Loading...

Hadirnya Inovasi Rumah Pengering Ultraviolet (uv Dryer) Di Desa Tibona Kecamatan Bulukumpa Solusi Terbaik Di Musim Penghujan

Hadirnya Inovasi Rumah Pengering Ultraviolet (uv Dryer) Di Desa Tibona Kecamatan Bulukumpa Solusi Terbaik Di Musim Penghujan
Pada umumnya petani padi sawah di wilayah Kecamatan Bulukumpa saat tiba masa panen padi pada sekitar bulan April-Mei setiap tahunnya merupakan hal yang sangat dinantikan dengan karena biasanya rata-rata produksi dimusim Gadu cenderung lebih tinggi, dibanding musim rendengan. Akan tetapi dibalik harapan tersebut terselip juga rasa harap-harap cemas disebabkan karena biasanya antara April-Mei seringkali cuaca sangat tidak menentu, sehingga kemungkinan hasil panen raya akan bermasalah karena mutu gabah yang kurang baik akibat penanganan pascapanen yang terhambat cuaca. Bagaimana tidak, petani yang seharusnya dapat penghasilan yang bagus karena produksi tinggi, tetapi tidak akan dapat menjual gabah kering panen(GKP) dengan harga tinggi, karena biasanya pedagang pengumpul maupun mitra juga membeli dibawah HPP gabah kering panen yang ditetapkan pemerintah. Disisi lain, petani jika memilih menampung gabahnya untuk dijadikan gabah kering giling (GKG) juga akan menemui kesulitan karena pengeringan gabah dengan cara konvensional akan sangat tergantung pada penyinaran matahari langsung. Apabila hujan turun hasil panen yang dijemur akan dipindahkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dapat dijemur kembali saat cuara cerah. Pengeringan sangat bergantung pada penyinaran matahari. Masalah pengeringan gabah kini di wilayah Desa Tibona Kecamatan Bulukumpa, sedikit mendapat angin segar karena sejak bulan Agustus 2018 telah hadir satu inovasi teknologi pengeringan menggunakan plastik ultraviolet yang dirancang dalam bentuk bangunan rumah pengering ultraviolet. Rumah pengering ultraviolet terbukti menjadi alternatif model pengeringan yang efektif di musim hujan. Karena gabah dengan kadar air 25% hanya butuh waktu 24 jam dihamparkan dalam rumah pengering UV maka kadar airnya akan turun sampai 10-15% tergantung ketebalan saat gabah dihamparkan. UV Dryer menggunakan metode efek rumah kaca. Diperlengkapi dengan plastik uv yang berfungsi sebagai penghantar panas, temperatur didalam ruangan dapat terjaga dengan baik. Prinsip pemanasan dari UV Dryer ini memanfaatkan radiasi yang masuk kedalam bangunan pengering dan terperangkap bangunan yang berpenutup transparan sehingga meningkatkan suhu panas dalam bangunan. Suhu tersebut digunakan untuk menguapkan air yang terkandung pada hasil panen. Perbedaan suhu di luar bangunan dan didalam UV Dryer sangat terasa, apalagi jika cuaca sedang panas. Dengan bantuan UV Dryer, proses pengeringan dapat tetap berjalan walaupun cuaca hujan. Pada saat kondisi cuaca cerah pengeringan dapat dilakukan selama 2-3 hari. Beberapa keuntungan lain dari penggunaan UV Dryer ini adalah tidak menggunakan bahan bakar dan listrik. Unsur tambahan yang terkandung di dalam plastik uv memberikan banyak keuntungan lain seperti anti bakterial untuk melindungi hasil panen dari penyebaran bakteri, serangga, dan jamur. Bentuk bangunan yang didesain anti tikus dengan barrier tembok dan wiremesh. Wiremesh juga menambah perlindungan UV Dryer dari terpaan angin dari sisi luar sehingga plastik menjadi lebih awet. Semoga petani di Desa Tibona dapat memanfaatkan secara maksimal bantuan rumah ultraviolet untuk meningkatkan kualitas hasil pertaniannya.*** PENULIS: FARHAM,SP,THL-TB PP,BPP BULUKUMPA,KECAMATAN BULUKUMPA, KABUPATEN BULUKUMBA