Tanaman durian dibudidayakan untuk diambil buahnya yang disukai banyak orang karena rasa daging buah yang enak dan aromanya yang khas. Sampai saat ini harga buah durian masih tinggi dibanding dengan buah lainnya, maka dapat merupakan peluang untuk dikembangkan dalam rangka menambah pendapatan petani. Untuk mempertahankan harga buah durian tetap tinggi, petani perlu menjaga mutu buah sejak budidaya, antara lain mengamati serangan hama tanaman durian dan harus mampu mengendalikannya. Berikut beberapa jenis hama yang menyerang tanaman durian dan cara pengendaliannya. 1. Ulat Daun Marumba dyras Hama ini berupa ngengat berwarna coklat keabu-abuan dan bersifat eksplosif dan sangat rakus. Pada siang hari hama ini sembunyi di sela-sela daun dan aktif pada malam hari serta sangat suka (responsif) terhadap cahaya. Bagian tanaman yang diserang pada daun durian tua dan gejala serangan terlihat tanaman gundul dan tinggal tangkai daun saja. Pengendalian hama ini secara kultur teknis dan cara mekanis. Secara kultur teknis dengan melakukan sanitasi kebun, yaitu membersihkan sisa-sisa tanaman yang terserang hama dan membersihkan tanaman inang lainnya, lalu dimusnahkan dengan membakar atau membenamkan ke dalam tanah. Sedangkan secara mekanis dengan memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dimusnahkan. 2. Penggerek Buah (Fruit Borer) Hama ini berupa ngengat berwarna coklat tua dan terdapat bercak putih pada sayapnya. Gejala serangan yang terlihat pada buah yang busuk dan berulat, akhirnya buah rontok sebelum tua. Serangga ini meletakkan telurnya yang telindung jaring-jaring mirip rumah laba-laba di kulit buah. Larva langsung menggerek, melubangi, dan tinggal di dalam buah serta menggerogoti buah durian. Serangga ini menyebar dengan cara terbang dari pohon durian satu ke pohon durian lainnya. Pengendalian hama ini dapat dilakukan 4 cara, yaitu kultur teknis, mekanis, biologis, dan kimiawi. Pengendalian cara kultur teknis dengan melakukan sanitasi kebun, yaitu membersihkan sisa-sisa tanaman yang terserang hama, lalu dimusnahkan. Sedangkan pengendalian cara mekanis, yaitu memetik dan mengumpulan semua buah durian yang terserang hama, lalu dimusnahkan. Kemudian pengendalian cara biologis, dengan menggunakan semut rangrang untuk mengusir imago yang meletakan telur. Terakhir pengendalian cara kimiawi, yaitu menggunakan perangkap yang berbahan aktif methyl eugenol. 3. Kutu Putih (Cacao mealybug) Gejala serangan hama ini terlihat pertumbuhan tanaman merana, daun menjadi keriting, bunga dan buah rontok. Serangan dimulai dengan menghisap cairan tanaman dan pada tingkat kerusakan berat pertumbuhan tanaman terhambat yang akibatnya buah muda rontok. Kotoran yang dikeluarkan kutu mengandung embun madu sebagai tempat hidup cendawan jelaga. Pengendalian hama ini dapat dilakukan cara kultur teknis dan cara biologis. Pengendalian cara kultur teknis dengan melakukan sanitasi kebun, yaitu membersihkan gulma, sisa-sisa tanaman yang terserang hama, dan tanaman inang lainnya, lalu dimusnahkan. Sedangkan pengendalian cara biologis dapat dengan pemanfaatan musuh alami, seperti semut hitam, cendawan parasit Empusa fresenil, predator Cryptolaemus montrouzieri. Selain itu dapat juga pemanfaatan insektisida botani, seperti larutan umbi bawang putih dicampur dengan cabai. 4. Penggerek Biji (Mudaria luteileprosa Holloway) Hama ini merupakan hama utama tanaman durian yang diusahakan secara luas. Buah durian yang terserang hama ini akan diketahui gejalanya setelah dipanen atau pada saat larva telah keluar dari buah untuk membentuk pupa. Hama ini menurunkan mutu buah durian, karena bagian buah yang diserang akan kotor. Pengendalian hama ini dapat dilakukan 3 cara, yaitu kultur teknis, mekanis, dan kimiawi. Pengendalian cara kultur teknis dengan membungkus buah durian dengan plastik transparan yang bagian bawah dilubangi untuk jalan air keluar. Pengendalian cara mekanis dengan menggunakan perangkap cahaya berupa lampu neon yang berwarna putih untuk menangkap ngengat. Selain itu dengan mengumpulkan buah dan biji yang terserang, lalu dimusnahkan. Kemudian pengendalian cara kimiawi, yaitu menggunakan insektisida yang efektif, terdaftar dan diizinkan oleh Kementerian Pertanian. 5. Penggerek Batang (Stem borer) Hama ini mulai menyerang dengan membuat lubang pada batang, dahan atau ranting tanaman durian. Gejala serangan terlihat kotoran dan cairan berwarna kemerah-merahan dari bekas gerekan/lubang serangan larva. Gerekan larva ini menyebabkan saluran/distribusi hara dan air terganggu, sehingga bagian tanaman yang diserang menjadi kering, daun-daun layu, rontok, dan akhirnya tanaman mati. Pengendalian hama ini dapat dilakukan 3 cara, yaitu kultur teknis, mekanis, dan kimiawi. Pengendalian cara kultur teknis dengan sanitasi kebun, tertama daun-daun kering. Pengendalian cara mekanis dengan memotong bagian tanaman yang terserang dan dimusnahkan. Pemotongan dilakukan sekitar 5 cm sebelum lubang gerekan. Untuk pengendalian cara kimiawi, dilakukan penutupan lubang gerekan dengan kapas yang telah diberi larutan insektisida sistemik. Selain itu, menginjeksi tanaman dengan menggunakan insektisida sistemik, baik melalui batang maupun ujung akar. Demikian uraian tentang hama tanaman durian dan pengendaliannya, semoga dapat sebagai acuan untuk menjaga mutu buah durian. Selamat mencoba, semoga sukses. Penulis: Susilo Astuti H. – Pusluhtan. Daftar Pustaka:Anonim. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka. 2009.Budidaya Durian. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika - Solok, Puslitbang Hortikultura, Balitbangtan. 2012.Penerapan Teknologi Produksi Durian. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, Ditjen. Hortikultura, Kementan. 2013.