AMUR AKAR PUTIH (JAP)OLEH : Sanen priyanto, SPPENDAHULUANPenyakit Jamur Akar Putih disebabkan oleh Rigidoporus lignosus atau R. microporus.Jamur ini membentuk badan buah mirip topi pada akar, pangkal batang, atau tunggul-tunggul tanaman. Badan buah berwarna jingga kekuning-kuningan. Permukaan bawah badan buah terdapat lubang-lubang kecil tempat spora. Penyakit Jamur Akar Putih merupakan penyakit yang berbahaya bagi perkebunan karet. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian pada tanaman dengan intensitas kematian yang sangat tinggi. Serangannya sering dijumpai pada tanaman karet yang berumur 2 – 4 tahun. Serangan penyakit Jamur Akar Putih dapat mengakibatkan tanaman karet yang berumur 3 tahun mati dalam waktu 6 bulan, dan yang berumur 6 tahun akan mati setelah terserang selama setahun.Penularan penyakit Jamur Akar Putih dapat terjadi melalui persinggungan antara akar karet dengan sisa-sisa akar tanaman lama, tunggul-tunggul , atau pohon yang terserang JAP. Selain persinggungan, penyebarannya juga bisa terjadi karena hembusan angin yang membawa spora penyakit ini. Spora yang jatuh di tunggul atau sisa kayu akan tumbuh dan membentuk koloni. Kemudian jamur akan merambat ke akar cabang tunggul dan pindahke akar tanaman di dekatnya melalui pertautan akar.Tanaman yang terserang daun-daunnya menjadi pucat kuning dengan tepi ujungnya terlipat ke dalam. Daun-daun ini kemudian gugur dan ujung rantingnya mati. Adakalanya tanaman yang sakit membentuk daun-daun muda atau bunga dan buah pada waktu yang lebih awal. Pada akar tanaman tampak benang-benang Jamur putih agak tebal, benang-benang tersebut menempel kuat pada akar sehingga sulit dilepaskan. Akar yang sakit akhirnya membusuk, lunak dan berwarna coklat.Pengendalian penyakit jamur akar putih lebih diarahkan kepada pencegahan pertambahan tanaman terserang.Cara Pencegahan Penyakit Jamur Akar Putiha. Satu meter di sekitar tanaman karet harus bersih dari sisa-sisa akar dan tunggul tanaman lainnya. Sisa akar dan tunggul ini harus dibongkar dan dibakar supaya tidak menjadi sumber penyakitb. Menanam tanaman penutup tanah minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet. Tanaman yang dianjurkan adalah jenis kacang-kacangan seperti Calopogonium muconoides atau C. caeruleum, Centrosema pubescens, Pueraria javanica. Jenis tanaman ini dapt membantu aktivitas mikroba untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa akar dan tunggul tanaman sehingga dapat menekan perkembangan jamur penyebab penyakit.c. Pencegahan perkembangan jamur akar putih pada perkebunan karet rakyat dapat dilakukan pula dengan cara melakukan tumpangsari tanaman antagonis seperti Lidah Mertua/Sanseviera, Sambiloto, tanaman sigsag, Laos dan Kunyit. Jenis tanaman ini dapat menekan pertumbuhan jamur akar putih. Jenis-jenis tanaman ini hendaknya dapat dikembangkan oleh petani, selain dapat mengurangi serangan JAP juga dapat memberikan nilai tambah bagi petani.d. Sebelum penanaman, lubang tanam ditaburi biakan jamur Trichoderma harzianum yang telah dicampur dengan kompos sebanyak 200 gram per lubang tanam (1 kg T. harzianum dicampur dengan 50 kg kompos/pupuk kandang). Menanam bibit tanaman yang sehat bebas dari jamur akar putih. Pada radius 30-100 cm di sekeliling tanaman (seluas tajuk tanaman) dilakukan penaburan 100-150 gram serbuk belerang yang dibenamkan ke dalam tanah dengan menggunakan garpu. Kegiatan ini diulang setiap 6 sampai 12 bulan sampai tanaman karet berumur 6 tahun. Sebagai pengganti belerang dapat digunakan pupuk Ammonium Sulfat (ZA) sesuai dosis anjuran dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman. Diantara tanaman karet tidak dianjurkan ditanami tanaman sela yang merupakan inang jamur penyebab penyakit seperti ubi jalar, ubi kayu dan sebagainya.Cara Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putiha. Tanaman yang terserang berat atau telah mati/tumbang harus segera dibongkar secara menyeluruh dan dibakar di luar areal pertanaman. Sisa-sisa akar harus dibersihkan kemudian bekas lubang dan 4 tanaman di sekitarnya ditaburi dengan Trichoderma harzianum yang telah dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 200 gram per lubang atau tanaman. Menanam tanaman marygold (Tithonia diversifolia) di dalam bekas lubang yang dibongkar dan di sekitar tanaman karet dengan jarak 1 meter diantara 2 barisan tanaman. Bila masih memungkinkan untuk penyulaman, dibuat lubang tanam baru berukuran 40 x 40 x 30 cm. Lubang ini ditaburi T. harzianum kemudian ditanam bibit karet stum tinggi. Di sekitar bibit ditaburi serbuk belerang atau pupuk ZA sebanyak 100 gram.b. Tanaman sakit dengan tingkat serangan ringan masih dapat diselamatkan dengan cara membuka dan membuat lubang tanam 30 cm di sekitar leher akar dengan kedalaman sesuai serangan jamur. Benang-benang jamur yang menempel pada akar dikerok dengan alat yang sudah tumpul agar tidak melukai akar, bagian akar yang sudah busuk dipotong dan dikumpulkan untuk dibakar. Bekas kerokan dan potongan ditutup dengan ter dan Izal kemudian seluruh permukaan akar diolesi dengan fungisida yang direkomendasikan. Setelah luka mengering, akar ditutup kembali dengan tanah. Empat tanaman jiran di sekitar tanaman sakit, ditaburi dengan T. harzianum dan pupuk ZA.c. Pengobatan tanaman sakit sebaiknya dilakukan pada waktu serangan dini untuk mendapatkan keberhasilan pengobatan dan mengurangi esiko kematian tanaman. Bila pengobatan dilakukan pada waktu serangan lanjut maka keberhasilan pengobatan hanya mencapai di bawah 80%. Cara penggunaan dan jenis fungisida anjuran yang dianjurkan adalah Pengolesan : Calixin CP, Fomac 2, Ingro Pasta 20 PA, Shell CPPenyiraman :Alto 100 SL, Anvil 50 SC, Bayfidan 250 EC, Bayleton 250 EC, Calixin 750 EC, Sumiate 12,5 WP dan Vectra 100 SCPenaburan :Anjap P, Biotri P, Bayfidan 3 G, Belerang dan Trico Sp