Loading...

Gerdal di Kecamatan Kulo : Upaya Mengendalikan Hama Tikus

Gerdal di Kecamatan Kulo : Upaya Mengendalikan Hama Tikus
Dalam rangka pengamanan produksi dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) maka dilakukanlah Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus serentak di 6 Desa Se Kecamatan Kulo. Kecamatan Kulo merupakan salah satu lumbung pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan Luas Sawah 3.858.00 Ha. Kegiatan gerdal ini dilaksanakan karena adanya sebagai upaya pencegahan serangan hama tikus pada musim Tanam Oktober 2020 –Maret 2021. Kegiatan Gerdal yang dilaksanakan pada tanggal 12 November 2020 dinahkodai oleh Camat Kulo yang merupakan Ketua Kosratani, Bapak Ali Husain, S.IP., M.Si bersama Pelaksana Harian Kostratani/Kepala BPP Kulo H.Syahruddin,SP. MM. Gerdal tikus ini dihadiri oleh Kepala IP3OPT Tiroang, Staf Kecamatan, Kepala Desa se Kecamatan Kulo, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa, POPT Kecamatan PPK Kecamatan dan Penyuluh pertanian se Kecamatan Kulo beserta ketua Poktan dan petani peserta Gerdal. Dalam kesempatan tersebut Camat Kulo (Ali Husain, S.IP., M.Si.) meminta semua petani bersama-sama dapat menjaga ketahanan pangan dengan terus berproduksi tanpa mengabaikan protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19 ini dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun. Ketersedian pangan harus tetap dijaga jangan sampai terganggu karena adanya hama tikus yang tidak tertangani dengan baik. Camat juga meminta semua upaya harus dilakukan untuk mengamankan produksi pangan. Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan perintah Bupati Sidenreng Rappang, H.Dolla Mando, SP untuk melakukan pencegahan hama sebelum turun sawah. Kepala BPP Kulo, H.Syahruddin,SP.MM menyampaikan kegiatan Gerdal ini merupakan kegiatan pengendalian OPT padat karya dari Kementerian Pertanian. Hama tikus merupakan OPT utama yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang khususnya Kecamatan Kulo yang menyebabkan kerugian pada petani. Hama ini berkembang biak dengan cepat dan jika tidak dikendalikan dalam satu tahun satu pasang tikus dapat menjadi 1200-2000 ekor. Penggunaan pestisida merupakan alternatif terakhir dalam pengendalian hama maupun penyakit. Pengaturan pola tanam, perbaikan agroekosistem serta pengamatan oleh petani serta melakukan gropyokan segera setelah panen padi berakhir merupakan langkah yang sangat penting dalam pengendalian hama tikus. Penggunaan musuh alami yang salah satunya adalah burung hantu diharapkan dapat dipelihara dan dikembangkan di Kecamatan Kulo karena keadaan alamnya mendukung. Burung hantu ini efektif mengendalikan tikus. Satu ekor burung dapat memangsa 10-15 ekor tikus/hari dan dapat mengawal 10 ha lahan. Di akhir penyampainnya, Kepala BPP Kulo mengatakan bahwa kegiatan ini akan berlanjut minggu depan di setiap desa yang ada di Kec. Kulo. Minarsi Amir.A.Md, PP Pelaksana Kec.Kulo