Loading...

Hasil Uji Varietas Padi Baru Pionner Dibanding Varietas Ciherang Di Poktan Jaya Makmur Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung

Hasil Uji Varietas Padi Baru Pionner Dibanding Varietas Ciherang Di Poktan  Jaya Makmur Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung
Varietas Ciherang merupakan varietas yang menjadi primadona petani artinya sampai saat ini petani di poktan Jaya Makmur Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung selalu menanam varietas tersebut karena menurut mereka produksinya bagus dan rasa nasi pulen. Pada MP 2018/2019 poktan Jaya Makmur bekerja sama dengan produsen benih padi PIONER melakukan uji coba 7 varietas baru produksi pioner dan 2 varietas lain dibandingkan dengan varietas Ciherang. Varietas yang diuji coba yaitu 25P83, XRA753PKO, XRA733PJI, XRA753PH2, 27P37, 26PO4, 27P31, Mapan P05,INTANI 602, dan Ciherang. Sistem tanam yang diterapkan adalah sistemtanam jajar legowo dengan jarak tanam (30x30x60) cm dengan dosis pupuk 500 kg Organik, 300 kg NPK, 100 kg Urea dan ZA 100 kg per Ha dengan pemberian 2 kali yaitu umur 7 hst dan 35 hst. Pengamatan yang dilakukan adalah dengan cara menghitung jumlah anakan vegetatif dan anakan produktip, mengukur tinggi tanaman, menghitung jumlah biji per malai, menimbang hasil ubinan saat GKP dan setelah dikeringkan. Hasil pengamatan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Tinggi tanaman pada umur 15 HST yang tertinggi dicapai Varietas Intani 602 yaitu 54 cm, dan pada umur 30 HST yang tertinggi adalah varietas 26PO4 dengan tinggi mencapai 110 cm. Sedangkan untuk jumlah anakan vegetatif pada pengamatan umur 15 HST adalah varietas Ciherang mencapai 18 batang. Dan pada umur 30 HST jumlah anakan terbanyak adalah varietas 27P31 yaitu 46 batang. Jumlah anakan produktif dilakukan pada umur 60 HST hasilnya terbanyak adalah Ciherang ada 29 anakan produktip. Pada saat panen dilakukan penghitungan jumlah biji per malai yang terbanyak adalah varietas 26PO4 mencapai 316 butir dan biji hampa 39 butir. Dari hasil akir setelah dilakukan ubinan produksi tertinggi mencapai 11,6 Ton/Ha GKP yaitu varietas 25P83. Dan setelah dikeringkan produksi tertinggi dicapai varietas 26PO4 yaitu 10,3 Ton/Ha GKG. Kesimpulan dari ujicoba ini adalah bahwa varietas Ciherang pada pertumbuhan awal baik pertumbuhan vegetatif dan jumlah anakan produktif lebih tinggi, namun hasil akir yang terbaik adalah varietas dengan kode 26PO4. Dari sini dapat kita ambil manfaat bahwa kualitas gabah, maupun jumlah butir dalam malai dari Ciherang sudah menurun. untuk itu petani perlu diajak untuk berani mencoba varietas baru yang produksi, dan kwalitas gabahnya lebih baik serta tahan hama dan penyakit Ditulis oleh : Julia Soviati, SP