Loading...

Ibu Hj. Mujiyati, S.P., PADA PERINGATAN HARI KARTINI KABUPATEN TULANG BAWANG, 30 TAHUN LEBIH UNTUK PENYULUHAN*

Ibu Hj. Mujiyati, S.P., PADA PERINGATAN HARI KARTINI KABUPATEN TULANG BAWANG, 30 TAHUN LEBIH UNTUK PENYULUHAN*
Menggala, 21/4/2014, Mengentaskan kaum perempuan dari kebodohan pada masa lalu yang telah di perjuangkan R.A Kartini untuk memenuhi hak-hak perempuan, kini menjadi cerita sejarah harum pergerakan kaum perempuan negeri ini, sejarah telah ditorehkan, persamaan dan kesejajaran hak kini telah diraih, dan kini saatnya perempuan-perempuan Indonesia ikut membangun negeri ini. "Habis Gelap Terbitlah Terang" Karya besar inilah yang telah menjadi bagian dari sejarah negeri ini, Ya ‘Perempuan Indonesia' adalah bagian dari tegaknya negeri ini. RA. Kartini-lah penginspirasi besar itu, dan telah menjadi symbol kekuatan besar perjuangan emansipasi wanita yang pada akhirnya melahirkan kartini-kartini baru dengan berbagai profesi dan prestasi yang ditorehkan. Kesejajaran dengan kaum pria inilah yang menempatkan perempuan-perempuan Indonesia saat ini mengenyam berbagai pendidikan, profesi dan pekerjaan bahkan jabatan yang setara dengan kaum pria tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan. Perempuan-perempuan itulah yang saat ini ikut menjadi penggerak pembangunan negeri tercinta hingga kepelosok-pelosok desa dan menjadi pengabdi ibu pertiwi, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat negeri ini, dari sekian banyaknya perempuan-perempuan itu salah satunya adalah Ibu Hj. Mujiyati, S.P Hj. Mujiyati, S.P., ibu dari tiga anak kelahiran Bantul, 26 Oktober 1961 adalah sosok Kartini di Kabupaten Tulang Bawang, perempuan yang memiliki dedikasi untuk turut serta membangun masyarakat petani diwilayah Kabupaten Tulang Bawang ini, selalu ikhlas untuk apa saja yang bisa diberikan dan akan melakukan apa yang diperlukan bagi para petani diwilayah binaannya. Ibu Mujiyati, S.P merupakan salah satu dari 14 perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Tulang Bawang ini. Beliau mengenyam pendidikan formal dari SD hingga SPMA yang diselesaikan ditanah kelahirannya Jogjakarta, sebelum pada akhirnya mengabdi sebagai penyuluh pertanian di Provinsi Lampung. Jenjang pendidikan lebih tinggi juga diraihnya kemudian, yaitu menyelesaikan Program Diploma 3 (D3) Komunikasi Penyuluhan di Universitas Terbuka (UT) tahun 2003 serta memperoleh Gelar Sarjana Pertanian (S.P) Jurusan Komunikasi Penyuluhan dari STIPER Dharma Wacana Metro-Lampung tahun 2005. Sejak diangkat sebagai penyuluh beliau merasa akan selalu siap memberikan pengabdian terbaiknya bagi pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Tulang Bawang. Ibu Hj. Mujiyati, S.P yang bekerja sebagai seorang penyuluh pertanian juga ber-suamikan seorang penyuluh pertanian, beliau adalah Bapak Hi. Samidi, S.P yang juga ber dinas di Kabupaten Tulang Bawang, pasangan penyuluh ini di karuniai tiga orang putra/i yaitu yang pertama diberi nama Maulisa Eka Santi, S.Pd., M.A (alumnus S2 Psikology UGM) yang kini menjadi Staff Pengajar/Dosen di Universitas Sanata Dharma Jogjkarta; Kedua Agung Adi Nugroho (Mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali); dan ketiga diberi nama Arif Rahmat Setiawan (sedang mengenyam pendidikan S1 Perikanan di Fakultas Pertanian UGM Jogjakarta) yang juga digadang-gadang sebagai penerus kedua orang tua-nya sebagai penyuluh. Ibu Mujiyati, S.P., memulai karier kerjanya sebagai seorang penyuluh pertanian honorer di Provinsi lampung. Awal karier tercatat sebagai tenaga honorer sejak 1 Maret 1983 s.d 1 Oktober 1986. Tahun 1983 s.d 1984 bekerja di wilayah binaan di Kecamatan Abung Selatan Kab. Lampung Utara, baru kemudian diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan golongan II/a sebagai Assisten Penyuluh Pertanian Muda pada tahun 1986. Kemudian secara berturut-turut pada tahun 1985 s.d 1987 bertugas diwilayah binaan Translok Rajawali Kec. Tulang Bawang Tengah (sebelum pemekaran dulu masuk wilayah Kab. Lampung Utara) sekarang masuk Kab. Tulang Bawang Barat, tahun 1987 s.d 2007 bertugas di Kampung Lesung Bhakti Kec. Lambu Kibang Kab. Tulang Bawang. Tahun 2007 s.d 2009 ibu Mujiyati, S.P di tugaskan sebagai Kepala BP3K Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang, dan baru kemudian dari tahun 2009 s.d sekarang beliau bertugas di Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) sebagai penyuluh pertanian pembina/IVa dengan jabatan Penyuluh Pertanian Madya (per April 2014 mengajukan kenaikan pangkat IV/b). Ibu Mujiyati, S.P yang telah mengabdi sebagai Penyuluh Pertanian (PPL) selama 31 Tahun ini tentunya telah mengecap asam garamnya bekerja sebagai tenaga penyuluh, sebagai penyuluh beliau berharap dengan peringatan hari Kartini ini para Penyuluh Pertanian terutama penyuluh-penyuluh perempuan khususnya di Kabupaten Tulang Bawang memiliki kecintaan terhadap profesi dan pekerjaan yang selama ini di geluti, beliau juga berharap para Penyuluh Pertanian Perempuan di Kabupaten Tulang Bawang bisa menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di pedesaan. Menurut ibu Hj. Mujiyati, S.P., sebagai penyuluh pertanian lapangan yang berada pada garis terdepan diharapakan para penyuluh bisa memberikan pelayanan informasi dan teknologi serta peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani. Beliau juga sangat berharap agar kesejahteraan penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian harus lebih ditingkatkan. Kedepan beliau berpesan agar generasi penyuluh-penyuluh muda sekarang dapat bekerja lebih keras dan lebih baik lagi sebagai penyuluh pertanian lapangan di wilayah binaannya, mengingat 5 (lima) tahun kedepan banyak para penyuluh pertanian yang memasuki masa pensiun. Dan pada kelembagaan penyuluhan seperti Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) ditingkat Kabupaten maupun Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di tingkat Kecamatan yang secara Kelembagaan berperan sebagai penyelenggara penyuluhan, dimasa mendatang harus terus mendorong peran aktif petani dan pelaku agribisnis lainnya serta masyarakat umum atas dasar kemitraan, dimana peran kelembagaan penyuluhan adalah dapat berfungsi sebaik mungkin sebagai regulator, fasilitator dan katalisator pembangunan pertanian khususnya diwilayah terpencil. Dengan demikian, penyuluh pertanian dalam pembangunan sistem usaha agribisnis dapat menjadi gerakan masyarakat di daerah guna meningkatkan dayasaing dan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya dapat memberikan konstribusi pada pendapatan asli daerah. Selamat memperingati hari Kartini Penyuluh Perempuan Tulang Bawang, majukan terus pembangunan pertanian...!!! (* Penulis: Eko Purwoko, S.P., S.Pi/Penyuluh Pertanian Pertama di BP4K Kab. Tulang Bawang/Admin.Cybex).