Loading...

HAMA KUTU PUTIH BUAH KAKAO

HAMA KUTU PUTIH BUAH KAKAO
Kutu putih merupakan kutu yang dapat menjadi hama dan sekaligus juga bisa menjadi alternatif pengendalian hama lainnya seperti penggerek buah kakao dan penghisap buah kakao. Kutu putih akan menjadi hama jika menyerang bunga, calon buah, tunas, dan daun-daun muda tanaman kakao. Sedangkan jika bersimbiosis dengan semut hitam atau semut merah (rangrang) kutu putih dapat berperan sebagai predator beberapa hama. Serangan hama kutu putih sering melanda lahan pertanian kakao di propinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat dan lain-lain. Populasi kutu dapat berkembang melimpah karena beberapa faktor antara lain kondisi cuaca yang kering. Populasi kutu putih mencapai puncaknya pada musim panas yaitu pada suhu sekitar 300C atau lebih. Kondisi pertanaman yang rapat dan hembusan angin yang cukup kencang serta adanya serangga vector dapat menyebabkan perkembangan populasi hama tersebut lebih cepat. Nimfa kutu putih yang masih muda berwarna kekuningan menempel pada permukaan kulit buah kakao. Nimfa yang lebih tua berwarna kuning pucat tertutup oleh lapisan lilin putih pada permukaan tubuhnya. Pada saat masih berupa nimfa muda kutu aktif bergerak dan berpindah tempat. Setelah menemukan tempat yang cocok kutu akan menetap dan mengisap cairan tanaman tersebut hingga berkembang dewasa. Penyebaran kutu ini sering kali dibantu oleh semut. Nimfa betina meletakan telur tepat dibawah tubuh induknya. Telur tersebut umumnya berwarna putih dan diselimuti benang-benang halus yang juga berwarna putih. Setelah menetas, telur menjadi larva yang berwarna kuning dan tubuhnya dilapisi oleh lapisan lilin yang tidak terlalu tebal. Serangan kutu putih pada bunga dan calon buah dapat menyebabkan pertumbuhan buah menjadi abnormal. Buah yang masih muda jika terserang hama kutu putih akan terhambat perkembangannya dan memiliki bentuk yang tidak beraturan, berkerut dan mengeras pada bagian yang terserang karena kutu mengisap cairan pada bagian tersebut serta mudah rontok. Sedangkan serangan pada buah yang besar, relatif tidak berpengaruh terhadap perkembangan dan kualitasnya, hanya berpengaruh pada penampilan luarnya saja. Hama kutu putih yang menyerang tunas dan daun muda menyebabkan tanaman kakao tidak mampu berkembang dengan baik. Serangan kutu putih pada tunas daun menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak normal pada daun tersebut dan terjadinya pembengkokan pada cabang yang terbentuk dari tunas yang terserang. Hama kutu putih dapat dikendalikan dengan mengembangbiakan semut hitam yang dapat berperan sebagai predator telur dan memakan selaput atau lapisan lilin pada tubuh kutu putih. Lapisan lilin pada tubuh kutu putih ini diketahui memiliki kandungan zat tepung (karbohidrat) yang sangat disukai oleh semut hitam. Untuk mengantisipasi terjadinya ledakan populasi hama kutu putih dapat dilakukan dengan monitoring secara berkala misalnya 1-2 minggu sekali. Namun jika populasinya melimpah dan gejala kerusakan yang ditimbulkan terlihat jelas dengan banyaknya buah muda dan pucuk yang terserang, maka perlu dilakukan tindakan pengendalian. Beberapa cara pengendalian yang dapat dilakukan antara lain : 1) cara mekanis yaitu mengumpulkan bagian yang terserang dan membakarnya; 2) menggunakan pestisida nabati; 3) menggunakan cendawan entomopatogen Beaveria bassiana, 4) jika populasinya sudah sangat melimpah dapat digunakan pestisida kimia yang sesuai dan dianjurkan secara tepat (waktu, dosis, cara, sasaran) yaitu dengan insektisida berbahan aktif fosfamidon, karbaril, dan monokrotofos. Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Siswanto. Hama Kutu Putih pada Buah Kakao. Info Perkebunan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Andriansyah, 2013. Kutu Putih (Planococus citri) si Hama Kakao. Detiktani.com