Loading...

Inovasi Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Raih Gelar Juara

Inovasi Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Raih Gelar Juara
Pertanian merupakan sektor strategis yang mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Berkembangnya sektor pertanian diharapkan akan memberi kontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani. Meski usahatani dilakukan secara turun menurun, tetapi masih terdapat permasalahan yang terus membayanginya. Munculnya permasalahan yang dihadapi oleh petani memerlukan solusi yang dapat menyelesaikan secara tuntas. Oleh sebab itu diperlukan inovasi teknologi. Tahun 2020, terdapat keluhan petani di Kabupaten Jombang akan serangan hama tikus. Hama tikus menyerang tanaman di areal persawahan yang menyebabkan kerugian bagi petani. Langkah langkah telah ditempuh untuk mengendalikan serangan hama tikus baik dengan gerakan gropyokan, gerakan pengendalian dengan alat josmo,dan menggunakan rodentisida. Namun upaya tersebut belum cukup untuk mengendalikan hama tikus. Melihat fakta dilapang, Kelompok Budaya Kerja (KBK) Oryza sativa UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melakukan kajian untuk menemukan solusi. Solusi inilah yang menjadi inovasi teknologi pertanian. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, bahwa fokus pertanian kedepan mengacu pada (1) Pengembalian kesuburan tanah (2) Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). “Program dan kegiatan pertanian tahun 2021 akan diarahkan untuk mendukung tujuan tersebut” kata Priadi. Sementara itu,upaya pengendalian hama tikus yang telah dilakukan menjadi kunci inovasi yaitu penerapan teknologi pengendalian hama tikus secara terpadu dengan memanfaatkan musuh alami (burung hantu). Kondisi mendasar yang menyebakan ledakan hama tikus adalah ketidakseimbangan ekosistem di alam. Perbaikan ekosistem menjadi langkah kongkret yang harus dilakukan agar populasi tikus dalam batas ambang ekonomi. Strategi pengendalian dapat dilakukan jangka pendek dengan gropyokan, alat josmo dan rodentisida. Serta memadukan dengan pengendalian ramah lingkungan yaitu peningkatan populasi burung hantu. Untuk meningkatkan populasi burung hantu dibuatlah rumah burung hantu/pagupon. Di kabupaten Jombang, areal persawahan seluas 48.724 ha. Sementara jumlah pagupon sekitar 283 unit. Sementara itu kemampuan jelajah sepasang burung hantu sekitar 10 ha. Oleh sebab itu perlu ada tambahan pagupon untuk peningkatan populasi burung hantu. Mengapa dipilih burung hantu? Burung hantu adalah hewan yang aktif mencari mangsa di malam hari (nocturna). Satu ekor Burung hantu saja dapat memangsa 3 – 5 ekor tikus per malam dengan radius terbang 12 Km yang berarti jika dihitung per bulan dapat memangsa hingga kisaran 90 – 150 ekor. Inovasi teknologi pertanian dengan menurunkan keluhan petani akan intensitas serangan hama tikus di Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang mendapat penghargaan dari Propinsi Jawa Timur dalam gelar kompetisi KBK kategori pelayanan jasa non medis tahun 2020. Prestasi KBK Oryza sativa mendapat apresiasi dari wakil bupati Jombang yang hadir dalam acara penyerahan dan penganugerahan kompetisi KBK di Singhasari resort Batu, tanggal 13 Nopember 2020. “Semoga Apresiasi dan Penghargaan ini semakin memotivasi kita semua untuk terus berinovasi, semua bersinergi untuk menciptakan terobosan terobosan baru yang memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas” pesan Sumrambah. Penulis: Leni Andjarwati, S.P Penyuluh Pertanian Kab Jombang