A. Hama 1. Penggerak buah (Thecla basilides Geyer)Ciri-Ciri HamaKupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah, kemudian menetas menjadi larva; bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung, bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek. Gejala SeranganMenyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah; buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah, kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri. Pengendaliana. Non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama, b. Kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. 2. Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima)Ciri-Ciri HamaTubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1,5 mm, berwarna coklat, dan bermata besar. Gejala SeranganMenyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak; pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat. Pengendaliana. Secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang,b. Secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. B. Penyakit1. Busuk hati dan busuk akarPenyebabCendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P. cinnamomi Rands. Penyakit busuk hati disebut hearth rot, sedangkan busuk akar dinamakan root rot. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang, air yang mengalir, alat-alat pertanian, curah hujan tinggi, tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C. Gejala SeranganPada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya nekrotis; daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat, dan akhirnya tanaman mati; pembusukan pada sistem perakaran. Pengendaliana. Non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah, mengurangi kelembapan sekitar kebun, dan memotong/mencabut tanaman yang sakit,b. Kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam, seperti Dithane M-45 atau Benlate. 2. Busuk pangkalPenyebabCendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C. Moreu. Penyakit ini sering disebut base rot. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya, adanya luka-luka mekanis pada tanaman, angin, hujan dan tanah. Gejala SeranganPada bagian pangkal batang, daun, buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam, berbau khas, atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan. Pengendaliana. Non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanaman agar luka cepat sembuh, menanam bibit pada cuaca kering, dan menghindari luka-luka mekanis.b. Kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate. Sumber :1. Semangun H. 2007.Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Edke-2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press..2. Sunarjono H.2006.Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah.Jakarta: PenebarSwadaya.3. http://www.budidaya-petani.com/2013/03/hama-penyakit-tanaman-nanas. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id