Loading...

JARAK PAGAR SEBAGAI PENGENDALI EROSI

JARAK PAGAR SEBAGAI PENGENDALI EROSI
Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Jarak pagar memiliki potensi tinggi sebagai tanaman konservasi karena struktur perakarannya mampu mengendalikan erosi tanah oleh angin dan air. Perkembangan awal jarak pagar yang berasal dari biji akan membentuk satu akar tunggang dan empat akar lateral berorientasi tegak lurus, serta perkembangan awal sistem akar jarak pagar simetris. Akar lateral berkembang secara horizontal dekat permukaan tanah, memiliki potensi menurunkan erodibilitas tanah melalui penguatan agregat tanah. Akar tunggang berkembang secara vertikal memungkinkan eksploitasi air dan hara dan bagian dalam lapisan tanah, sehingga tidak terjadi persaingan pemanfaatan air dan hara dengan tanaman semusim yang memiliki perakaran dangkal.Sementara itu jarak pagar yang berasal dari setek bantang perkembangan akar diawali dengan pembentukan kalus, tidak membentuk akar tunggang, hanya struktur akar lateral dan akar dangkal, serta struktur perakarannya tidak simetris. Dengan struktur akar lateral dan superisial, perkembangan akar cenderung menyebar secara horizontal dekat permukaan tanah sehingga terjadi persaingan air dan hara dengan tanaman semusim yang di tanam secara tumpangsari.Mekanisme pengendalian erosi, dan kemampuan menangkap sedimen selama limpasan permukaan lebih terkait dengan metode tanam di mana penanaman dengan rapat sepanjang kontur lereng akan efektif menahan erosi. Perkembangan akar yang cepat dan kepadatan bulu akar dalam lapisan atas tanah lebih efektif dibandingkan dengan struktur sistem akar kasar. Struktur akar tunggang dengan sejumlah akar berkembang vertikal dan daya tembus akar yang dalam, ditunjang dengan struktur akar lateral yang dangkal yang berkembang secara horizontal, dan banyak akar halus, akan meningkatkan stabilitas sgregat tanah. Pada kondisi normal pertumbuhan akan jarakn pagar cenderung simetris, sedangkan pada kondisi pertumbuhan di lereng curam atau di bawah beban angin, perkembangan asimetris lebih bermanfaat untuk melawan kekuatan-kekuatan direktional.Perkembangan perakaran jarak pagar mengikuti pertambahan umur tanaman dan kondisi tanah. Jarak pagar umur 3 tahun kedalaman perakaran dapat mencapai 1-2 meter dengan distribusi perakaran lebih banyak di permukaan tanah. Banyaknya akar cabang dapat meningkatkan stabilitas agregat tanah, dan efektif menahan erosi tanah. Dengan memahami karakteristik perakaran jarak pagar diharapkan akan meningkatkan keberhasilan pengembangan pada skala luas.Untuk mengendalikan erosi lahan kritis pemilihan bahan tanaman sangat penting di mana tanaman yang berasal dari biji perakarannya lebih kokoh di banding dari setek, sehingga lebih sesuai untuk pertanaman di lahan kering iklim kering. Penggunaan bahan tanaman dari setek memiliki keunggulan secara genetik seragam dan umur panen lebih cepat. Keragaman tanaman dapat diatasi melalui teknik penyambungan pada tanaman yang berasal dari biji dengan mengkombinasikan batang baah yang memiliki perakaran kokoh dan batang atas yang memiliki produktivitas dan kadar minyak tinggi. Di tulis kembali oleh : Harnati Rafiastuti, SP Sumber Bacaan : 1. Cholid, M. 2014. Potensi Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Sebagai Tanaman Pengendali Erosi. Info Tek Perkebunan. Puslitbangbun.2. https://id.wikipedia.org/wiki/Jarak_pagar 3. Sumber gambar berasal dari id.wikipedia.org