Loading...

Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi

Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi
Pada hari Jumat tanggal 19 Maret 2021 telah dilaksanakan gerakan pengendalian hama penggerek batang di Desa Pasirhuni Kecamatan Ciawi. Adapun Varietas tanaman padi di Desa Pasirhuni mayoritas Inpari 32 usia 30 – 45 HST, telah terserang hama penggerek batang dalam intensitas sedang. Penggerek batang padi menjadi hama utama yang menyerang tanaman padi di hamparan sawah blok pangaduan Desa Pasirhuni Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Hama penggerek batang menjadi kekhawatiran petani untuk musim tanam saat ini. Itulah sebabnya, PPL dan POPT bersama dengan kelompok tani Tanimukti dan unsur wilayah desa Pasirhuni bersemangat melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama penggerek batang padi dengan cara penyemprotan langsung di tanaman usia 30-50 HST. Hama penggerek batang padi mungkin sudah tidak asing lagi, karena merupakan salah satu hama utama bagi tanaman padi. hama ini menyerang tanaman padi sejak di persemaian hingga tanaman memasuki tahap matang. yang unik dari hama ini, serangan pada setiap tahap pertumbuhan tanaman mempunyai istilah yang berbeda. bila hama penggerek batang menyerang tanaman padi pada tahap vegetatif, maka disebut sundep. kehilangan hasil yang disebabkan oleh sundep, tidak terlalu besar karena tanaman masih mampu untuk membentuk anakan baru. bila hama ini menyerang pada tahap generatif, maka disebut beluk.pada tingkat serangan beluk yang tinggi, dapat menyebabkan jumlah malai berkurang sehingga dapat mempengaruhi hasil hingga 1-3%. Berdasarkan hasil identifikasi, ternyata ada 6 spesies penggerek batang padi di indonesia yaitu : penggerek batang padi kuning, penggerek batang padi putih, penggerek batang merah jambu, penggerek batang padi bergaris, penggerek batang padi berkepala hitam, dan penggerek batang padi berkilat. berdasarkan hasil pengamatan Asep Wahyu, SST (PPL ) dan Dadang Sulaeman, A.Md selaku petugas POPT, ternyata dari keenam spesies tersebut hanya ada 4 yang paling banyak ditemui di Desa Pasirhuni, sedangkan spesies penggerek batang padi kepala hitam dan penggerek batang padi berkilat jarang ditemukan karena populasinya rendah. Teknik pengendalian hama penggerek batang padi diantaranya sebagai berikut : pengaturan pola tanam tanam serentak untuk membatasi sumbermakanan bagi penggerek batang padi. rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama. pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi. jangan menanam bertepatan dengan puncak penerbangan ngengat. penanaman dapat dilakukan pada15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya apabila generasi penggerek batang padi di lapangan overlap. pengendalian secara mekanik dan fisik cara mekanik dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan dipertanaman. cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen. usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati