Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sebagai tanaman penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Cerahnya prospek komoditi minyak sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk memacu pengembangan ekspor minyak kelapa sawit. Namun kendala yang sering terjadi dilapangan adalah produksi kelapa sawit yang tidak stabil, naik turun. Penurunan produksi kelapa sawit disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor musim, pasokan air dan serangan hama tanaman. Serangan hama kelapa sawit merupakan masalah yang paling sering dihadapi oleh para petani sawit. Hama tanaman bisa menyebabkan penurunan produksi kelapa sawit secara signifikan, bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman kelapa sawit.Pengembangan perkebunan kelapa sawit kebanyakan dibangun di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Irian Jaya. Komoditi kelapa sawit dengan produk primer Minyak Sawit Kasar (Crude Palem Oil/CPO) dan Minyak Inti Sawit (Kernel Palm Oil/KPO) berperan signifikan terhadap perekonomian nasional, kontribusi perolehan Produk Domestik Bruto (PDRB) mencapai sekitar 20 triliun rupiah setiap tahun dan cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu komoditi kelapa sawit menyumbang lapangan kerja yang tidak sedikit, serta berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru di wilayah-wilayah pengembangan.Sejalan dengan meningkatnya pengembangan dan perluasan areal penanaman maka para petani pekebun kelapa sawit kerap kali menghadapi beragam serangan hama maupun penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit. Serangan hama dan penyakit tersebut tampak melalui gejala-gejala fisik yang timbul pada tanaman, jika tidak segera dikendalikan maka dapat mengakibatkan rendahnya perkembangan dan produktivitas kelapa sawit. Pada pertanaman kelapa sawit terdapat hama yang menyerang tanaman sawit diantaranya yaitu tungau, ulat setora, nematoda, kumbang Oryctes rhinoceros dan penggerek tandan buah. Adapun rincian untuk mengenal hama dan penyakit sebagai berikut;a. HamaHama Tungau Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.Ulat Setora Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan cairan Pestona.b. Penyakit? Root BlastPenyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.? Garis KuningPenyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.? Dry Basal RotPenyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki . Diharapakan para petani perkebunan kelapa sawit dapat mempelajari dan memahami hama dan penyakit kelapa sawit di lapangan, agar dapat dilakukan dengan penanganan secara intensif, sehingga tanaman kelapa sawit dapat berkembang dengan baik dan mendapat hasil produksi buah yang optimal. Ibrahim Saragi/Penyuluh Pertanian Pusat