Dalam upaya untuk mensukseskan swasembada daging diperlukan upaya peningkatan populasi ternak Sapi, Kerbau dan Kambing di Kabupaten Nunukan. Peningkatan populasi ternak dimaksud tidak akan berhasil tanpa didukung dengan ketersediaan pakan yang memenuhi standar, baik kwalitas maupun kwantitasnya. Hal ini selaras dengan usaha pemerintah dalam meningkatkan produksi ternak guna memenuhi atau mencukupi kebutuhan konsumsi protein hewani, tidak dapat dipisahkan dari usaha peningkatan produksi hijauan makanan ternak. Hal tersebut dilakukan karena agar terjadi keseimbangan antara pengembangan ternak dengan penyediaan hijauan makanan ternak. Sehingga pengembangan ternak di suatu wilayah akan dipenuhi oleh daya dukung wilayahnya. Kabupaten Nunukan memiliki lahan potensial bagi penanaman Hijauan Makanan Ternak (HMT) yang masih cukup luas, termasuk diantaranya lahan tidur (lahan alang-alang) yang tingkat keseburannya sangat rendah sehingga tidak dimanfaatkan petani untuk budidaya tanaman yang nilai ekonomisnya tinggi. Hijauan makanan ternak (pakan hijauan) ialah semua bahan makanan yang berasal dari tanaman atau tumbuhan berupa daun-daunan, terkadang termasuk batang, ranting dan bunga. Yang termasuk ialah bangsa rumput, kacang-kacangan (leguminosa) dan tumbuh-tumbuhan lain. Semuanya bisa diberikan dalam dua macam bentuk, yakni hijauan segar dan hijauan kering. Hijauan sebagai bahan makanan ternak ruminansia memegang peranan penting karena hijauan mengandung hampi semua zat yang diperlukan hewan. Bahan makanan berupa rumput-rumputan bisa dibedakan atas rumput lapangan (liar) dan rumput pertanian (rumput budidaya). Rumput pertanian sengaja diusahakan dan dikembangkan untuk persediaan pakan ternak (rumput unggul). Rumput atau hijauan jenis unggul ini bisa dibedakan lagi antara rumput potongan dan rumput gembala. Yang termasuk rumput potongan adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput raja (Pennisetum purpureophoides), rumput benggala (Panicum maximum), rumput setaria (Setaria spacelata), dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk rumput gembala adalah rumput bede (Brachiaria decumben), rumput Australia (Paspalum dilatatum) dan lain-lain. Pakan hijauan digolongkan dalam makanan kasar karena mempunyai kadar serat yang tinggi. Hewan memamah-biak (ruminansia) justru akan mengalami gangguan pencernaan bila kandungan serat kasar didalam ransum terlalu rendah. Kandungan serat kasar yang diperlukan ternak sapi paling sedikit 13% dari bahan kering di dalam ransum. Pakan hijauan ini berfungsi menjaga alat pencernaan agar bekerja baik, membuat kenyang (bulk) dan mendorong keluarnya sekresi kelenjar-kelenjar pencernaan.Dengan demikian tujuan penanaman HMT adalah : Meningkatkan penyediaan hijauan makanan ternak baik jumlah dan kualitasnya dalam rangka usaha pengembangan dibidang peternakan.Meningkatkan produktivitas lahan,Meningkatkan kelestarian tanah dan air,Meningkatkan pendapatan para petani peternak dan Meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Berkaitan dengan bantuan untuk budidaya hijauan makanan ternak sudah ada beberapa kelompok tani yang ada di Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik dan Sebatik Baratyang mendapat bantuan tersebut dan kelompok tani juga mendapatkan pelatihan pembuatan pakan berupa silase dan hay jika petani kekurangan pakan untuk ternak sapinya. Penulis : Sri Wahyuni, SPt / PPL. Kab. Nunukan