Jahe merupakan komoditas yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai keperluan baik untuk keperluan masakan maupun untuk keperluan pembuatan jamu. Komoditas ini penting sebagai penghasil devisa, terutama dari hasil jahe segar yang setiap tahun meningkat jumlah dan nilainya. Dalam budidaya jahe, masih ditemui berbagai hama dan penyakit yang menyerangnya, untuk itu perlu mengetahui jenis Hama dan penyakit apa saja dan bagaimana cara mengendalikannya. Berikut ini beberapa jenis hama dan penyakit pada jahe, yaitu :A. Hama Hama yang menyerang pada tanaman jahe, yaitu: 1. Lalat rimpang. Hama ini dapat merusak jahe dengan ciri kerusakan pada rimpang jahe menjadi keriput, busuk dan keropos. Untuk pengendaliannya, lakukan benih dengan air panas 50 0C selama 10 menit, atau dengan insektisida botani seperti ekstrak mimba 2,5% dan ekstrak bungkil jarak 2,5%. Bisa juga dilakukan penyemprotan dengan diklorfos, interval 3 minggu. Pengendalian dengan karbofuran 20-30kg/ha pada saat tanam.2. Kutu perisai (Aspidiella hartii). Jenis hama ini dapat merusak kulit rimpang menjadi kusam karena rimpang di hisap dan kering. Untuk pengendaliannya lakukan fumigasi benih dengan metil bromida atau aluminium fosfida. Bisa juga perlakuan benih dengan air panas 500C selama 10 menit, insektisida karbosulfan (2ml/l), insektisida botani seperti ekstrak mimba 2,5% dan atau ekstrak bungkil jarak 2,5%.B. Penyakit Berbagai penyakit yang menimbulkan kerugian dalam memproduksi jahe, antar lain : 1. Penyakit Layu Bakteri. Penyebab penyakit layu bakteri adalah Pseudomonas Solanacearum. Tanaman jahe yang terserang penyakit layu menunjukan gejala daun menguning dan menggulung, dimulai dari daun yang lebih tua kemudian diikuti daun yang lebih muda. Gejala daun menguning biasanya dimulai dari pinggir daun kemudian menyebar ke seluruh helai daun. Pada tahap perkembangan gejala, maka batang mudah dilepas/dicabut dari bagian rimpang. Bila potongan pangkal batang atau rimpang di pijit dengan tangan akan keluar eksudat bakteri berwarna putih susu. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan menanam jahe sehat pada lahan yang bebas patogen. Perlakuan benih jahe dengan anti biotik, seperti agrimisin, dapat dilakukan untuk membunuh patogen yang mungkin terbawa pada permukaan rimpang jahe.2. Penyakit Busuk Rimpang. Penyakiy ini disebabkan oleh jamur Rhizoctonia Solani Kuhn. Tanamn jahe yang terserang menunjukan duan-daun tua bagian pinggirnya menguning, kemudian seluruh daun menguning. Pada tahap ini tanaman jahe menjadi layu dan mengering. Bagian batang masih kuat sehingga sulit dipisahkan dari bagian rimpangnya. Rimpang yang terserang penyakit menjadi busuk, berwarna kecoklatan dan mudah ditemukan miselia berwarna putih. Pengendalian penyakit ini dengan cara pemilihan bibit yang bebas penyakit. Benih sebelum tanam perlu direndam dengan fungisida, seperti metiltiofonat ataumetiltolklofos (5-10g/l) selama 30 menit, lakukan juga sanitasi kebun untuk mengurangi inokulum patogen di lapangan.3. Penyakit Kuning. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Gejala pertama tanaman jahe yang terserang penyakit kuning adalah bagian daun muda berwarna pucat, kemudioan gejala menyebar keseluruh bagian daun lainnya, batang menjadi keriput. Batang terserang tidak mengeluarkan bau. Rimpang teserang berwarna kecoklatan pada bagian terinfeksi tetapi tidak menyeluruh. Pengendalian penyakit yang paling efektif dengan menanam jahe yang bebas penyakit. Untuk menghindari terbawanya patogen dalam bibit (rimpang) maka perlakuan bibit dengan fungisida.4. Penyakit Bercak daun Phyllostieta. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phyllostieta zingiberi Ramark. Geja awal penyakit adanya bercak khlorotik kecil berbentuk oval pada daun dan di seklilingnya lebih terang warnanya. Daun yang lebih dahulu terserang biasanya yang muda. Pada keadaan serangan berat seluruh daun dapat terserang dan seluruh daun menjadi kering. Pengendalian penyakit, perlakukan benih dengan fungisida sebelum rimpang ditanam. Dapat dilakukan dengan menanam tidak rapat agar kelembaban di sekitar tanaman tidak terlalu tinggi. Bila ditemukan serangan penyakit, lakukan 1-2 kali penyemprotan dengan fungisida, seperti bubur bordeaux (1%) atau mankozeb (0,2%) secara teratur.5. Penyakit Akar Nematoda. Serangan meloidogyne spp pada tanaman jahe menyebabkan terjadinya bengkak pada akar, kemudian akar dan rimpang menjadi busuk. Bengkak pada akar terjadi karena pembuluh kayu dan parenkim jaringan terinfeksi nematoda. Pengendalian nematoda harus dilakukan secara terpadu, yaitu menggunakan teknik budidaya (bahan organik, sanitasi, rotasi, pemilihan waktu tanam, bibit bebas nematoda.) Sumardi Sumber : Badan Litbang Pertanian