Loading...

JELI MEMILIH DAGING KONSUMSI

JELI MEMILIH DAGING KONSUMSI
Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan faktor penting dan amat menentukan bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. Salah satu diantara zat gizi tersebut adalah protein. Protein ada yang bersumberkan dari hewan (protein hewani) dan ada juga dari tumbuh-tumbuhan (protein nabati). Khusus protein hewani, sumber utamanya berasal dari daging baik daging sapi, kerbau ataupun kambing. Bahan pangan hewani ini dikenal mengandung zat gizi esensial yang lengkap. Untuk mendapatkan daging konsumsi yang baik dan berkualitas, kita harus jeli dan selektif dalam memilih. Daging yang baik haruslah memenuhi syarat ASUH yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal. Untuk itu, selain memperhatikan kualitasnya kita juga harus mengetahui dimana tempat penjualannya. Sehingga, kita betul-betul mendapatkan daging yang diinginkan. Ada 2 faktor yang mempengaruhi kualitas daging konsumsi yaitu yang pertama pada waktu hewan masih hidup dan yang kedua setelah hewan dipotong atau disembelih. Pada waktu hewan masih hidup, faktor penentu kualitas dagingnya adalah cara pemeliharaan, yang meliputi pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan dan perawatan kesehatan. Sedangkan ketika hewan sesudah dipotong, kualitas daging dipengaruhi oleh pengeluaran darah dan keterbebasan dari kontaminasi penyakit, termasuk pada saat penjualan ke konsumen. Untuk daging segar, tempat penjualannya bisa di kios-kios atau pasar-pasar resmi maupun tempat yang ditentukan oleh pemerintah daerah. Tempat ini harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu: 1) Terpisah dari tempat penjualan komoditi lain; 2) Bangunannya permanen yang selalu dalam keadaan bersih, dengan lantai kedap air, berventilasi cukup, dinding tembok yang permukaannya licin dan berwarna terang atau yang terbuat dari porselin putih, dibangun sedemikian rupa sehingga dapat mencegah masuknya lalat atau serangga lainnya, serta didukung penerangan yang cukup; 3) Tersedia air bersih yang cukup untuk keperluan pembersihan tempat penjualan dan tempat pencucian tangan. Khusus daging beku dan daging dingin, tempat penjualannya di toko daging atau di pasar swalayan. Daging ini tidak boleh digeletakan begitu saja tetapi harus ditempatkan di dalam kotak pamer (show case) berpendingin dengan suhu yang sesuai dengan suhu yang diperlukan daging. Untuk daging segar dingin (chill) suhunya antara - 1°C sampai 0 °C, sedangkan untuk daging beku (frozen) suhunya antara – 18 ° C sampai – 20 °C yang dilengkapi dengan penerangan yang memadai dan tidak mengubah warna asli daging. Sedangkan daging yang dijual dengan menjajakannya keliling dari rumah ke rumah harus ditempatkan di dalam wadah yang memenuhi persyaratan, sebagai berikut : 1) Mempunyai tutup; 2) Sedapat-dapatnya berwarna putih; 3) Bagian dalamnya dilapisi dengan bahan yang tidak berkarat; 4) Untuk membuat daging dalam kondisi dingin sehingga mengurangi pertumbuhan mikroba dan memperpanjang masa simpan, hendaknya kotak pengangkut dibuat dari bahan styrofoam dan dalam pengangkutan selalu ada es batu dalam kantung plastik di dalam kotak pengangkut. Selain berbagai syarat standar yang harus terpenuhi agar daging yang dijual benar-benar terjaga kualitasnya, kita sebagai pembeli juga harus jeli dan selektif. Disamping itu juga mampu membedakan antara jenis daging yang satu dengan yang lainnya sehingga tidak salah pilih. Misalnya saja antara daging sapi dengan daging kerbau. Adapun cara membedakan daging sapi dengan daging kerbau seperti berikut : Daging sapi ada 2 (dua) jenis yaitu daging anak sapi/sapi muda dan daging sapi dewasa. Daging anak sapi/sapi muda, mempunyai ciri-ciri : 1) Pada umumnya agak pucat, kelabu putih sampai merah pucat dan menjadi tua; 2) Terdiri dari serabut-serabut halus; 3) Konsisten agak lembek; 4) Bau dan rasa berbeda dengan daging sapi dewasa. Adapun daging sapi dewasa, mempunyai ciri-ciri : 1) Daging merah pucat; 2) Berserabut halus dengan sedikit lemak; 3) Konsisten liat; 4) Bau dan rasa aromatis. Sedangkan ciri-ciri daging kerbau, adalah : 1) Pada umumnya liat, karena biasanya disembelih pada umur tua; 3) Serabut otot kasar dan lemaknya putih; 3) Soal rasanya tidak jauh berbeda dengan daging sapi. Cara membedakan daging sapi dengan daging kambing : 1) Warna Daging, daging sapi dan daging kambing memiliki perbedaan yang cukup mudah untuk dilihat. Daging kambing memiliki warna merah cerah. Sedangkan warna pada daging sapi ialah merah pucat. Jika dibiarkan terlalu lama reaksi perubahan warna pada kedua jenis daging ini berbeda. Pada daging kambing akan berwarna merah pucat, merah agak ungu atau agak cokelat dan berwarna chery. Sedangkan pada daging sapi akan berubah warna menjadi cokelat gelap; 2) Tekstur Daging, selain dari warna, kedua daging tersebut dapat juga dibedakan melalui tekstur. Pada daging kambing, tekstur daging terasa halus dan lembut serta serat yang renggang. Berbeda dengan daging sapi terasa kasar lantaran mempunyai serat yang lebih kedap dan padat; 3) Bau Daging, baik daging kambing maupun sapi keduanya mempunyai ciri bau tersendiri. Daging kambing berbau prengus. Sedangkan daging sapi berbau amis yang agak menyengat. Tentunya tidak enak rasanya jika saat memakan daging masih tercium baunya, oleh karena itu kedua daging tersebut membutuhkan cara yang benar untuk menghilangkan baunya saat dimasak; 4) Rasa Daging, bagi para pecinta daging tentunya sudah dapat membedakan antara daging sapi dan kambing. Saat telah dimasak kedua daging ini mempunyai citarasa yang tidak sama meskipun dimasak tanpa bumbu, daging kambing mempunyai aroma yang kuat dan terasa lebih alot. Sedangkan daging sapi sedikit lebih empuk dibandingkan dengan daging kambing; 5) Nutrisi, sebagai tambahan informasi, daging kambing mengandung jumlah lemak total, kolesterol, lemak jenuh lebih sedikit bila dibanding daging sapi. Selain itu daging kambing mengandung jumlah mineral besi, potassium dan thiamine lebih banyak dibanding daging sapi namun untuk kadar sodium lebih sedikit. Kadar protein hampir sama dibanding daging sapi. Dengan memiliki kejelian dalam memilih maka kita bisa terhindar dari kesalahan dan sekaligus mendapatkan daging konsumsi sesuai kualitas yang diinginkan (Inang Sariati) Sumber : Panduan Pelaksanaan Kegiatan Kesehatan Hewan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan. https://disnak.lebakkab.go.id/perbedaan-daging-sapi-daging-kerbau/ http://www.markaindo.co.id/id/publikasi/perbedaan-daging-sapi-dan-kambing-yang-mudah-ditemukan/