Loading...

GERAKAN PENGENDALIAN (GERDAL ) HAMA WERENG

GERAKAN PENGENDALIAN (GERDAL ) HAMA WERENG
Salah satu hama penting tanaman padi beberapa dekade ini yaitu hama wereng batang coklat (WBC), Nilaparvata lugens (Stal.)Wereng merupakan jenis serangga yang paling ditakuti oleh petani karena serangan populasi hama ini pada pertanaman padi bisa menyebabkan puso sehingga petani menjadi gagal panen. Kerusakan oleh hama ini terjadi secara mendadak karena perkembangan wereng berlangsung sangat cepat. Wereng menjadi hama penting yang berpotensi merusak langsung bagian batang tanaman padi. Hama itu memperoleh makanan dengan cara mengisap cairan pada batang tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan kecoklatan. Ledakan populasi hama wereng yang meluas pada areal pertanaman padi disebabkan oleh banyak faktor. Faktor tersebut antara lain musuh alami (predator, parasitoid, patogen), iklim, cara bercocok tanam padi, penggunaan pestisida, dan varietas. Kerusakan yang disebabkan dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung karena kemampuan serangga wereng coklat menghisap cairan jaringan tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati. Secara tidak langsung karena serangga wereng coklat dapat menjadi vektor virus penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Dengan menghisap cairan dari dalam jaringan pengangkut tanaman padi wereng coklat dapat menimbulkan kerusakan ringan sampai berat pada hampir semua fase tumbuh sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian). Gejala yang tampak dari serangan wereng coklat dapat terlihat dari daun yang menguning kemudian tanaman mengering dengan cepat (seperti terbakar). Gejala ini dikenal dengan istilah hopperbum. Dalam suatu hamparan gejala hopperbum terlihat sebagai bentuk lingkaran yang menunjukkan pola penyebaran wereng coklat yang dimulai dari satu titik kemudian menyebar ke segala arah dalam bentuk lingkaran. Dalam keadaan seperti ini populasi wereng coklat biasanya sudah sangat tinggi. Ketua kelompok tani beserta anggota kelompok tani Sedia Tani Kampung Gedung Biara melakukan penyemprotan Insectisida secara bersama yang dipandu oleh Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pengendalian serangan hama wereng pada areal tanaman padi salah satu anggota kelompok dan mencegah agar serangan hama wereng tidak menyebar ke areal tanaman padi anggota yang lain. Gerakan pengendalian hama dan penyakit ini juga biasa dilakukan pada saat tanaman padi berumur tujuh hari dan tiga puluh hari setelah tanam untuk mencegah serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Gerakan pengendalain hama dan penyakit di kelompok tani Sedia tani biasanya dikomandoi oleh Seksi pengendalian hama dan penyakit tanaman. Gerakan bersama ini bertujuan untuk mencegah tanaman terserang hama dan penyakit, meningkatkan produksi padi dan menjaga keakraban sesama anggota kelompok tani.