Oleh: Kikin Yuswono, S.P. Penyuluh Pertanian Muda di Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar Menindaklanjuti sosialisasi Rekomendasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (RPLP2B) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar pada tanggal 20 – 21 April 2022 di ruang pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Penyuluh Pertanian Kecamatan Tampaksiring melaksanakan groundcheck pada 57 titik dengan jumlah hamparan sebanyak 970 hamparan. Groundcheck atau pengecekan lapangan merupakan kegiatan untuk membandingkan antara kenampakan obyek citra dan kenampakan obyek yang sama di lapangan sesuai karakteristiknya. Hasil dari groundcheck ini digunakan untuk melakukan revisi hasil penafsiran awal dan untuk mengetahui tingkat akurasi hasil penafsiran. Kegiatan ini sangat penting karena Kabupaten Gianyar khususnya Kecamatan Tampaksiring merupakan wilayah pariwisata berbasis pertanian, dan semakin tahun banyak berdiri villa yang menyebabkan lahan sawah banyak berkurang karena adanya alih fungsi. Keterlibatan penyuluh pertanian pada program ini adalah dalam rangka pendataan luas baku lahan sawah di wilayah binaan masing-masing penyuluh. Selain itu juga memberi batas-batas wilayah subak (baca: kelompok tani) di wilayah binaan masing-masing. Penyuluh mengecek ke lapangan (ground check) dan memotret lahan sawah dan lahan sawah yang sudah beralih fungsi menggunakan aplikasi Avenza Maps. Dimulai pertengahan Juni 2022 sampai akhir Agustus 2022, pelaksanaan groundcheck ini dilaksanakan hampir setiap hari. Hari libur Sabtu dan Minggu-pun tim teknis LP2B Kecamatan Tampaksiring tetap turun ke lapangan. Target waktu yang ditentukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar sedikit memaksa tim teknis LP2B Kecamatan Tampaksiring untuk terus melaksanakan groundchek. Dipandegani oleh I Wayan Sandi, S.P. selaku Koordinator BPP Tampaksiring sekaligus anggota Tim Pokja LP2B, 4 orang PPL PNS dan 2 THL TBPP bersama-sama melakukan groundcheck berdasar peta kerja yang sudah dibuat oleh konsultan LP2B Kabupaten Gianyar, Bayu Pinasthika. Setelah sebelumnya Kikin Yuswono, S.P., anggota Tim Teknis LP2B Kabupaten Gianyar di Kecamatan Tampaksiring memberi pelatihan privat penggunaan aplikasi Avenza Maps dan pemberian atribut di peta kerja kepada salah seorang PPL PNS di Kecamatan Tampaksiring, maka kegiatan groundcheck dapat dilakukan oleh 2 tim. Tim 1 dikoordinir oleh Kikin Yuswono, dan tim 2 dikoordinir oleh I Wayan Endra Jaya, S.P. Berada pada ketinggian 235 sd 785 mdpl, Kecamatan Tampaksiring menjadi salah satu wilayah dengan medan yang cukup sulit dan menantang saat melaksanakan kegiatan groundchek. Desa Manukaya dan Tampaksiring merupakan 2 desa yang berada pada ketinggian di atas 500 mdpl. Acapkali tim 1 dan tim 2 harus turun naik melewati tanah kosong, semak-semak dan sungai kecil dengan jalan yang cukup terjal serta licin sehabis diguyur hujan, untuk mencapai titik hamparan yang dituju. Cuaca terkadang kurang mendukung saat pelaksanaan groundchek. Gerimis seringkali menemani tim 1 dan tim 2 saat masih berada di lapangan. Alhasil, target harian harus dapat sekian titik menjadi tidak tercapai. Namun, itu semua tidak menyurutkan langkah dan semangat tim untuk menyelesaikan kegiatan groundcheck di Kecamatan Tampaksiring. Ida Bagus Putu Purnama, S.Pi., M.Si, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar selaku pelaksana kegiatan pemetaan LP2B selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada tim teknis LP2B. Kepala Bidang yang belum genap satu tahun menjabat ini, selalu mengingatkan tim LP2B untuk menjaga kekompakan, semangat dan tidak lupa untuk menjaga kesehatan. Alih fungsi lahan pertanian pangan, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ir. I Made Raka, M.Si, merupakan ancaman terhadap pencapaian ketahanan dan kedaulatan pangan serta mempunyai implikasi yang serius terhadap produksi pangan di Provinsi Bali pada umumnya, dan khususnya di Kabupaten Gianyar. “Di sisi lain alih fungsi lahan pertanian pangan menyebabkan makin sempitnya luas lahan yang diusahakan dan sering berdampak pada menurunnya tingkat kesejahteraan petani,” jelasnya. Pengendalian derasnya alih fungsi lahan pertanian pangan melalui perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan termasuk upaya meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan petani serta masyarakat pada umumnya. “Oleh sebab itu pemerintah perlu membuat suatu aturan untuk melindungi lahan-lahan pertanian pangan khususnya lahan pertanian pangan di Kabupaten Gianyar,” sambungnya. RPLP2B menjadi motivasi dalam rangka melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan dan mencegah peningkatan laju pertumbuhan alih fungsi lahan. Untuk itu penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dituntut untuk mensukseskan program nasional ini guna tercapainya tujuan program ini yaitu untuk melindungi dan mengembangkan lahan pertanian secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. Sasaran dari kegiatan rekomendasi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan ini, kata I Made Raka, adalah terpetakannya luasan lahan LP2B dan ditetapkannya Peraturan Bupati Kabupaten Gianyar tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Menurutnya, dengan ditetapkannya Peraturan Bupati Kabupaten Gianyar ini, diharapkan dapat mengendalikan tingginya alih fungsi lahan pertanian pangan sehingga ketersediaan lahan pertanian pangan tetap lestari dan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya akan meningkat. Pendampingan berkelanjutan baik secara offline maupun online oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dan juga dari konsultan LP2B Kabupaten Gianyar, menjadikan Tim Teknis LP2B Kecamatan Tampaksiring bekerja dengan semangat. Sebelum target waktu yang ditentukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Tim Teknis LP2B Kecamatan Tampaksiring dapat menyelesaikan groundcheck di 57 titik dan dilanjutkan dengan pemberian atribut pada format excel yang diberikan oleh konsultan LP2B Kabupaten Gianyar. Tim Pemetaan LP2B Kabupaten Gianyar, Bisa, Bisa, Bisa, Yes ! Pertanian, Maju, Mandiri, Modern Salam ! Sumber: dari berbagai sumber