Loading...

Jajar Legowo Solusi Mendongkrak Hasil Panen Padi

Jajar Legowo Solusi Mendongkrak Hasil Panen Padi
Salah satu teknologi dasar Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) adalah pengaturan populasi tanaman atau pengaturan jarak tanam Penanaman padi dengan jarak tegel ataupun jajar legowo (jarwo) memberikan hasil yang lebih tinggi bila dibanding jarak tanam yang tidak beraturan. Salah satu petani yang sudah mempraktikan penaman padi jarak tanam jarwo adalah Jian, yang juga ketua kelompok tani Margo Utomo V Dukuh Makul, Desa Bareng, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Jian mengaku sudah dua musim ini mempraktikan jarwo di sawahnya. Selain untuk meningkatkan produktifitas, tujuan yang kedua adalah untuk memberi contoh langsung kepada anggotanya. "Saya tanam dengan jarak tanam jarwo yang pertama pada musim hujan tahun lalu (2019) saat mendapat program budidaya tanaman sehat. Yang kedua tahun ini, pakai varietas Inpari 32 HDB bantuan Program Petani Mandiri-Kartu Petani Mandiri (PPM-KPM) dari Pemkab Bojonegoro," kata Jian, Kamis.(3/12/2020). Jian berharap walau pelan tetapi pasti ia ingin anggota kelompoknya mengikuti jejaknya. Bagi regu tanam yang belum terbiasa tanam jarwo memang agak sulit dan lama durasi tanamnya. Ini salah satu masalahnya, tetapi itu sebenarnya hanya karena belum terbiasa saja. Ketua kelompok tani yang penuh enerjik ini kebetulan mempunyai beberapa petak sawah. Musim hujan saat ini salah satu sawahnya memakai jarwo 2:1, lainya pakai 4:1, dan lainya lagi jarak tegel biasa. Ia ingin mengetahui hasil final ketiga model jarak tanam tersebut saat panen nanti. Saat ini tanaman padi baru berumur 2-4 HST. Sawah di Desa Bareng mengandalkan pengairan tadah hujan. Dari sejumlah pengkajian diketahui bahwa jarwo 2:1 memberi hasil tertinggi dibanding jajar tegel atau jarwo 4:1. Ini disebabkan seluruh rumpun tanaman mendapat pengaruh tanaman pinggir (border effect). Pertumbuhan merata dan serempak karena mendapat sinar matahari (simat) yang merata dari pucuk sampai pangkal tanaman. Dengan jarwo didesain seolah-olah semua rumpun di pinggir galengan. Dalam hal ini sebenarnya banyak petani sudah tahu tandur (tanaman) yang di pinggir galengan (pematang) lebih baik kualitasnya. Keunggulan lain jarwo adalah:1. Perawatan lebih mudah khususnya dalam pemupukan dan penyemprotan.2. Dapat mengurangi serangan OPT, dengan adanya lorong yang lebar kelembaban dapat terjaga.3. Menghemat penggunaan pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam barisan tanaman saja.4. Jarwo bisa mendongkrak produktifitas 7-14%. Iskak Riyanto, S.P. PPL Kecamatan Sugihwaras.