Loading...

Hama pada Tanaman Mangga

Hama pada Tanaman Mangga
Beberapa hama yang merugikan dapat menyerang tanaman mangga selama pra panen dan pasca panen. Serangan hama dan penyakit ini perlu diamati dan dikendalikan agar tanaman mangga yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman mangga dapat dilakukan dengan menggunakan varietas yang resisten, pengendalian hayati, perbaikan teknik budidaya yang baik, mekanisasi dan sebagainya.1. Wereng mangga (Idiocerus niveosparsus Leth)Serangan:Telur wereng mangga diletakkan secra berderet 2-12 butir pada epidermis pucuk daun tanaman mangga. Setelah 6-8 hari kemudian, telur menetas dan nimfanya tetap tinggal di tempat dan dikerubungi semut karena adanya " honey dew " yang dihasilkan serangga tersebut. Nimfa menjadi terhindar dari musuh alaminya jika makin banyak semut yang dating. Keadaaan tersebut merupakan suatu kehidupan simbiosa mutualistis bagi kedua hewan tersebut untuk berpindah tempat pada pucuk-pucuk tanaman lain dan menjadi sumber makanan baru bagi nimfa. Gejala:Daun berwarna lebih pucat dan berbintik-bintik karena bekas hisapan wereng. Pada serangan berat dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman serta gangguan terhadap proses fotosintesis pada daun. Pengendalian:• Secara mekanis dengan memangkas pucuk-pucuk daun yang terserang lalu dibakar;• Pengendalian secara biologi dengan pemanfaatan musuh alami Lycosa sp dan parasit telur seperti Centrodera sp, Oligosita sp, dan Neobrachista java Gir,• Pengendalian secara kimia dengan menyemprot tanaman mangga dengan insektisida Monocrtofos 15 WSC dengan dosis sesuai anjuran. 2. Penggerek ranting (Sternochetus goniocnemis)Gejala:• Larva membuat saluran gerekan lebih dari 2,5 cm di dalam ujung ranting yang berdiameter + 6 mm. Serangga pada ranting tampak dengan adanya benjolan seperti gumpalan yang merupakan campuran kotoran dengan getah;• Larva aktif pada malam hari, menggerek bagian dalam kulit kayu (pucuk dan ranting) yang hijau. Pengendalian:• Secara mekanis dengan memotong dan memusnahkan pucuk dan ranting yang terserang;• Pengendalian secara biologi dengan memanfaatkan parasit dari family Chalcididae, Bruchorida sp;• Pengendalian secara kimia dengan penyemprotan pestisida yang berbahan aktif mancozeb, dichotofos (seperti Curzate 8/64 WP, Dithane M-45 80 WP) dengan dosis sesuai anjuran. 3. Penggerek cabang (Rhytidodera simulans Wh.)Serangan: • Serangga hama berupa kumbang yang aktif pada malam hari;• Kumbang bertelur pada batang atau cabang mangga secara berkelompok, mencapai 160 butir/ekor. Gejala:Merusak bunga dan cabang hingga menyebabkan patah. Pada bekas patahannya akan terlihat lubang dan saluran getah berwaran hitam yang sering ditinggali oleh semut.; Pengendalian:• Secara mekanis dengan membuang cabang-cabang yang terserang dan membakarnya;• Pengendalian secara biologi dengan pemanfaatan parasit telur seperti Promuscidaea, Anagyrus dan Eupelmus;• Pengendalian secara kimia dengan disemprot pestisida berbahan aktif karbofuran, betasi flutrin, man copzeb (seperti Furadan 3 G, buldok 25 EC, dll) dengan dosis sesuai anjuran. 4. Lalat Buah (Dacus Dorsalis Hend)Gejala:Awal serangan pada permukaan kulit buah, ditandai dengan adanya noda/titik bekas tusukan ovipositor (alat peletak telur) oleh lalat betina yang meletakkan telurnya ke dalam buah. Setelah telur menjadi larva maka buah akan dijadikan makanan larva sehingga buah menjadi busuk dan gugur sebelum matangPengendalian:• Lalat buah dapat dikendalikan dengan aplikasi kultur teknis yang baik, seperti sanitasi buah, penggunaan perangkap buah dan pembungkusan buah;• Pengendalian secara kimia dengan perangkap lalat buah yang dibuat dari botol bekas aqua dan sejenisnya yang diberi Methyl-eugenol (75%( sebagai attractant (menarik) lalat buah jantan, di dalamnya juga ada insektisida yang dapat mematikan lalat buah tersebut.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan