Loading...

GERAKAN PENGENDALIAN WBC POKTAN PAJU MULYA II, PAJU,PONOROGO

GERAKAN PENGENDALIAN WBC POKTAN PAJU MULYA II, PAJU,PONOROGO
Tahun 2021 Kabupaten Ponorogo setiap Kecamatan Mendapat 2 (dua) kegiatan Gerakan Pengendalian WBC Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara massal Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Kelompok Tani Paju Mulya 2, Kel. Paju, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, termasuk Gerdal hama Wereng Batang Coklat (WBC). Gerdal WBC dilakukan apabila sudah ada rekomendasi pengendalian dari petugas POPT setempat. Gerakan pengendalian diikuti oleh anggota kelompok tani (poktan) dan masyarakat sekitar, Penyuluh Pertanian, serta petugas POPT BPP Kecamatan Ponorogo. Gerdal biasanya dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 09.30 WIB. WBC merupakan hama yang menjadi momok bagi petani terutama pada komoditas padi. Kegiatan budidaya padi intensif memicu berbagai serangan hama dan penyakit, terutama WBC, karena menyebabkan serangan virus kerdil kumput maupun virus kerdil hampa dan berpotensi mengancam penurunan produksi padi Merebaknya serangan WBC dipicu oleh beberapa hal, yakni tanam tidak serempak, penggunaan varietas yang sama secara terus-menerus serta penggunaan pestisida yang melebihi dosis aturan pakai, bahkan penggunaan oli dan solar yang tidak pada tempatnya untuk menekan serangan WBC. Tujuan pelaksanaan kegiatan Gerdal WBC pada tanaman padi di Poktan Paju Mulya II adalah pertama dalam rangka melatih dan mensosialisasikan aplikasi penggunaan pestisida secara bijaksana kepada petani agar memperoleh hasil optimal yaitu dengan cara aplikasi secara serentak dan melibatkan banyak orang (petani). Tujuan yang kedua sebagai upaya mencegah penyebarluasan hama WBC yang menyerang tanaman padi di wilayah Kecamatan Ponorogo. Manfaat yang diperoleh dalam kegiatan Gerdal OPT WBC adalah meningkatnya pengetahuan petani mengenai penggunaan pestisida berdasarkan prinsip 5 T yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara aplikasi. Aplikasi penyemprotan insektisida harus secara serentak agar tidak terjadi perpindahan populasi WBC dari satu tempat ke tempat yang lain. Manfaat lain adalah menumbuhkembangkan jiwa gotong royong saling bahu membahu, saling peduli sesama petani untuk menyelamatkan hasil tanaman padinya. Sebelum kegiatan Gerdal dimulai, biasanya diberikan pengarahan terlebih dahulu oleh petugas. Dalam kesempatan tersebut dilakukan demonstrasi cara dan aplikasi Gerakan Pengendalian OPT WBC di lahan milik petani, dan diskusi perihal pelaksanaan kegiatan Gerdal WBC. Metode pengendalian dilakukan dengan penyemprotan serentak dengan bahan pengendali insektisida. Dalam pengendalian hama WBC, dikenal program pengendalian SPOT STOP yaitu upaya memberhentikan laju populasi WBC agar tidak eksplosif sehingga tidak menimbulkan titik spot (hopper burn). Apabila ada serangan WBC sesegera mungkin untuk diambil tindakan pengendalian agar serangan hama WBC tidak meluas yang berakibat pada kerugian petani. Dengan upaya gerakan pengendalian diharapkan dapat memberikan perlindungan khususnya tanaman padi untuk tercapai produksi sesuai yang diharapkan. Penulis : Admin Ponorogo,Joesoef Soegiarto,SP