Loading...

INPAGO, VARIETAS UNGGUL BARU PADI TAHAN KEKERINGAN

INPAGO, VARIETAS UNGGUL BARU PADI TAHAN KEKERINGAN
Padi gogo adalah jenis padi yang dikenal dapat tumbuh dan berkembang baik pada lahan kering. Karakteristik usahatani di lahan kering umumnya produktivitasnya rendah, masalah kemasaman dan penyakit blas. Lembaga penelitian dan perguruan tinggi terus berupaya menghasilkan berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas padi gogo, salah satunya melalui perakitan varietas unggul baru. Sebelum tahun 2008, penamaan varietas padi gogo mengambil nama situ (danau), ada dikenal varietas Situ Patenggang, dan Situ Bagendit. Sejak tahun 2008, penamaan varietas unggul baru menggunakan istilah Inbrida Padi (INPA) dan ditambahkan agroekosistem (suku kata pada ujung INPA. Untuk padi gogo, penamaannya menjadi INPAGO (inbrida padi gogo). Sejak tahun 2010 hingga 2017 telah dihasilkan 10 varietas INPAGO (4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, LIPIGO 4, dan 11 Agritan) dan tiga varietas yang dihasilkan lembaga penelitian dan perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Padi Nasional, yaitu varietas Unsoed Parimas dan IPB 9G. Artinya, semakin banyak pilihan varietas unggul yang dapat petani pilih untuk usahataninya. Pada tulisan ini akan dijelaskan beberapa keunggulan dari varietas Inpago LIPIGO 4, Inpago 11 Agritan, Inpago 12 Agritan, Unsoed Parimas dan IPB 9G. Inpago Lipigo 4 Varietas Inpago Lipigo 4 dapat dipanen pada umur 113 hari. Tekstur nasi pera dengan kadar amilosa 27,9%. Rata-rata hasil yang dapat diperoleh 4,2 ton per hektar gabah kering giling, dengan potensi mencapai 7,1 ton per hektar gabah kering giling. Varietas ini agak tahan terhadap penyakit blas ras 073, dan baik ditanam pada lahan kering randah sampai ketinggian Inpago 11 Agritan Veriatas Inpago 11 Agritan memilik bentuk gabah bulat besar, dan dapat dipanen pada umur 111 hari setelah semai. Bentuk tanamannya tegak, dan tahan rebah. Tekstur nasi varietas ini termasuk sedang dengan kadar amilosa kurang lebih 21,3%. Rata-rata hasil Inpago 11 Agritan sekitar 4,1 ton per hektar, dengan potensi mencapai 6 ton per hektar. Varietas ini adalah tahan terhadap penyakit blas ras 033, agak tahan terhdap penyakit blas ras 073 dan 133, tahan terhadap hawar daun bakteri strain III dan agak tahan hawar daun bakteri strain VIII, dan agak rentan wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3. Unsoed Parimas Varietas Unsoed Parimas dapat dipanen pada umur 111 hari setelah semai. Varietas ini memiliki bentuk gabah panjang, dan mudah dirontok. Tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 17,2 %. Untuk jenis padi gogo, varietas ini memiliki potensi hasil sangat tinggi yaitu mencapai 9,4 ton per hektar dengan rata-rata hasil 6,19 ton per hektar. Varietas ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik pada lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai 700 m dpl, serta toleran terhadap keracunan Al dan kekeringan. Namun dalam hal ketahanan terhadap hama dan penyakit, varietas ini agak rentan terhadap WBC biotipe 1, 2, dan 3, dan rentan terhadap penyakit blas ras 033, tahan blas ras 073, agak tahan blas ras 133, rentan blas ras 173. IPB 9G Varietas IPB 9G dilepas pada tahun 2017. Memiliki potensi hasil sangat tinggi untuk jenis padi gogo, dapat mencapai 9,09 ton per hektar, dengan hasil rata-rata 6,09 ton per hektar. Tekstur nasinya pulen dengan kadar amilosa 21,1%. Untuk ketahanan terhadap hama, IPB 9G agak rentan WBC biotipe 1, agak tahan WBC biotipe 2 dan 3. Varietas ini tahan terhadap penyakit blas ras 073, dan agak tahan terhadap blas ras 033, 001, dan 051, rentan blas ras 133, 173, 013, 041, dan 023. Varietas IPB 9G dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai 700 m dpl, dan toleran terhadap keracunan Al da nagak peka terhadap kekeringan. Inpago 12 Agritan Inpago 12 Agritan dapat dipanen pada umur 111 hari setelah semai. Varietas ini memiliki potensi hasil sangat tinggi mencapai 10,2 ton per hektar, dengan rata-rata hasil 6,7 ton per hektar. Varietas ini tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 073, agak tahan terhadap ras 133, 001, 013, 023, 051, dan 101, rentan blas ras 173 dan 041. Namun agak rentan WBC biotipe 1 dan 2. Inpago 12 Agritan dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering subur dan lahan kering masam dataran rendah sampai 700 m dpl, serta toleran terhadap keracunan Al dan kekeringan. Sumber : Wahab.M.I., Satoto, Rachmat, R., Guswara, A., Suharna. 2017. Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian Foto: http://litbang.pertanian.go.id Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Email: ume_humaedah@yahoo.com