Loading...

IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN HAMA PENYAKIT DI DESA MELAI

IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN HAMA PENYAKIT DI DESA MELAI
Petani Padi di Desa Melai melaporkan ke Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti bahwa tanaman padi yang ada dilahan terserang penyakit dengan mengirimkan sampel tanaman padi yang terserang penyakit tersebut ke dinas. Kemudian dinas mengirimkan sampel tanaman tersebut ke UPT Perlindungan Tanaman Provinsi Riau untuk dilaporkan dan dianalisa. Hasil dari tindak lanjut dari laporan petani tersebut Tim dari UPT Perlindungan Tanaman Provinsi Riau yang didampingi oleh Koordinator PPL dan PPL kecamatan Rangsang Barat meninjau ke lokasi untuk mengetahui penyebab tanaman padi yang terserang penyakit. Hasil diagnose sementara dari Tim UPT Perlindungan Tanaman Provinsi Riau terkena Penyakit hawar daun bakteri dan keracunan Zat Besi (Fe). Penyakit hawar daun bakteri disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Bila serangan Penyakit hawar daun bakteri terjadi pada awal pertumbuhan, tanaman menjadi layu dan mati, gejala ini disebut kresek. Gejala kresek sangat mirip dengan gejala sundep yang timbul akibat serangan penggerek batang pada fase tenaman vegetatif. Pada tanaman dewasa penyakit hawar daun bakteri menimbulkan gejala hawa (blight). Baik gejala kresek maupun hawar, gejala dimulai dari tepi daun, berwarna keabu-abuan dan lama-lama daun menjadi kering. Bila serangan terjadi saat berbunga, proses pengisian gabah menjadi tidak sempurna, menyebabkan gabah tidak terisi penuh atau bahkan hampa. Pada kondisi seperti ini kehilangan hasil mencapai 50-70 persen. Sedangkan Tanaman Padi keracunan Zat Besi Fe bisa terjadi pada fase vegetatif maupun generatif. Saat fase vegetatif, tanaman yang keracunan dicirikan dengan kering dan tinggi yang tidak normal. Bobot kering tanaman juga menurun dan anakan yang jauh berkurang serta klorofil yang sedikit sehingga penampilan tanaman menjadi jelek. Sedangkan saat fase generatif, malai berkurang, bobot biji menurun dan kematangan tertunda sehingga pemeliharaan lebih lama dan merugikan petani. Pada kesempatan tersebut Tim UPT Perlindungan Tanaman Provinsi Riau juga membagikan Nordox 56 WP adalah Fungisida/Bakterisida Alami dalam bentuk tepung merah yang dapat disuspensikan dalam air untuk mengendalikan Penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi pada petani. Sekaligus memberikan cara pengunaan dan pemakaian fungisida yang telah diberikan kepada petani. Penulis :Rina Marlina, SP PPL Desa Melai Kecamatan Rangsang Barat