Loading...

INOVASI TEKNOLOGI PAKAN TERNAK

INOVASI TEKNOLOGI PAKAN TERNAK
Inovasi teknologi sangat penting dalam upaya pengembangan dan peningkatan nilaii tambah usaha pertanian, termasuk sub sektor peternakan. Guna mendukung tercapainya swasembada daging dan mengacu pada sistim agribisnis antara lain dalam pengelolaan pakan model LEISA. Seperti kita ketahui peningkatan populasi ternak masih terpaku pada kemampuan wilayah dalam menyediakan tanaman untuk pakan ternak. Sementara itu luas areal sumber pakan ternak baik berupa padang penggembalaan umum maupun lahan hijauan pakan terus berkurang. Beberapa penyebabnya adalah semakin diintesifkannya usaha tanaman pangan dan meningkatnya kebutuhan lahan baik untuk kawasan industri maupun pemukiman. Permasalahan lahan yang kompleks tersebut mengakibatkan ketersediaan pakan hijauan, khususnya pada akhir musim kemarau sampai dengan awal musim penghujan dianggap sebagai masalah utama. Dengan adanya limbah tanaman pertanian, perkebunan dan agro-industri yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan hal ini tidak perlu diragukan karena limbah ini memiliki potensi yang besar sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Namun pakan dari limbah ini mempunyai nilai nutrisi yang rendah, memerlukan tempat dan kurang tahan lama. Oleh karena itu pengembangan agribisnis sapi diarahkan pada budidaya peternakan yang menerapkan model LEISA (low external input sustainable agricultural) melalui sistem Integrasi tanaman dengan ternak (SITT). Melalui SITT dapat menurunkan biaya produksi (melalui optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan dan agroindustri) dan dapat menurunkan biaya ransum namun tetap dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi potong. Manfaat limbah pertanian, perkebunan dan agroindustri bermanfaat ketika musim sulit pakan (kemarau), terbatasnya tenaga kerja, populasi ternak di wilayah bersangkutan padat dan limbah pertanian dapat termanfaatkan. Strategi Pemberian Pakan ternak sapi Pakan utama ternak ruminansia adalah hijauan yang merupakan 60-70% dari total konsumsi ransum. Terkait dengan ketersediaan pakan hijauan terbatas sehingga pengembangan peternakan dapat diintegrasikan dengan usaha pertanian sebagai salah satu strategi dalam penyediaan pakan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian atau hasil ikutan agro-industri pertanian. Jenis pakan dan strategi pemberian pakan pada ternak sapi dapat dijelaskan sebagai berikut:a. Jerami padi, jagung dan rumput tua diberikan dalam jumlah sedikit yang diberikan dalam bentuk cacahan atau olahan;b. Rumput muda, diberikan ad libitum, setelah dilayukan dan dapat dicampur dengan jerami /rumputtua;c. Daun kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah, kacang hijau), daun muda perlu dilayukan dan dicampur dengan jerami padi atau rumput tua. Bila sapi tidak diare dapat diberikan ad libitum; d. Dedak padi, dipilih dedak halus dan baru, defisiensi Ca diatasi dengan tambahan kapur;e. Daun singkong, diberikan dalam bentuk cacahan serta dan dilayukan;f. Kedela i, dapat diberikan pada sapi potong (untuk penggemukan) dan untuk sapi yang sedang menyusi. Manfaat jenis pakan a. Jerami padi, jagung dan rumput tua bermanfaat untuk menghambat laju pakan dalam saluran pencernakan sapi;b. Rumput muda, bermanfaat karena bergizi tinggi dan sangat disukai ternak;c. Daun kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah, kacang hijau), bermanfaat karena mengandung protein tinggi dan sangat baik untuk penggemukan sapi dan untuk sapi yang menyusui; d. Dedak padi sangat baik untuk penggemukan sapi dan untuk sapi yang menyusui; e. Daun singkong, bermanfaat untuk menambah energi dan baik untuk penggemukan sapi, sapi bunting dan sapi menyusui;f. Kedelai baik untuk ternak karena kandungan gizinya tinggi. Pakan hijauan dan KonsentratPakan hijauan identik dengan sumber serat, warna tidak selalu hijau dan tidak selalu berbentuk rumput (rumput gajah, rumput lapangan dll) namun dapat berupa jerami kering (jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai dll), daun-daunan (nangka, pisang, kelapa sawit dll), hasil ikutan agro-industri (bagase tebu, kulit kacang, tumpi jagung, kulit kopi dll). Pakan yang baik adalah pakan yang murah,mudah didapat, tidak beracun, disukai ternak,mudahdiberikan dan tidak berdampak negative produksi dan kesehatan ternak serta lingkungan. Pakan konsentrat merupakan bahan pakan dengan nilai gizi yang tinggi yang dipergunakan bersama bahan pakan lain untuk meningkatkan gizi dari keseluruhan pakan yang disatukan dan dicampur sebagai pelengkap (suplemen). Konsentrat dapat berupa bahan pakan tunggal atau campuran beberapa bahan pakan yang memenuhi syarat kualitas tertentu. Pemberian konsentrat dapat dikombinasikan dengan bahan pakan hasil ikutan agro-industri optensial setempat. Pemanfaatan bahan pakan setempat dapat menggantikan konsetrat komersial sebesar 75-100%dari total pakan. Teknologi untuk meningkatkan kualitas bahan pakan sumber seratUntuk meningkatkan kualitas bahan pakan sumber serat dapat diterapkan teknologin sebagai berikut:a. Perlakuan fisik (dicincang, digiling, pelleting), dimaksudkan untuk mengurangi ukuran atau melindungi bahan pakan yang mempunyai kandungan nutrisi tinggi;b. Kimia (penambahan bahan kimia yang bersifat asam, basa dan oksidatif),dimaksudkan untuk merenggangkan ikatanlignindan selulosa, meningkatkan nilai nutrisi dan mengurangi dampak cekaman panas;c. Biologi (inokulasi probion, bio-plus, starbio,jamur dll), dimaksudkan untuk mengubah struktur kimiawibahan pakan;d. Suplementasi dan strategi pakan dimaksudkan untuk melengkapi kekurangan nutrisi ransum dan penganekaragaman bahan pakan yang memenuhi unsur serat, energy dan protein. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Rekomendasi Teknologi Peternakan dan Veteriner mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) tahun 2014, Puslitbang Peternakan, Badan Litbang Pertanian; 2) Dihimpun dari beberapa sumber