Desa 1 Penyuluh. Diakui, saat ini belum semua desa dilengkapi dengan Pamong Tani Desa. (AP)