Loading...

HARI TEMU LAPANG ( FFD ) dan KEGIATAN PANEN DEMPLOT JAGUNG MANIS BONANSA F I di BP3K NAIONI KELURAHAN NAIONI KECAMATAN ALAK K

HARI TEMU LAPANG ( FFD ) dan KEGIATAN PANEN DEMPLOT JAGUNG MANIS BONANSA F I di BP3K NAIONI KELURAHAN NAIONI KECAMATAN ALAK K
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE Untuk meningkatkan peran penyuluhan pertanian dan kelompok tani dalam pembangunan pertanian, perlu adanya sinergitas dan penyamaan persepsi terhadap kegiatan - kegiatan penyuluhan di daerah dengan program penyuluhan pusat, sesuai dengan peran pemerintah sebagai regulator, koordinator dan supervisor. Kegiatan Hari Temu Lapang (FFD) dan kegiatan panen demplot teknologi jagung manis Bonansa F I, yang merupakan jagung manis hibrida yang direkomendasikan untuk sampai dataran rendah menengah. Tanaman tahan terhadap serangan karat Daun, Kresek. Umur panen 75 hari setelah tanam dengan potensi 15 Ton/ Ha. Tongkol terisi penuh, Berat tongkol rata-rata 300 - 350 Gram/ Buah, dengan kadar gula ( Brix ) 12 % . di Kota Kupang dilaksanakan melalui gelar teknologi pada kamis 4 Nopember 2013. SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Kupang beralamat di Jl. Timor raya No.126 telp. (0380)8586066 pasir panjang Kota Kupang, dibentuk berdasarkan PERDA No.7 tahun 2010.Dengan VISI TERWUJUDNYA PEMBANGUNAN KETAHANAN PAGAN KOTA KUPANG YANG BERKUALITAS MENUJU MASYARAKAT YANG SEJAHTERA DAN MANDIRI, serta MISI Adapun komponen yang terlibat dalam kegiatan FFD dan panen Demplot jagung manis di Kelompok Tani Tunas Harapan Kelurahan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang NTT, terdiri dari Staf Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Kupang 10 orang, Penyuluh 35 orang, BPTP Naibonat NTT 1 orang, Komisi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan 1 orang, dan Petani 53 orang. Dalam sambutan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Kupang yang diwakili Sekretaris Badan menyampaikan ikut bangga dengan diadakannya kegiatan FFD dan panen demplot sebagai penyebaran informasi dan teknologi pertanian, serta berbagai program yang berhubungan dengan kemajuan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraa petani. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}