Hama tanaman merupakan serangga yang dapat merusak bagian tanaman dan buah mangga, Buah mangga yang bermutu baik akan laku di pasaran dengan harga yang menjanjikan. Oleh karena itu dalam budidaya tanaman mangga perlu dilakukan pengamatan hama dan pengendalian, agar tanaman tumbuh dengan baik dan buah sehat tidak terserang hama. Berikut beberapa hama tanaman mangga dan cara pengendaliannya. Penggerek Batang (Rhytidodera rufomaculata)Hama ini menyerang tanaman mangga bagian batang dan cabang pada musim penghujan. Gejala terlihat adanya lubang gerekan pada batang dan cabang. Jika sampai membelah, akan terlihat lorong-lorong tempat larva. Serangan yang hebat, tanaman menjadi layu, daun rontok dan akhirnya mati. Pengendalian hama ini secara mekanis, biologis dan kimiawi. Secara mekanis dilakukan dengan mengambil hama lalu dibakar dan bagian batang dan cabang yang terserang dipangkas dan dimusnahkan. Sedangkan secara biologis dengan memanfaatka parasit telur, seperti Promuscidaea, Anagyrus, Eupelmus. Parasit telur dibiakan terlebih dahulu, lalu disebarkan di lokasi kebun mangga. Kemudian pengendalian secara kimia dengan menyemprotkan pestisida berbahan aktif karbufuron, betasiflutrin, mancozeb, seperti Buldok 25EC dengan dosis 2 ml/liter air. Kutu Putih (Planococcus lilacinus)Hama ini menyerang dengan menghisap cairan sel. Gejala yang timbul berupa bintik putih di permukaan daun dan daun yang terserang mengering lalu gugur. Kutu mengeluarkan cairan madu yang menjadi makanan cendawan penyebab penyakit embun jelaga yang umumnya menyerang pada musim hujan.Pengendalian hama ini dengan cara mekanis dan kimiawi. Secara mekanis dengan cara memotong cabang dan daun yang terserang, lalu dibakar. Sedangkan secara kimiawi dengan insektisida berbahan aktif lambdacyhalothrin atau deltametrin, seperti insektisida Lebaycyd 550 EC dengan dosis 0,2%.Semut merah merupakan vektor hama kutu putih, maka agar tidak menyebar ke bagian tanaman lain, sebaiknya semut merah dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif lambdacyhalothrin atau deltametrin, seperti Lebaycid 550 dengan dosis 0,2% dan insektisida yang berbahan aktif sipermetrin, seperti Arrivo 30 EC dengan dosis 2,4 g/l air. Ulat Perusak Daun (Orthaga melanoporalis Hampson)Hama ini menyerang daun dan pucuk muda dan gejalanya nampak daun patah, layu dan akhirnya gugur. Ulat ini membuat sarang di daun mangga dan pucuk muda, terutama pada saat peralian musim hujan dan musim kemarau. Pengendaliannya dengan cara mekanis dan kiwiawi. Cara mekanis dengan memotong daun dan pucuk yang terserang, lalui membakarnya. Sedangkan cara kimia dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif lambdacy-halothrin atau fenalerat, seperti Monocrotophos 15 WSC dengan dosis 6 ml per pohon. Selain itu, pengendaliannya dapat juga dengan membakar sampah kering dan sampah basah akan mengusir hama ini saat masih berupa ngengat. Wereng Mangga (Idiocerus niveosparsus)Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Wereng ini menyerang daun, pucuk muda, tangkai bunga, dan buah muda. Hama ini menghisap cairan bagian yang diserang tersebut dan mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam, menyebabkan mudah rontok. Menghisap cairan daun dan pucuk muda saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Gejala: daun patah, layu dan gugurPengendalian wereng ini dapat dengan cara mekanis, biologis dan kimiawi. Cara mekanis dengan memotong bagian yang terserang, lalu dimusnahkan. Sedangkan cara biologis dengan menggunakan predator Lycosa sp, parasitoid Epipyros (Hymenop), dan Pipunculus sp. Predator tersebut dibiakkan dahulu lalu disebarkan di kebun. Kemudian cara kimia dilakukan saat pembentukan flush (trubus) terakhir sebelum muncul bunga. Caranya menyuntik pohon pada awal berbunga dengan insektisida monocrotophos dosis 10 - 15 ml/pohon. Kumbang Buah ManggaKumbang ini menyerang buah mangga, dengan gejala yang terlihat bintik hitam pada permukaan kulit buah. Kumbang ini menyerang pada peralian musim hujan ke musim kemarau, menyerang dengan meletakan telur pada buah maga muda.Pengendaliannya dengan cara mekanis, biologis dan kimiawi. Cara mekanis dengan mengumpulkan buah yang terserang lalu membakarnya. Cara biologis dengan musuh alami semut rangrang (Oecophylla smaragdina) dan parasitoid Flavopimpla sp. Sedangkan cara kimia dilakukan saat pembentukan flush terakhir sebelum berbunga dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif medidation, seperti Supradicide 40 EC dosis 2 g/l air. Thrips (Tripidae, Thysanoptera)Hama ini pada saat peralian musim hujan ke musim kemarau dan bagian yang diserang pada permukaan bawah daun, malai bunga, dan buah muda. Gejalanya terlihat daun keriting dan pembungaan sering gagal.Pengendalian dengan cara mekanis, biologis, dan kimiawi. Cara mekanis dengan sanitasi lingkungan dan memangkas serta pemusnahan bagian terserang. Sanitasi lingkungan dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman dan tanaman inang lain di sekitar tanaman mangga. Cara biologis dengan menggunakan musuh alami Thripoctenus brui. Kemudian cara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif protiofos, yaitu Tokuthion 500 EC dengan dosis 1,5 g/l air. Kutu Susik (Coccus viridis/Green)Hama ini menyerang daun mangga, dengan gejala daun layu, mengering, dan akhirnya gugur. Populasi hama yang tinggi pada tanaman yang sudah berproduksi, dan menyebabkan terserang penyakit embun jelaga. Waktu penyerangan pada saat peralian peralihan musim penghujan ke musim kemarau.Pengendalian dilakukan secara teknis dan kimiawi. Secara teknis dengan memotong cabang dan daun yang terserang, lalu dimusnahkan dengan membakarnya. Sedangkan secara kimiawi dengan penyemprotan insektisi dan berbahan aktif, seperti Lebaycid 550 EC dengan dosis 0,2% dan Dikrotophos 2,4 g/l air. Lalat buah (Dacus dorsalis)Hama ini menyerang buah mangga pada saat muncul buah, dengan gejala di permukaan buah terdapat titik-titik hitam akibat tusukan lalat buah, daging buah busuk, dan akhirnya buah gugur. Pengendalian dengan cara mekanis dan biologis. Pengendalian mekanis dapat dilakukan beberapa cara, antara lain: 1) Sanitasi lingkungan, yaitu mengumpulkan buah-buah yang terserang lalu dikubur dalam tanah; 2) Antrakman metal eugenol (ME), yaitu bahan penarik lalat buah dengan alat perangkap botol bekas air mineral; 3) Tanaman perangkap selasih di sekeliling kebun mangga; 4) Pengasapan; dan 5) Pembungkusan buah mangga dengan kertas atau kantong plastik. Cara biologis dengan musuh alami berupa parasitoid Biosteres sp dan Opius sp. Penggerek Buah (Noorda albizonalis Hampson)Hama ini yang dewasa akan aktif pada sore hari dan akan menyerang buah mangga sebesar pingpong atau 55 - 60 hari setelah berbunga. Gejala terlihat bintik-bintik hitam pada permukaan kulit buah, busuk buah dan akhirnya buah gugur.Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis, biologis, dan kimiawi. Secara mekanis dengan mengumpulkan buah terserang dan menguburnya, atau dapat juga dengan membungkus buah saat sebesar bola pingpong. Secara biologis degan predator larva Rhynchium attrisium. Cara kimia dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif ethofenprox atau deltametrin, seperti Decis 2,5 EC atau Betasiflutrin (Buldok 25 EC) dosis 2 ml/liter air) pada sore hari. Sumber Informasi:1. Rebin, dkk. 2012. Budidaya Tanaman Mangga. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropikal, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Solok-Sumatera Barat.2. Anonim. 2009. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka.3. Dari berbagai sumber.