Loading...

GERAKAN TANAM SORGUM DI KTT KERTIWINANGUN DESA BUKTI KEC.KUBUTAMBAHAN KAB.BULELENG - BALI

GERAKAN TANAM SORGUM DI KTT KERTIWINANGUN DESA BUKTI KEC.KUBUTAMBAHAN KAB.BULELENG - BALI
GERAKAN TANAM SORGUM DI KTT KERTIWINANGUN DESA BUKTI KEC.KUBUTAMBAHAN KAB.BULELENG BALI Oleh : I Made Carma . Gerakan tanam Sorgum dilaksanakan pada hari selasa tanggal 08 Desember 2020 bertempat di Kelompok Tani Ternak Kerti Winangun yang beralamat di Dusun Sanih Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng-Bali. Hadir pada acara tersebut : Bapak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Kabid TP (Ir. Gst Ayu Maya Kurnia,M.Si.), Kepala Seksi Produksi bidang TP ( Made Sumitriani.MP), Penyuluh Pertanian Kabupaten (Ir.Ni Putu Suastini,M.Si.) Koordinator PHP dinas Pertanian Kab.Buleleng, Koordinator/Ka.BPP Kubutambahan beserta PPL serta semua anggota KTT Kerti Winangun. Pengembangan tanaman sorgum ini bersumber dari dana APBN 2020 seluas 16,5 Ha,adapun sarana produksi yang diperoleh anggota yaitu benih varietas Sweet Sorgum 10 kg/ha dan pupuk NPK 15:15:15 (non subsidi) 100 kg/ha. Penanaman dilaksanakan pada lahan kering dengan ketinggian 83 m dpl,jenis tanah Litosol dengan PH 5,5. Penanaman dilaksanakan dengan sistem tugal dan jarak tanam 20 x 70 Cm dengan 3 biji perlobang. Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng (Ir. Gst Ayu Maya Kurnia,MP) menyampaikan dihadapan anggota Kelompok Kerti Winangun bahwa : Ketahanan pangan nasional sangatlah rawan bila hanya mengandalkan beras saja,oleh karena itu Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng berupaya mengembangkan bahan pangan alternatip berbasis AKABI (Aneka Kacang dan Umbi-umbian) serta biji-bijian selain beras. Salah satu biji-bijian yang sangat berpotensi dikembangkan di Kabupaten Buleleng adalah sorgum. Sorgum merupakan tanaman multiguna antara lain dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatip,pakan ternak,bunganya yang kering untuk kerajinan dan sebagai bahan baku industri. Sebagai bahan pangan tanaman sorgum menduduki peringkat ke 5 (lima) setelah gandum,jagung,padi,dan kedelai. Sebenarnya tanaman sorgum sudah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat tani di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan nama Jagung cantel atau jagung gembal, namun karena adanya revolusi hijau tanaman ini tergeser akibat adanya peningkatan luas dan produksi tanaman padi yang begitu masif dan juga sebagai akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat ke beras. Lebih lanjut Kabid Tanaman Pangan memohon dan menghimbau agar :bantuan tanaman Sorgum seluas 16,5 ha yang bersumber dari dana APBN ini dipelihara dengan baik. Serta memohon kepada Penyuluh Pertanian Wilbin desa Bukti untuk tetap mendampingi kegiatan ini sampai panen. Sementara itu pula Koordinator/Kepala BPP Kec.Kubutambahan Kab.Buleleng menyampaikan pada anggota KTT Kerti Winangun bahwa : pengembangan Tanaman Sorgum di Desa Bukti sangatlah tepat karena tanaman sorgum merupakan komodite yang berpotensi untuk dibudidayakan di daerah kering atau pada lahan marginal seperti Desa Bukti dan Kecamatan Gerokgak yang memiliki curah hujan tidak menentu. Tanaman sorgum lebih toleran terhadap kekeringan dan OPT tanaman sorgum belum banyak atau hama dan penyakitnya masih sedikit,namun sebaiknya para petani harus tetap melaksanakan pengamatan setiap hari. Lebih lanjut Kepala BPP Kubutambahan menjelaskan bahwa keuntungan budidaya tanaman sorgum yaitu bisa dilaksanakan budidaya lanjutan dengan sistem RATUN yaitu saat panen pertama dengan memangkas batang tanaman kemudian dilanjutkan dengan memelihara tunas-tunas baru pada periode ke 2 (dua). Tanaman sorgum ini termasuk tanaman semusim yang mudah dibudidayakan,mempunyai daya adaptasi yang tinggi. Tanaman sorgum masih bisa berproduksi walau diusahakan pada lahan yang kurang subur. Melihat karakteristik tanaman sorgum ini maka pengembangan tanaman sorgum di desa Bukti Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng merupakan langkah yang positif,namun diharapkan para petani pembudidaya tetap memelihara tanamannya sampai panen berhasil. Semoga pengembangan tanaman Sorgum di KTT Kerti Winangun dapat menjawab Pemulihan Ekonomi Nasional akibat dampak Covid-19.