Loading...

Jagung Sebagai Bahan Baku Industri

Jagung Sebagai Bahan Baku Industri
Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi. Bahkan dibeberapa tempat, jagung merupakan bahan makanan pokok utama pengganti beras atau sebagai campuran beras. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung Indonesia tahun 2015 sebesar 11,65 juta ton pipilan kering. Berdasarkan data dari tahun 2013 - 2015 tidak terjadi kenaikan luas panen jagung. Diperkirakan luas panen jagung hanya 3,8 juta hektar. Untuk mengatasi kekurangan jagung dalam negeri khususnya untuk pakan ternak, tiap tahun terpaksa dilakukan impor sebesar1,5 juta ton sedangkan potensi lahan untuk penanaman jagung masih tersedia, dengan cara pembukaan lahan baru dan peningkatan produktivitaslahan yang ada. Diharapkan imporjagung dapat tergantikan dari produksi dalam negeri. Keuntungan bertanam jagung ternyata sangat besar. Selain biji sebagai hasil utama, batang jagung merupakan pakan ternak yang sangat potensial. Dengan demikian dalam pengusahaan jagung selain mendapat biji atau tongkol jagung masih ditambah lagi denganbrangkasannya yang juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Dari segi pengelolaan keuntungan bertanam jagung adalah kemudahan dalam budidaya. Tanaman jagung merupakan tanaman yang tidakmemerlukan perawatan intensif (tidak manja). Dan dapat ditanam di hampir semua jenis tanah. Resiko kegagalan bertanam jagung umumnya sangat kecil dibandingkan tanaman palawija lainnya. Hampir seluruh bagian tanaman jagung memiliki nilai ekonomis. Secara umum beberapa manfaat bagian-bagian tanaman jagung dijelaskan sebagai berikut :- Batang dan daun muda untuk pakan ternak- Batang dan daun tua (setelah panen) untuk pupuk hijau atau kompos- Batang dan daun kering untuk kayu bakar- Batang jagung untuk lanjaran (turus)- Batang jagung untuk pulp (bahan kertas)- Buah jagung muda untuk sayuran , perkedel, bakwan dan sambel goreng Jagung sebagai bahan industriDipasaran banyak beredar produk olahan jagung. Produk olahan jagung tersebut pada umumnya berasal dari industri skala rumah tangga hingga produksi besar. Secara garis besar beberapa industri yang mengolah jagung menjadi produk sebagai berikut :a. Industri giling kering, yaitu menghasilkan tepung jagungb. Industri giling basah yaitu menghasilkan pati, sirup, gula jagung, minyak dan dextrin.c. Industri destilasi dan fermentasi, yaitu industri yang menghasilkan ethyl alkohol, aseton, asam laktat, asam sitrat, gliserol, dan lain-lain. Jagung untuk bahan baku industri (jagung hibrida dan varietas unggul komposite) ditanam pada lahan sawah atau lahan kering beriklim basah dengan menerapkan teknologi maju dengan demikian dapat dikatakan bahwa jagung untuk bahan makan pokok dan jagung untuk bahan baku industri merupakan 2 komoditasyang berbeda. Jagung hibrida tidak terima sebagai makanan pokok, dan jagung lokal (jagung putih) tidak diterima oleh industri. Jagung lokal selama ini luput dari perhatian lembaga penelitian, sedangkan jaung hibrida dan komposite mendapatkan perhatian besar terutama oleh perusahaan swasta. Lebih dari 80% jagung hibrida yang dilepas merupakan hasil penelitian dari perusahaan swasta terutama dari perusahaan multi nasional. Bahkan pada tahun 2011 hampir 100% benih pertanaman jagung hibrida berasal dari perusahaan swasta. Ditulis kembali oleh : Sundari, SST (BBP2TP)Sumber : Bertanam Jagung Unggul, Ir. Purwono, MS. Dan Rudy Hartono, SP., tahun 2015