Selama ini usaha pembibitan yang ada di lapang masih lebih condong ke penangkaran yang sekedar menghasilkan anak itik, belum sampai ke produksi bibit yang sebenarnya, karena belum diterapkannya metode pemuliaan maupun upaya-upaya lain untuk perbaikan kualitas secara genetis. Untuk memproduksi bibit berkualitas perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan mutu secara genetis yang hanya dapat dilaksanakan pada kondisi yang terkontrol seperti pada pusat-pusat pembibitan. Hasil dari perbaikan genetis selanjutnya dapat diperbanyak untuk tujuan komersial dalam unit-unit pembibitan yang merupakan bagian integral dari suatu sistem produksi komersial. Dalam upaya untuk mendorong berkembangnya sistem pembibitan itik di lapang. Hasil serangkaian penelitian bahwa persilangan antara itik Mojosari jantan dan Alabio betina merupakan itik hibrida yang dapat digunakan sebagai bibit niaga (final stock) dengan keunggulan produktivitas. Untuk mencapai hal tersebut, bibit induk (parent stock) yang digunakan untuk menghasilkan itik hibrida tersebut harus mempunyai keseragaman genetis yang tinggi agar senantiasa konsisten dalam menghasilkan keunggulan pada keturunannya. Oleh karena itu, itik Mojosari yang dijadikan bibit induk harus melalui serangkaian proses seleksi untuk meningkatkan keseragaman genetisnya sehingga konsisten dalam menghasilkan hibrida yang unggul.Sifat kualitatif Itik MojosariSifat-sifat kualitatif itik Mojosari dewasa adalah sebagai berikut:; a) Postur tubuh ramping seperti botol; b). Warna: dada: jantan berwarna coklat kehitaman dan betina berwarna cokelat, punggung: jantan berwarna cokelat kehitaman, perut sampai paha: jantan berwarna abu-abu, keputihan dan betina berwarna cokelat bergaris hitam, ekor: jantan berwarna hitam dan betina berwarna cokelat: kaki: hitam, paruh: hitam, kerabang telur: hijau kebiruan.Sifat kuantitatif itik Mojosari1. Pertumbuhan itik Mojosari; Pengamatan pertumbuhan itik terdiri dari 2 fase yaitu fase starter dan grower. Fase starter dimulai sejak itik menetas (DOD) sampai umur 8 minggu, dan dilanjutkan dengan fase grower mulai umur 8 minggu sampai 18 minggu (siap bertelur). Program seleksi untuk meningkatkan produksi telur akan menurunkan bobot badan, karena sifat produksi telur berbanding terbalik dengan produksi telur. Oleh karena itu, pertumbuhan yang ditunjukkan dengan bobot badan yang normal harus terus diamati agar kualitas bibit yang dihasilkan tetap terjaga keunggulannya, terutama pertumbuhan pada masa starter yang akan menentukan keberhasilan produksi pada fase bertelur. Kurva pertumbuhan itik Mojosari terlihat stabil pada generasi F1 dan F2 setelah seleksi, dan menunjukkan kurva sigmoid. Akan tetapi, pada generasi F3 terlihat adanya sedikit penurunan tingkat pertumbuhan, walaupun belum diketahui dengan pasti apakah akibat langsung dari proses seleksi atau faktor lingkungan (non-genetis). Seperti halnya pada jenis-jenis itik yang lain, pertumbuhan itik Mojosari terlihat adanya perlambatan setelah umur 10 minggu. Hal ini diduga karena pada umur tersebut terjadi pertumbuhan bulu sayap dan proses pematangan alatalat reproduksi seperti ovarium dan oviduk. Grafik pertumbuhan itik Mojosari per generasi.2. Ukuran tubuh Itik Mojosari Hasil pengukuran ukuran-ukuran bagian tubuh itik Mojosari jantan dan betina. Ukuran-ukuran bagian tubuh itik Mojosari (dalam cm): Jantan Betina. a) Panjang paruh 6,6 ± 0,2 6,2 ± 0,1; b) Lebar paruh 2,7 ± 0,1 2,6 ± 0,1; c) Panjang leher 22,6 ± 0,7 19,9 ± 0,6; d) Lebar dada 8,2 ± 0,6 8,3 ± 0,3; e) Lingkar dada 28,6 ± 0,8 27,7 ± 0,9; f) Dalam dada 9,1 ± 0,3 8,1 ± 0,5. Jantan Betina: a) Panjang punggung 20,2 ± 1,0 18,4 ± 0,7; b) Panjang sayap 29,0 ± 0,9 27,2 ± 0,7; c) Panjang paha 11,5 ± 0,3 10,6 ± 0,3; d) Panjang betis 6,5 ± 0,2 5,7 ± 0,2; e) Lingkar betis 3,3 ± 0,2 3,3 ± 0,1; f) Panjang jari ke-3 6,3 ± 0,3 6,0 ± 0,3.3. Produksi telur Itik Mojosari selama satu tahunKualitas seekor ternak unggas petelur ditentukan oleh banyaknya produksi telur selama satu tahun. Itik Mojosari (MM) mempunyai kurva produksi telur dalam setahun yang mengikuti pola produksi yang cukup baik dengan rataan produksi mencapai 62 % dan dengan puncak produksi 87%. Jika dibandingkan dengan produksi telur itik hibrida Master (MA) ataupun silang baliknya (MMA) maka produksi telur itik Mojosari lebih rendah. Hal ini bertolak belakang dengan tujuan membuat perlakuan itik mojosari.4. Kualitas telur Itik Mojosari Kualitas telur Itik Mojosari tidak berbeda jauh dari kualitas telur itik Hibrida Master pada semua sifat. Hal ini menunjukkan bahwa program persilangan tidak menurunkan kualitas telur pada hasil persilangannya. Sifat Genotipa MM MA: a) Berat kuning telur (g) 16,65 16,58 gram; b) Warna kuning telur 5,61 6,21; c) Berat kerabang basah (g) 6,52 7,01; d) Berat kerabang kering (g) 5,14 5,56; e) Tebal kerabang (mm) 34,74 36,47; f) HU (Haugh Unit) 115,30 116,00; g) Berat puith telur (g) 38,04 40,34.5. Kebutuhan nutrisi itik Mojosari Kebutuhan gizi itik Mojosari didasarkan pada penelitian tentang kebutuhan gizi itik petelur lokal yang telah dihasilkan (Sinurat et al., 1989). Kebutuhan gizi untuk itik petelur fase produksi telur 6 bulan pertama cenderung lebih rendah (± 3%) dibandingkan dengan kebutuhan gizi pada fase produksi 6 bulan kedua. Efisiensi penggunaan pakan yang diukur selama setahun adalah: 3,22. Efisiensi penggunaan pakan pada fase pertama produksi (1 - 6 bulan) adalah 2,88 dan memburuk pada fase kedua produksi (7 – 12 bulan) menjadi 3,55.Keunggulan Itik MojosariA. Kebaruan, keunikan, keseragaman dan kestabilan (BUSS), Itik Mojosari hasil seleksi ini, disamping keseragaman dan produksi telur 6 bulan yang meningkat adalah terletak pada keunggulan itik hibridanya sebagai hasil persilangan itik Mojosari jantan dengan itik Alabio betina. Itik hibrida Master ini mempunyai kebaruan, karena merupakan hibrida hasil persilangan yang berbeda dari induk-induknya (Alabio dan Mojosari).Keunggulan dari itik hibrida ini adalah umur pertama bertelur lebih pendek, produksi telur selama satu tahun lebih tinggi dibandingkan dengan rumpun itik lokal lain dan penentuan jenis kelamin (sexing) pada saat menetas (DOD) dapat dilakukan dengan lebih mudah yaitu berdasarkan warna bulu. Penampilan dari itik hibrida ini seragam dalam pola warna bulu, warna paruh dan warna kaki. Ciri spesifik dari itik ini adalah mempunyai pola warna bulu seperti itik Mojosari, namun dengan garis bulu putih di atas mata (alis) menyerupai itik Alabio.B. Keunggulan produktivitas Itik Master, Keunggulan Itik hibrida Master ditunjukkan dengan jumlah produksi telurnya yang lebih banyak dibandingkan dengan genotipa yang lainnya, yaitu 74,22 butir selama 3 bulan pengamatan. Hal ini berkaitan dengan umur pertama bertelur. Itik hibrida Master memiliki umur pertama bertelur yang paling cepat yaitu 21.87 minggu.Itik hibrida Master adalah hasil persilangan itik Mojosari jantan dengan Alabio betina yang memiliki keunggulan dalam produksi telur. Keunggulan ini ditunjukkan dengan nilai heterosis, sebagai tolok ukur untuk menggambarkan keunggulan keturunan kawin silang terhadap tetuanya tanpa memperhatikan penyebabnya. Nilai heterosis umur pertama bertelur, bobot telur pertama bobot itik saat pertama bertelur dan produksi telur 3 bulan untuk masing-masing genotipa. (Suwarna-Pusluhtan) Sumber : Sinurat et al, 1989, Puslitbangnak, 2016