Loading...

JAJAR LEGOWO UNTUK PETANI NTT

JAJAR LEGOWO UNTUK PETANI NTT
Budidaya padi dengan sistem jajar legowo (jarwo) sudah diterapkan oleh masyarakat tani di Nusa Tenggara Timur, khususnya jarwo 2:1 dan jarwo 4:1. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan Sekolah Lapangan tahun 2021, BPP Wewaria Kecamatan Welamosa Kabupaten Ende, memilih komoditi tanaman padi sawah dengan sistem jarwo 2:1. Menurut Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wewaria, Felix Meko, STT., “alasan petani memilih sistem jarwo 2;1 adalah produksi dan produktivitas tanaman padi meningkat rata-rata 20% dari pola tanam menggunakan tegel”. Lebih lanjut beliau mengatakan “Kepala BPP dan penyuluh berusaha meyakinkan petani, bukan hanya teori tetapi kami juga menyampaikannya dengan membuat demplot (demomstrasi plot) tentang budidaya padi menggunakan sistem jarwo 2:1”. Selain itu beberapa hal yang harus dipahami oleh petani adalah Keuntungan tanaman padi menggunakan sistem jarwo semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir, pengendalian hama, penyakit, dan gulma lebih mudah, menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong mas, atau untuk mina padi, penggunaan pupuk lebih berdaya guna dan produksi padi mengalami kenaikan rata-rata 40-50%. Titik ungkit peningkatan produktivitas padi adalah 1) Penggunaan varietas unggul baru, 2) Penggunaan benih berkualitas (goodseed atau benih berlabel), 3) Tata-tanam (jajar legowo 2:1; 4:1), 4) Pemupukan berimbang, 5) Pengendalian Gulma, 6) Pengendalian hama dan penyakit, 6) Penanganan pascapanen (menekan tingkat kehilangan hasil di tingkat lapangan). Inovasi Teknologi sistem jarwo yang dikeluarkan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Naibonat Kupang adalah: Penggunaan varietas unggul (meningkatkan hasil 5 s/d 12.5%) Penggunaan benih bermutu (good seed atau benih bersertifikat/label : 2.5 s/d 3.5 %) Pupuk Makro (NPK) : 15 -20 % Pengendalian gulma yang tepat : 15 –20 % Pengendalian Hama dan Penyakit : 15 – 20 % Pola tanam Jajar Legowo (2:1) : 10 – 15 % Penerapan Sistem Jarwo di NTT rata-rata menggunakan Jarwo 2:1 dan Jarwo 4:1. Peningkatan populasi tanaman dapat dilakukan dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 (333.300 rumpun/ha dan legowo 4:1 (400.000 rumpun/ha) vs sistem tegel (baris biasa 20 x 20 cm) 250.000 rumpun/ha. Maria E. V. Rukmini, SPt Penyuluh Pertanian Provinsi NTT